Pileg dikota pagaralam lni Di Sebut Pemilu 2024 paling BarBar Marak Politik Uang, Bawaslu Ungkap Tak Ada Satu laporan Yang Masuk

- Redaksi

Sabtu, 2 Maret 2024 - 15:26 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 

Pagaralam (SUMSEL) AngkatBerita.id__, Pemilu 14 Februari kemaren telah selesai dilaksanakan

Bahkan Pleno ditingkat KPUD kota pagaralam untuk DPRD kota pagaralam sudah laksanakan dan untuk para nama pemenang yang akan melenggang ke kantor dewan yang ada dikomplek gunung gare sudah diketahui masyarakat

Namun pesta demokrasi 5 tahunan khususnya untuk pileg DPRD kota pagaralam dinilai banyak pihak adalah pileg yang paling brutal.

 

Dimana sejumlah calon legislatif (Caleg) DPRD kota pagaralam yang ikut dalam kontestan Pemilu pileg DPRD 2024 mengatakan pileg tahun ini adalah yang paling brutal, Sebab, dugaan money politik sangat kentara terjadi saat pesta demokrasi kali ini.

Bahkan untuk urusan money politik tidak lagi menjadi rahasia umum dikalangan caleg dan juga masyarakat Pagaralam

 

Salah satu caleg DPRD kota pagaralam yang enggan disebutkan namanya, mengakui jika dirinya telah menghabiskan dana hampir menyentuh angka senilai dua milyaran untuk mendapatkan ribuan suara. Sedangkan jika dihitung secara komulatif mulai dari persiapan hingga pencoblosan, uang yang telah dihabiskannya hampir mencapai Rp2 miliar.

 

Ia menyebut, biaya cos politik yang cukup besar tersebut tidak hanya dikeluarkan oleh dirinya. Akan tetapi, juga dilakukan oleh caleg caleg lain termasuk petahana yang kembali mencalonkan diri di Pemilu 2024. Hal itu dilakukan untuk memastikan mereka tidak kehilangan suara pada pemilu kali ini.

Baca Juga :  Hasil keputusan Dan Musyawarah Bersama Perbaikan dan Perawatan Jalan Poros Ekonomi yang Melewati Perkebunan PT. Eka Dura Indonesiia.

 

“Jika tidak, kemungkinan suaranya hilang. Karena caleg lainnya juga melakukan money politik,” ungkapnya.

 

Oleh dasar itulah, dirinya mengakui tidak ada jaminan bagi caleg petahana akan tetap terpilih pada Pemilu 2024, meski telah memberikan program pembangunan ke masyarakat dalam nominal anggaran cukup besar.

 

“Ya, mau tidak mau tetap harus keluar uang. Jika tetap ingin terpilih. Jadi bisa dikatakan pemilu kali ini paling bar-bar,” imbuhnya.

 

 

Terpisah, salah satu caleg lainnya yang juga enggan disebutkan namanya mengakui jika Pemilu 2024 sangat banyak menelan biaya politik. Karena caleg yang keluar uang sampai miliaran rupiah, belum tentu juga terpilih.

 

Begitu juga program pembangunan yang diberikan oleh caleg petahana ke masyarakat juga dinilainya sudah tidak ada artinya lagi bagi masyarakat

 

“Karena caleg tersebut harus tetap harus menggeluarkan uang untuk meraih suara,” ucapnya.

Terpisah H Bana salah seorang toko masyarakat saat dimintai komentaranya prihal pileg dipagaralam mengatakan “Politik itu adu gagasan bukan adu banyak banyakan uang untuk bisa membeli suara rakyat,kalo dari awal konsepnya berpolitiknya salah otomatis satelah terpilih akan konsen bagaimana mengembalikan modal politiknya dulu ,jadi jauh sekali akan menjadi pejuang suara rakyat yang aspiratif jadi berpolitik tidak memakai hukum politik ,tapi melenceng jadi hukum dagang,kalo suadah begini saya pesimis akan lahit anggota DPRD yang benar benar akan menjadi pejuang dan pengawal suara rakyat yang aspiratif ujarnya.

Baca Juga :  Bupati Tanjab Barat Gelar Safari Subuh di Masjid Jami' Darussalam Desa Sri Agung Kecamatan Batang Asam

 

Menyikapi penomena ini

Ketua Bawaslu pagaralam Nurwen sabtu 2 maret 2024 mengatakan penomena politik uang memang menjadi salah satu isu krusial kerawanan pemilu,dari awal tahapan Bawaslu kota pagaralam telah melakukan pendidikan sosialisasi dan pengawasan partisipasif dengan mengajak seluruh lapisan maayarakat agar bersama sama mengawasi ,melaporkan jika ada indikasi pelanggaran termasum melaporkan jika ada money politik,selain itu juga Bawaslu berkerja sama dengan stakeholder ,polisi ,kejaksaan untjm penegakan hukum dalam proses pemilu tahun 2024 dikota pagaralam ini, dan sampai hari ini tidak satu laporan pun yang kami terima.

 

“Karena laporan soal money politik sampai saat ini memang belum kami terima. Tapi, kami sudah berupaya melakukan pencegahan melalui sosialisasi ke masyarakat tentang (Anti Politik Uang),” ucapnya.

 

Boy

Berita Terkait

Proyek Readymix Belum Diserahterimakan Sudah Rusak, Potret Buram PUPR Sampang Memilih Bisu
Dishub Sengaja Biarkan Adanya Kebocoran PAD Parkir, Komisi II DPRD Sampang diminta Lebih Tegas
Karcis Parkir Tak Diberikan, Komisi III DPRD Sampang Belum Bersuara
Jukir Tak Beri Karcis, Said Abdullah Desak Dishub Sampang Buka Data Retribusi Parkir
Beton Readimyx Rp249 Juta Keburu Retak, PPTK PUPR Sampang Malah Tak Tahu Siapa Pelaksana di Lapangan
Belum Serah Terima Proyek ReadyMix Jl. Rajawali Baru Retak Parah, Bupati Sampang Diminta Benahi SDM PUPR
BBWS Brantas Ambil Tindakan Pekerjaan Proyek P3-GAI di Nyalabuh Laok, GASI Desak Pengembalian dana.
Ketika Negara Bisu: PMKRI Cabang So’e Nilai Kasus Bijaepunu-TTS Cermin Gagalnya Perlindungan Perempuan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 13:35 WIB

Proyek Readymix Belum Diserahterimakan Sudah Rusak, Potret Buram PUPR Sampang Memilih Bisu

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 08:40 WIB

Dishub Sengaja Biarkan Adanya Kebocoran PAD Parkir, Komisi II DPRD Sampang diminta Lebih Tegas

Jumat, 21 Agustus 2026 - 11:57 WIB

Karcis Parkir Tak Diberikan, Komisi III DPRD Sampang Belum Bersuara

Jumat, 21 Agustus 2026 - 10:10 WIB

Jukir Tak Beri Karcis, Said Abdullah Desak Dishub Sampang Buka Data Retribusi Parkir

Jumat, 21 Agustus 2026 - 08:50 WIB

Beton Readimyx Rp249 Juta Keburu Retak, PPTK PUPR Sampang Malah Tak Tahu Siapa Pelaksana di Lapangan

Berita Terbaru