Polemik Kelebihan Siswa Dalam SPMB 2025 Menuai Kritik Tajam

- Redaksi

Sabtu, 23 Agustus 2025 - 21:02 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SIDOARJO / Angkatberita.id

Polemik kelebihan siswa dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB ) 2025 di sejumlah SD Negeri Sidoarjo menuai kritik tajam dari pengamat pendidikan Nadia Bafaqih. Ia menilai solusi pemindahan siswa ke sekolah lain yang dilakukan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Sidoarjo tidak mengedepankan hak anak.

“Kebijakan pemindahan siswa hanyalah jalan pintas yang menutupi kegagalan manajemen. Pemerintah daerah, seharusnya mempunyai kesadaran untuk mengakui keteledoran dan meminta maaf secara terbuka atas ketidaknyamanan tersebut”, ujar Nadia

“Aspek psikologis nyaris tak pernah jadi pertimbangan. Pemindahan mendadak tanpa kesiapan mental, bisa menimbulkan, jangan hanya karena sistem amburadul lalu anak-anak yang menanggung beban”imbuh Nadia

Baca Juga :  Belum Lama Rampung, Jalan Jeruk Porot–Tanah Merah Garapan CV Nizam Jaya Sudah Retak

Pendidikan itu membentuk manusia, bukan sekadar mengisi kuota, ini adalah bagaimana pemerintah menyiapkan generasi bangsa yang harus diberi karpet merah dengan cita cita yang gemilang.

Kritik keras ini menggarisbawahi problem dunia pendidikan secara menyeluruh, seperti mafia atau kartel yang sudah menggurita

Kasus SPMB 2025 hanyalah gejala dari penyakit lama: tata kelola pendidikan yang buruk, minim perencanaan dan absennya keberpihakan pada anak.

Baca Juga :  Hadiri Upacara Hardiknas 2026, Ketua DPRD Tanjab Barat Dorong Peningkatan Mutu Pendidikan

Setiap tahun masalah serupa muncul dengan wajah berbeda. Tahun ini murid dipindahkan, tahun depan bisa jadi giliran orang tua dipaksa mencari sekolah swasta dengan biaya lebih tinggi, sementara kemampuan orang tua masih belum menjangkau

Kalau manajemen diknas dalam penerimaan murid baru tetap rapuh, tiap tahun akan ada korban baru, begitu terus menerus.

“Dinas Pendidikan harus merubah tata kelola buruknya sistem yang ada didalamnya, seluruhnya, pungkas Nadia

(Redho)

Berita Terkait

Berlarut-Larut Kasus Sengketa Tanah Dengan PDAM Gresik Ahli Waris Gandeng LBH Brawijaya Majapahit Nusantara Sidoarjo
Ada Apa dengan Laporan Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Polres Pelabuhan Belawan? Hampir Tiga Pekan, SP2HP Belum Diterima Pelapor
Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas
Rayakan HUT ke-25, Demokrat Muratara Turun ke Desa Gelar Gotong Royong dan Cek Kesehatan Gratis
Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga
“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru
Aset Tanah Pemkab Sampang Dijual, DPRD Mengaku Tak Pernah Membahas
Dugaan Pelanggaran POJK, KB Bukopin Pamekasan Tahan SK Pensiun Nasabah Setahun Lebih

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 21:25 WIB

Berlarut-Larut Kasus Sengketa Tanah Dengan PDAM Gresik Ahli Waris Gandeng LBH Brawijaya Majapahit Nusantara Sidoarjo

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 21:22 WIB

Ada Apa dengan Laporan Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Polres Pelabuhan Belawan? Hampir Tiga Pekan, SP2HP Belum Diterima Pelapor

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:30 WIB

Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:01 WIB

Rayakan HUT ke-25, Demokrat Muratara Turun ke Desa Gelar Gotong Royong dan Cek Kesehatan Gratis

Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:49 WIB

Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga

Berita Terbaru