SPBU Tebing Tinggi Jadi Ladang Pelangsir BBM, Tangki Ilegal di Km 18 Terbongkar

- Redaksi

Sabtu, 20 September 2025 - 08:38 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy



Foto: Situasi SPBU Yang diduga tempat melangsir BBM Bersubsidi





Tebing Tinggi, Jambi, angkatberita.id – Dugaan praktik pelangsiran BBM bersubsidi kembali mencuat di Kabupaten Tanjung Jabung Barat. SPBU 25.365.11, yang berlokasi di Kecamatan Tebing Tinggi, diduga menjadi pusat pengaliran BBM ke tangki-tangki ilegal di Km 18.

Berdasarkan pantauan, setiap harinya ratusan liter BBM bersubsidi diborong menggunakan jerigen dan kendaraan bermotor, kemudian disimpan di tangki ilegal sebelum diedarkan kembali dengan harga di atas ketentuan. Praktik ini diduga telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir.

Sumber warga setempat menyebut, “Setiap hari aktivitas ini terlihat terang-terangan. BBM yang seharusnya untuk masyarakat justru dikumpulkan untuk dijual kembali secara ilegal.” Jumat (19/09)

Perkiraan sementara, puluhan ribu liter BBM bisa disalahgunakan setiap bulannya dari SPBU ini. Jika dibiarkan, kerugian negara diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah setiap bulan.

Aktivitas pelangsiran ini menimbulkan keresahan warga, khususnya bagi nelayan dan masyarakat yang membutuhkan BBM bersubsidi untuk kegiatan ekonomi sehari-hari. “Kami kesulitan mendapatkan solar bersubsidi karena sebagian besar sudah diborong para pelangsir,” kata seorang warga

Hingga saat ini, pihak SPBU maupun aparat terkait belum memberikan klarifikasi resmi. Praktik ilegal seperti ini menegaskan lemahnya pengawasan distribusi BBM bersubsidi, dan mengundang pertanyaan mengenai langkah tegas aparat dalam menindak pelanggaran energi.

Masyarakat berharap pihak kepolisian, Pertamina, dan instansi pengawas energi segera melakukan penyelidikan menyeluruh, menutup tangki ilegal, serta menindak para pelangsir agar hak masyarakat atas BBM bersubsidi tidak dirampas.

Baca Juga :  Dua ratus personil Polres Langkat dan Polsek sejajaran, diterjunkan untuk Pos Padat Pagi ( Strong Point ).




 


Berita Terkait

Ada Apa dengan Laporan Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Polres Pelabuhan Belawan? Hampir Tiga Pekan, SP2HP Belum Diterima Pelapor
Berlarut-Larut Kasus Sengketa Tanah Dengan PDAM Gresik Ahli Waris Gandeng LBH Brawijaya Majapahit Nusantara Sidoarjo
Ada Apa dengan Laporan Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Polres Pelabuhan Belawan? Hampir Tiga Pekan, SP2HP Belum Diterima Pelapor
Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas
Rayakan HUT ke-25, Demokrat Muratara Turun ke Desa Gelar Gotong Royong dan Cek Kesehatan Gratis
Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga
“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru
Aset Tanah Pemkab Sampang Dijual, DPRD Mengaku Tak Pernah Membahas

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 09:30 WIB

Ada Apa dengan Laporan Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Polres Pelabuhan Belawan? Hampir Tiga Pekan, SP2HP Belum Diterima Pelapor

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 21:25 WIB

Berlarut-Larut Kasus Sengketa Tanah Dengan PDAM Gresik Ahli Waris Gandeng LBH Brawijaya Majapahit Nusantara Sidoarjo

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 21:22 WIB

Ada Apa dengan Laporan Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Polres Pelabuhan Belawan? Hampir Tiga Pekan, SP2HP Belum Diterima Pelapor

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:30 WIB

Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas

Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:49 WIB

Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga

Berita Terbaru