Pj Bupati Sampang Disorot  Sikap Lunak Terhadap Pelanggaran Guru Dinilai Cerminan Lemahnya Kepemimpinan

- Redaksi

Jumat, 15 November 2024 - 16:30 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Pj Bupati Sampang Disorot

Sampang (ANGKAT BERITA) – Kasus ketidakhadiran seorang guru berinisial HS di SDN Gunung Sekar 2 selama tiga bulan tanpa absensi di aplikasi SIASEP terus menjadi sorotan publik. Keputusan Inspektorat Sampang yang hanya merekomendasikan sanksi ringan dan disetujui oleh Pj Bupati Sampang Rudi Arifianto, menimbulkan kritik tajam dan menciptakan persepsi bahwa kepemimpinan di tingkat kabupaten lemah dalam menghadapi masalah-masalah mendasar.

Sekjen Laskar Pemberdayaan dan Peduli Rakyat Surabaya (Lasbandra), Rifa’i, menilai sikap Pj Bupati sebagai tanda kurangnya keberanian dalam mengambil tindakan tegas. “Pj Bupati seperti pilon, membiarkan keputusan yang tidak memberikan efek jera. Keputusan ini menjadi preseden buruk, bahwa pelanggaran berulang tidak ditindak dengan serius,” tegasnya.

Baca Juga :  Pemulangan Warga Aceh Barat Korban TPPO di Kamboja, Difasilitasi Oleh YLBHI-KI Bersama Haji Uma

Menurut Rifa’i, seharusnya kasus HS bisa menjadi momen bagi Pj Bupati untuk menunjukkan kepemimpinan yang tegas, terutama mengingat guru tersebut sudah dua kali menerima sanksi ringan sebelumnya. 15/11

Keterlibatan Pj Bupati dalam menyetujui sanksi ringan tersebut dinilai menunjukkan bahwa langkah yang diambil cenderung simbolis daripada substantif. Dengan IPM Kabupaten Sampang yang masih berada di peringkat terendah di Jawa Timur, keputusan semacam ini mengirimkan sinyal bahwa pemerintah daerah kurang serius dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan penegakan disiplin.

Ketika dimintai pendapat, Kepala Inspektorat Sampang, Ari Wibowo, belum memberikan pernyataan terkait alasan spesifik di balik rekomendasi sanksi ringan tersebut. Hal ini semakin memperkuat pandangan bahwa pengawasan terhadap pelanggaran disiplin guru tidak mendapatkan perhatian yang memadai dari pucuk pimpinan.

Baca Juga :  PT SBL Hampir Selesai Dan Siap Terima 18.000 Karyawan, Lucky Hakim: Harus Rekrut Pekerja Lokal Diprioritaskan 

“Apakah Pj Bupati menyadari bahwa keputusan-keputusan seperti ini bisa merusak kredibilitas sistem pendidikan di mata masyarakat? Jika ketegasan tidak dimulai dari pimpinan tertinggi, bagaimana bisa diharapkan perubahan di tingkat bawah?” tambah Rifa’i.

Langkah Pj Bupati ini juga dipandang oleh banyak kalangan sebagai tanda bahwa komitmen pemerintah daerah dalam memperbaiki sistem pendidikan masih sebatas wacana. Tanpa tindakan nyata dan tegas, sulit diharapkan perubahan yang signifikan dalam meningkatkan IPM dan membangun kepercayaan masyarakat.

;;;;;;;

Berita Terkait

Berlarut-Larut Kasus Sengketa Tanah Dengan PDAM Gresik Ahli Waris Gandeng LBH Brawijaya Majapahit Nusantara Sidoarjo
Ada Apa dengan Laporan Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Polres Pelabuhan Belawan? Hampir Tiga Pekan, SP2HP Belum Diterima Pelapor
Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas
Rayakan HUT ke-25, Demokrat Muratara Turun ke Desa Gelar Gotong Royong dan Cek Kesehatan Gratis
Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga
“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru
Aset Tanah Pemkab Sampang Dijual, DPRD Mengaku Tak Pernah Membahas
Pentas Budaya Minang dan India Warnai Malam Kebersamaan di Kuala Tungkal

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 21:25 WIB

Berlarut-Larut Kasus Sengketa Tanah Dengan PDAM Gresik Ahli Waris Gandeng LBH Brawijaya Majapahit Nusantara Sidoarjo

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 21:22 WIB

Ada Apa dengan Laporan Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Polres Pelabuhan Belawan? Hampir Tiga Pekan, SP2HP Belum Diterima Pelapor

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:30 WIB

Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:01 WIB

Rayakan HUT ke-25, Demokrat Muratara Turun ke Desa Gelar Gotong Royong dan Cek Kesehatan Gratis

Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:49 WIB

Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga

Berita Terbaru