Publik kini menyoroti dua hal tegas terkait permasalahan ini

- Redaksi

Kamis, 16 April 2026 - 10:49 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

REMBANG ( ANGKAT BERITA ) Tragedi memilukan terjadi di Desa Jambangan, Kecamatan Sarang, Kabupaten Rembang. Seorang anak di bawah umur berinisial FB menjadi korban penganiayaan brutal oleh massa dalam aksi main hakim sendiri yang dipicu oleh kesalahpahaman dan dendam lama. Yang lebih mencengangkan, lepala desa Lodan kulon justru diduga ikut mengeroyok korban.

Peristiwa ini bermula dari penganiayaan terhadap seorang pemuda berinisial HD yang melintas si kawasan Lodan Kulon, dengan tujuan potong rambut.HD dikejar sekelompok pemuda tanpa alasan jelas, kemudian diamankan, diikat tangannya, dan dipukuli.

“Aku nggak tau masalah soal pembacokan, aku dipukul katanya ada di CCTV saat pembacokan” Ujar HD di RSUD jumat 20 maret 2026

Namun, massa tidak puas. Rombongan warga Lodan Kulon itu kemudian bergerak menuju rumah TUKUL di Desa Tanggulangin, Kecamatan Sarang,berdasarkan cerita HD salah satu teman pelaku pembacokan, warga desa lodan kulon pun membara untuk mencari pelaku pembacokan terhadap Wartono, 

“Kami tidak bisa memberi jawaban.saat salah satu pemuda menanyakan aldi, Massa sangat banyak datang ke rumah Saya .saya juga tidak tahu, kabar aldi.karena anak saya tidak memberi kabar,” ujar TUKUL, orang tua Aldi, dengan suara lirih.

Baca Juga :  Diduga Lemahnya Pengawasan dan Sanksi Tegas terhadap Pengelola SPPG di Bangkalan.

Saat Aldi tidak ditemukan, amarah massa meledak. Sasaran pun bergeser ke FB, adik kandung Aldi, yang masih duduk di bangku sekolah.yang saat itu terlihat oleh massa. 

Di depan mata TUKUL, massa yang tak terkendali memukuli, menendang, dan menyeret FB ke luar rumah.

 “Saya tidak kuat Mas menghalangi massa segitu banyaknya. Anak saya dipukuli di depan mata saya,” tambah TUKUL menahan tangis.

FB kemudian diseret kembali ke Lodan Kulon. Di sinilah babak baru terungkap. Berdasarkan rekaman video yang beredar luas, oknum Kepala Desa Lodan Kulon justru bertindak lebih garang dari massa lainnya. Dengan tenaga kuat, kepala desa tersebut terlihat menyeret FB yang sudah tak berdaya.

Saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon WhatsApp, kepala desa yang bersangkutan tidak memberikan respons atau tanggapan apapun.

Korban Pembacokan Bantah Terlibat

Baca Juga :  Diduga OTT ‘Settingan’ Advokat Jatim Tantang Aparat: Jangan Kriminalisasi Wartawan.

Wartono, yang disebut sebagai korban pembacokan oleh Aldi, mengaku tidak mengetahui adanya aksi main hakim sendiri tersebut.

“Saya tidak tahu soal adanya massa ke Tanggulangin. Saat kejadian, saya masih di rumah sakit. Saya dan keluarga tidak ada hubungannya dengan itu,” ujar Wartono.

Dua Laporan Polisi, Satu Sorotan Publik

Kasus pembacokan yang dilakukan Aldi terhadap Wartono saat ini sudah masuk tahap penyidikan. Sementara itu, kasus penganiayaan terhadap FB yang masih di bawah umur masih dalam tahap pelaporan.

Polres Rembang telah menerima laporan resmi dari Ngatmi binti Sarjo (59), ibu dari FB, pada Rabu (25/3/2026) dengan nomor laporan STPL/ /III/2026/SPKT. Peristiwa pengroyokan tersebut terjadi sekitar pukul 17.30 WIB di depan rumah seorang bernama Kornen, di tanah Desa Jambangan.

Publik kini menyoroti dua hal tegas terkait permasalahan ini Proses hukum terhadap pelaku pembacokan (Aldi). 2. Dugaan pidana keterlibatan aparatur desa dalam aksi main hakim sendiri yang menimbulkan korban anak di bawah umur.

Redaksi//

Angkatberita.id 

Berita Terkait

Aset Tanah Pemkab Sampang Dijual, DPRD Mengaku Tak Pernah Membahas
Pentas Budaya Minang dan India Warnai Malam Kebersamaan di Kuala Tungkal
80 Tahun Indonesia Merdeka, PUDAM Bangkalan Perkuat Semangat Pelayanan
HMI Dorong Evaluasi IPAL 22 Puskesmas di Bangkalan
Perkuat Kolaborasi dengan Kemenaker, Wabup Katamso Usulkan Modernisasi BLK dan Perluasan Program Magang
Layangan Kembali Menghiasi Langit Kuala Tungkal, 130 Peserta Ramaikan Lomba Sauk’an
Dugaan Pelanggaran POJK, KB Bukopin Pamekasan Tahan SK Pensiun Nasabah Setahun Lebih
Jangan Sampai Ketinggalan! Ini Kata Kasat Lantas Sumenep Soal Pemutihan Pajak 2026 di RRI

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 23:19 WIB

Aset Tanah Pemkab Sampang Dijual, DPRD Mengaku Tak Pernah Membahas

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

Pentas Budaya Minang dan India Warnai Malam Kebersamaan di Kuala Tungkal

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

80 Tahun Indonesia Merdeka, PUDAM Bangkalan Perkuat Semangat Pelayanan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

HMI Dorong Evaluasi IPAL 22 Puskesmas di Bangkalan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

Perkuat Kolaborasi dengan Kemenaker, Wabup Katamso Usulkan Modernisasi BLK dan Perluasan Program Magang

Berita Terbaru