Menjaga Masa Kini, Menyelamatkan Masa Depan: Penolakan Survei Seismik di Laut Kangean

- Redaksi

Kamis, 18 September 2025 - 08:57 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Moh Andriansyah, ketua Pimpinan Pemuda Muhammadiah Sumenep

 

Sumenep, angkatberita.id-Laut Kangean bukan sekadar bentangan air asin. Ia adalah ladang kehidupan, tempat nelayan menggantungkan nasib, tempat ibu-ibu menaruh harapan, dan tempat anak-anak bisa meraih masa depan dari hasil tangkapan orang tuanya. Laut adalah ruang budaya, ekonomi, dan identitas yang melekat pada masyarakat Kangean. Karena itu, setiap kebijakan yang berpotensi merusak laut, sama saja dengan merampas kehidupan mereka.

Survei Seismik Bukan Tanpa Dampak

Gelombang bunyi yang dilepaskan bisa mengusir ikan dari habitatnya, mengganggu biota laut, bahkan merusak terumbu karang yang telah terbentuk selama puluhan tahun. Jika ini terjadi, kerugian pertama yang harus ditanggung bukan oleh perusahaan, melainkan oleh para nelayan kecil yang setiap hari mengarungi laut untuk mencari makan.

Baca Juga :  Pemda Tanjabbar Audiensi ke Kemen LHK Terkait Keputusan 285 2024

Masyarakat Kangean menolak bukan karena mereka anti-pembangunan atau menutup diri dari perubahan. Justru mereka menolak karena ingin menjaga keberlangsungan hidup hari ini agar masa depan tetap ada. Apa gunanya janji kesejahteraan yang belum tentu datang, jika saat ini perut keluarga harus lapar? Apa artinya investasi besar, jika modal utama masyarakat—laut dan hasil tangkapannya—dihancurkan?

Pembangunan sejati mestinya berangkat dari keberpihakan pada rakyat, bukan dengan mengorbankan mereka. Jika laut rusak, siapa yang akan bertanggung jawab? Jika ikan-ikan hilang, siapa yang akan mengganti kerugian nelayan?

Penolakan Masyarakat Kangean

Adalah bentuk kesadaran ekologis sekaligus hak mereka untuk mempertahankan kehidupan. Mereka tidak menolak masa depan, tetapi menolak kehilangan masa kini. Karena tanpa masa kini yang terjaga, masa depan hanyalah janji kosong.

Baca Juga :  Pastikan Keamanan Malam Natal, Kapolres Tanjab Barat Bersama Forkopimda Pantau Gereja

Suara masyarakat Kangean hari ini harus dipahami sebagai peringatan: jangan gadaikan laut demi kepentingan sesaat. Jangan tumbalkan generasi hari ini dengan iming-iming keuntungan yang belum pasti. Masyarakat Kangean hanya menuntut satu hal: hak untuk hidup layak, dari laut yang selama ini mereka jaga, mereka rawat, dan mereka warisi.

Kemana Pemerintah Ketika Rakyatnya Resah?

Apakah pemerintah akan diam melihat nelayannya kehilangan mata pencaharian?

Apakah pemerintah akan membiarkan laut dijadikan korban demi kepentingan modal?

Karena itu pemerintah harus hadir!

Hadir bukan untuk membela perusahaan, tetapi untuk melindungi rakyat.

Hadir bukan untuk menutup mata, tetapi untuk berdiri di sisi nelayan yang setiap hari berjuang di laut. (Asm)

Berita Terkait

Ada Apa dengan Laporan Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Polres Pelabuhan Belawan? Hampir Tiga Pekan, SP2HP Belum Diterima Pelapor
Berlarut-Larut Kasus Sengketa Tanah Dengan PDAM Gresik Ahli Waris Gandeng LBH Brawijaya Majapahit Nusantara Sidoarjo
Ada Apa dengan Laporan Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Polres Pelabuhan Belawan? Hampir Tiga Pekan, SP2HP Belum Diterima Pelapor
Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas
Rayakan HUT ke-25, Demokrat Muratara Turun ke Desa Gelar Gotong Royong dan Cek Kesehatan Gratis
Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga
“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru
Aset Tanah Pemkab Sampang Dijual, DPRD Mengaku Tak Pernah Membahas

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 09:30 WIB

Ada Apa dengan Laporan Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Polres Pelabuhan Belawan? Hampir Tiga Pekan, SP2HP Belum Diterima Pelapor

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 21:25 WIB

Berlarut-Larut Kasus Sengketa Tanah Dengan PDAM Gresik Ahli Waris Gandeng LBH Brawijaya Majapahit Nusantara Sidoarjo

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 21:22 WIB

Ada Apa dengan Laporan Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Polres Pelabuhan Belawan? Hampir Tiga Pekan, SP2HP Belum Diterima Pelapor

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:30 WIB

Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas

Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:49 WIB

Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga

Berita Terbaru