SP1: Kadinkes Bangkalan Tegaskan Sanksi bagi Puskesmas Praktik Pungli

- Redaksi

Selasa, 14 Oktober 2025 - 09:19 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bangkalan. Angkatberita

Dugaan praktik pungutan liar (pungli) dalam proses kenaikan pangkat Aparatur Sipil Negara (ASN) terjadi di lingkungan Puskesmas Jeddih, Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan. Kabar tersebut menuai perhatian serius dari Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Bangkalan, Nur Khotibah, menegaskan pihaknya tidak akan tinggal diam jika terbukti ada unsur pungli dalam proses administrasi kenaikan pangkat di bawah jajarannya. Ia menyatakan siap memberikan Surat Peringatan (SP) 1 sebagai sanksi tegas kepada siapa pun yang terlibat, termasuk kepala puskesmas dan operator.

“Jika itu benar terjadi di Puskesmas Jeddih, saya tidak segan-segan menindaknya, baik operator maupun kepala puskesmas. Akan saya berikan SP1,” tegas Nur Khotibah saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (13/10/2025).

Tak hanya akan menjatuhkan SP, Kadinkes juga memastikan akan mengembalikan uang ASN yang telah dimintai biaya administrasi di luar ketentuan, serta memprioritaskan berkas kenaikan pangkat mereka untuk segera diproses.

Baca Juga :  SDN Kendeban 1 Tanah Merah Borong Juara di Jambore Pramuka Tingkat Kecamatan Tanah Merah 2025

“Nanti uangnya akan dikembalikan, berkasnya saya ambil, dan segera diproses,” ujarnya menegaskan.

Saat media menyampaikan informasi mengenai kejadian yang melibatkan salah satu ASN di puskesmas Jeddih, telah menyerahkan uang sebesar Rp 1,5 juta pada tahun 2023 untuk proses kenaikan pangkat dari golongan III/D ke IV/A, namun hingga kini tak kunjung naik karena kendala sistem. Lebih parah lagi, uang tersebut belum juga dikembalikan.

Saat dikonfirmasi mengenai hal itu, Kadinkes hanya menggelengkan kepala dengan ekspresi kecewa, tanpa memberikan komentar lebih lanjut. Hingga kini, ASN yang bersangkutan masih berada di golongan III/D.

Yang lebih mengejutkan lagi, Info terkini menyebut bahwa uang sebesar Rp 1,5 juta itu langsung diserahkan kepada salah satu staf Dinkes inisial DD yang membidangi proses tersebut. Diinfokan DD sebelumnya sempat menawarkan agar bisa naik ke tingkat IV/A. Namun nyatanya tidak

Baca Juga :  Polres Bangkalan Hadirkan Wajah Baru Kukuhkan Pengabdian Tanpa Batas

Sementara itu, Kepala Puskesmas Jeddih, dr. Purwanti, membantah keras tudingan adanya pungli di lingkungan kerjanya.

“Terkait kenaikan pangkat di Puskesmas Jeddih, tidak ada pungutan apa pun,” tegas Purwanti singkat.

Hingga berita ini tersebar luas, kapus Purwanti belum juga memberikan tanggapan resminya untuk mengklarifikasi kondisi yang ada.

Kasus ini juga menjadi ujian bagi komitmen Dinas Kesehatan Bangkalan dalam menegakkan integritas serta transparansi di tubuh instansi pelayanan publik.

Media akan terus melakukan investigasi lanjutan, mengungkap fakta sebenarnya dan akan disajikan ke publik.

Berita Terkait

Berlarut-Larut Kasus Sengketa Tanah Dengan PDAM Gresik Ahli Waris Gandeng LBH Brawijaya Majapahit Nusantara Sidoarjo
Ada Apa dengan Laporan Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Polres Pelabuhan Belawan? Hampir Tiga Pekan, SP2HP Belum Diterima Pelapor
Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas
Rayakan HUT ke-25, Demokrat Muratara Turun ke Desa Gelar Gotong Royong dan Cek Kesehatan Gratis
Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga
“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru
Aset Tanah Pemkab Sampang Dijual, DPRD Mengaku Tak Pernah Membahas
80 Tahun Indonesia Merdeka, PUDAM Bangkalan Perkuat Semangat Pelayanan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 21:25 WIB

Berlarut-Larut Kasus Sengketa Tanah Dengan PDAM Gresik Ahli Waris Gandeng LBH Brawijaya Majapahit Nusantara Sidoarjo

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 21:22 WIB

Ada Apa dengan Laporan Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Polres Pelabuhan Belawan? Hampir Tiga Pekan, SP2HP Belum Diterima Pelapor

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:30 WIB

Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:01 WIB

Rayakan HUT ke-25, Demokrat Muratara Turun ke Desa Gelar Gotong Royong dan Cek Kesehatan Gratis

Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:49 WIB

Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga

Berita Terbaru