Aceh Timur/angkatberita.id — Program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan PT Medco E&P Malaka mulai menunjukkan dampak nyata bagi warga Kecamatan Indra Makmu, Kabupaten Aceh Timur. Melalui edukasi dan praktik budidaya sayuran, masyarakat kini mampu memenuhi sebagian kebutuhan pangan keluarga secara mandiri sekaligus memperoleh tambahan penghasilan dari hasil panen yang dijual kepada warga sekitar.
Sebanyak delapan warga menjadi peserta Program Edukasi dan Praktik Budidaya Sayuran yang dilaksanakan melalui Rumah Pemberdayaan Ibu dan Anak (RPIA). Program yang berlangsung sejak Oktober 2025 tersebut mendorong pemanfaatan lahan pekarangan rumah sebagai sumber pangan keluarga sekaligus peluang usaha skala rumah tangga.
Hasil monitoring tim RPIA menunjukkan seluruh peserta masih aktif mengelola kebun sayur di halaman rumah masing-masing. Beragam komoditas seperti kangkung, bayam, terong, timun, tomat, cabai, dan sawi terus dibudidayakan secara berkelanjutan sejak pelatihan selesai dilaksanakan.
Untuk mendukung keberlangsungan program, peserta sebelumnya menerima bantuan bibit, pupuk, polybag, serta peralatan budidaya. Pendampingan rutin juga dilakukan guna memastikan keterampilan yang telah diperoleh dapat terus berkembang dan diterapkan secara mandiri.
Senior Manager Communication Medco E&P, Leony Lervyn, mengatakan program tersebut dirancang tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga membangun kemampuan masyarakat dalam mengelola sumber pangan keluarga secara berkelanjutan.
“Program ini kami harapkan tidak berhenti pada pelatihan, tetapi menjadi keterampilan yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Dari hasil monitoring, kami melihat konsistensi peserta dalam mengelola kebun sayur rumah tangga, bahkan sebagian sudah mulai menghasilkan nilai ekonomi,” ujar Leony.
Menurutnya, pemanfaatan pekarangan rumah sebagai kebun produktif menjadi salah satu langkah sederhana namun efektif untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan rumah tangga.
Manfaat program tersebut turut dirasakan oleh para peserta. Yusmiana, warga Desa Jambo Balee, mengaku kebun sayur yang dikelolanya kini membantu memenuhi kebutuhan harian keluarga.
“Sekarang kami bisa memenuhi kebutuhan sayur sehari-hari dari kebun sendiri. Sebagian juga kami jual untuk menambah penghasilan,” katanya.
Hal serupa disampaikan Muliyani, warga Desa Blang Nisam. Ia menilai program tersebut berhasil mengubah lahan kosong di sekitar rumah menjadi lebih produktif dan bernilai manfaat.
“Halaman rumah yang dulu tidak dimanfaatkan kini jadi kebun sayur yang bermanfaat untuk keluarga dan tetangga,” ujarnya.
Sementara itu, pelatih budidaya sayuran dalam program tersebut, Ustadz Wandi, menilai konsistensi peserta dalam mengelola kebun menjadi indikator positif tumbuhnya kemandirian pangan di tingkat rumah tangga.
“Menanam sayur bukan hanya soal hasil panen, tetapi juga membangun kebiasaan hidup produktif dan mandiri,” katanya.
Melalui program pemberdayaan ini, PT Medco E&P Malaka menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pendampingan dan evaluasi guna memastikan manfaat program dapat berkelanjutan serta menjangkau lebih banyak masyarakat di wilayah binaan. Dengan pendekatan yang berfokus pada peningkatan kapasitas masyarakat, perusahaan berharap kemandirian pangan dan ekonomi keluarga dapat terus tumbuh dan memberikan dampak jangka panjang bagi kesejahteraan warga.







Komentar