Tempat Hiburan Malam di Pamekasan Menjadi Sarang Maksiat : Aktivis Gelar Demontrasi ke Bupati Minta Ditutup

- Redaksi

Rabu, 7 Mei 2025 - 21:02 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 

PAMEKASAN||ANGKAT BERITA – Sekelompok pemuda yang mengatasnamakan Forum Aspirasi Rakyat Madura (FARA) melakukan aksi demonstrasi ke Kantor Bupati Pamekasan, Madura, Jawa Timur pada Rabu, 7 Mei 2025.

Kedatangan mereka dalam rangka meminta ketegasan Bupati Pamekasan terkait tempat hiburan malam yang dinilai semakin meningkat di Bumi Gerbang Salam itu.

FARA menilai banyak tempat maksiat yang berkedok hiburan malam seperti karaoke yang berada di Moga Jaya, Mahera Kampung Kita hingga Hotel Putri.

Semuanya wajib ditutup oleh Bupati Pamekasan. Alasan mereka adalah karena melanggar Perda nomor 2 tahun 2019 tentang penyelenggaraan hiburan malam dan rekreasi, apalagi menyediakan Lady Companion (LC), minuman keras, menyediakan biduan, kamar gelap, dan tertutup.

Baca Juga :  Ketua DPRD Tanjabbarat Serukan Transparansi Pajak Galian C, Komisi III Turun Lapangan

Korlap aksi, Darul Arkom mengatakan dengan lantang demi menjaga Pamekasan tetap menjadi kota santri dan icon gerbang salam tempat maksiat harus ditutup.

“Kami merasa kecewa karena bupati Pamekasan tidak menemui kami dalam aksi kali ini. Kami akan melakukan aksi lagi yang lebih besar sampai tempat hiburan malam ditutup,” kata Darul Arqom.

Sementara itu, Korlap aksi lainnya, Taufiq Hidaya mengatakan Pamekasan merupakan kota yang dikenal Gerbang Salam dan santri.

Baca Juga :  Bupati Tanjab Barat Tegaskan Komitmen untuk Akses Internet yang Lebih Baik bagi Masyarakat

Oleh karena itu, tempat maksiat harus diratakan dan diberantas karena melanggar perda nomor 2 tahun 2019 tentang penyelenggaraan hiburan malam dan rekreasi, apalagi menyediakan minuman keras, menyediakan biduan, kamar gelap, dan lain-lain.

“Hal inilah yang menjadi komitmen kami agar Pamekasan menjadi kota yang bersih apakah bupati ada di dalam atau di luar,” tegasnya.

Diketahui, dalam aksi tersebut dikawal oleh Kepolisian Pamekasan yang berlangsung dengan aman dan tertib. ***

Berita Terkait

Rayakan HUT ke-25, Demokrat Muratara Turun ke Desa Gelar Gotong Royong dan Cek Kesehatan Gratis
Orasi Memanas, Formatur Tuding Kasi Pidsus Kejari Pamekasan “Goblok” dan “Bangsat”
Tanggapi Keluhan Masyarakat, SPBU Karang Anyar Siap Evaluasi Pelayanan
Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga
Aset Tanah Pemkab Sampang Dijual, DPRD Mengaku Tak Pernah Membahas
Proyek Pelebaran Jembatan dan Jalan Pantura bProbolinggo-lumajang diduga Tanpa Mikirkan Hajat Pengguna Jalan.
Melalui Komunitas Pembudidaya Lele, Bangkalan Targetkan Hingga 10 Ton per Hari,
Berbagi Berkah Ramadan, Danlanal Batuporon Bagikan Takjil Gratis di Tanean Suramadu

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:01 WIB

Rayakan HUT ke-25, Demokrat Muratara Turun ke Desa Gelar Gotong Royong dan Cek Kesehatan Gratis

Kamis, 13 Agustus 2026 - 23:20 WIB

Orasi Memanas, Formatur Tuding Kasi Pidsus Kejari Pamekasan “Goblok” dan “Bangsat”

Kamis, 13 Agustus 2026 - 20:37 WIB

Tanggapi Keluhan Masyarakat, SPBU Karang Anyar Siap Evaluasi Pelayanan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:49 WIB

Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga

Rabu, 12 Agustus 2026 - 23:19 WIB

Aset Tanah Pemkab Sampang Dijual, DPRD Mengaku Tak Pernah Membahas

Berita Terbaru