Medco E&P Malaka Perkuat Ketahanan Pangan, Warga Indra Makmu Kini Mandiri Lewat Kebun Sayur

- Redaksi

Senin, 8 Juni 2026 - 08:59 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Timur/angkatberita.id — Program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan PT Medco E&P Malaka mulai menunjukkan dampak nyata bagi warga Kecamatan Indra Makmu, Kabupaten Aceh Timur. Melalui edukasi dan praktik budidaya sayuran, masyarakat kini mampu memenuhi sebagian kebutuhan pangan keluarga secara mandiri sekaligus memperoleh tambahan penghasilan dari hasil panen yang dijual kepada warga sekitar.

Sebanyak delapan warga menjadi peserta Program Edukasi dan Praktik Budidaya Sayuran yang dilaksanakan melalui Rumah Pemberdayaan Ibu dan Anak (RPIA). Program yang berlangsung sejak Oktober 2025 tersebut mendorong pemanfaatan lahan pekarangan rumah sebagai sumber pangan keluarga sekaligus peluang usaha skala rumah tangga.

Hasil monitoring tim RPIA menunjukkan seluruh peserta masih aktif mengelola kebun sayur di halaman rumah masing-masing. Beragam komoditas seperti kangkung, bayam, terong, timun, tomat, cabai, dan sawi terus dibudidayakan secara berkelanjutan sejak pelatihan selesai dilaksanakan.

Untuk mendukung keberlangsungan program, peserta sebelumnya menerima bantuan bibit, pupuk, polybag, serta peralatan budidaya. Pendampingan rutin juga dilakukan guna memastikan keterampilan yang telah diperoleh dapat terus berkembang dan diterapkan secara mandiri.

Baca Juga :  Dampingi Bupati Anggora DPRD Lukas Cholikul, R, Tinjau Korban Kebakaran Teluk Nilau, Tekankan Penanganan Cepat dan Tepat,

Senior Manager Communication Medco E&P, Leony Lervyn, mengatakan program tersebut dirancang tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga membangun kemampuan masyarakat dalam mengelola sumber pangan keluarga secara berkelanjutan.

“Program ini kami harapkan tidak berhenti pada pelatihan, tetapi menjadi keterampilan yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Dari hasil monitoring, kami melihat konsistensi peserta dalam mengelola kebun sayur rumah tangga, bahkan sebagian sudah mulai menghasilkan nilai ekonomi,” ujar Leony.

Menurutnya, pemanfaatan pekarangan rumah sebagai kebun produktif menjadi salah satu langkah sederhana namun efektif untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan rumah tangga.

Manfaat program tersebut turut dirasakan oleh para peserta. Yusmiana, warga Desa Jambo Balee, mengaku kebun sayur yang dikelolanya kini membantu memenuhi kebutuhan harian keluarga.

“Sekarang kami bisa memenuhi kebutuhan sayur sehari-hari dari kebun sendiri. Sebagian juga kami jual untuk menambah penghasilan,” katanya.

Baca Juga :  Tumbuhkan Cinta Tanah Air, Satgas TMMD Ke-127 Kodim 0819/Pasuruan Gelar Sosialisasi Bela Negara

Hal serupa disampaikan Muliyani, warga Desa Blang Nisam. Ia menilai program tersebut berhasil mengubah lahan kosong di sekitar rumah menjadi lebih produktif dan bernilai manfaat.

“Halaman rumah yang dulu tidak dimanfaatkan kini jadi kebun sayur yang bermanfaat untuk keluarga dan tetangga,” ujarnya.

Sementara itu, pelatih budidaya sayuran dalam program tersebut, Ustadz Wandi, menilai konsistensi peserta dalam mengelola kebun menjadi indikator positif tumbuhnya kemandirian pangan di tingkat rumah tangga.

“Menanam sayur bukan hanya soal hasil panen, tetapi juga membangun kebiasaan hidup produktif dan mandiri,” katanya.

Melalui program pemberdayaan ini, PT Medco E&P Malaka menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pendampingan dan evaluasi guna memastikan manfaat program dapat berkelanjutan serta menjangkau lebih banyak masyarakat di wilayah binaan. Dengan pendekatan yang berfokus pada peningkatan kapasitas masyarakat, perusahaan berharap kemandirian pangan dan ekonomi keluarga dapat terus tumbuh dan memberikan dampak jangka panjang bagi kesejahteraan warga.

Berita Terkait

“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru
Aset Tanah Pemkab Sampang Dijual, DPRD Mengaku Tak Pernah Membahas
80 Tahun Indonesia Merdeka, PUDAM Bangkalan Perkuat Semangat Pelayanan
HMI Dorong Evaluasi IPAL 22 Puskesmas di Bangkalan
Perkuat Kolaborasi dengan Kemenaker, Wabup Katamso Usulkan Modernisasi BLK dan Perluasan Program Magang
Layangan Kembali Menghiasi Langit Kuala Tungkal, 130 Peserta Ramaikan Lomba Sauk’an
Dugaan Pelanggaran POJK, KB Bukopin Pamekasan Tahan SK Pensiun Nasabah Setahun Lebih
Pentas Budaya Minang dan India Warnai Malam Kebersamaan di Kuala Tungkal

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 06:23 WIB

“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru

Rabu, 12 Agustus 2026 - 23:19 WIB

Aset Tanah Pemkab Sampang Dijual, DPRD Mengaku Tak Pernah Membahas

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

80 Tahun Indonesia Merdeka, PUDAM Bangkalan Perkuat Semangat Pelayanan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

HMI Dorong Evaluasi IPAL 22 Puskesmas di Bangkalan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

Perkuat Kolaborasi dengan Kemenaker, Wabup Katamso Usulkan Modernisasi BLK dan Perluasan Program Magang

Berita Terbaru