Breaking News

MBG B3 di Sampang Diduga Basi, Kuah Rawon Mengeluarkan Aroma Tidak Sedap

Sementara itu Sekretaris satgas MBG Kabupaten Sampang Sudarmanta menyampaikan untuk tidak segan segan Penerima manfaat supaya melapor, biar

Angkat Berita - Redaksi
2 menit baca•7 tayangan

SAMPANG (ANGKAT BERITA) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kategori B3 di Kabupaten Sampang menuai sorotan setelah warga Desa Kamoning menerima paket makanan yang diduga tidak layak konsumsi, Kamis (16/4).

Keluhan tidak hanya datang dari satu orang, melainkan dari sejumlah penerima manfaat yang mengaku mengalami hal serupa.

Berdasarkan temuan di lapangan, paket B3 yang disalurkan melalui SPPG Tanggumong 004 dilaporkan telah mengeluarkan aroma tidak sedap, terutama pada menu kuah rawon.

Paket tersebut berisi satu potong tahu, beberapa irisan kecil daging, tambahan sayur manisa, serta satu buah jeruk.

“Baunya sudah tidak enak, tidak berani dimakan, ini bukan saya saja, banyak yang mengeluhkan hal yang sama,” ujar salah satu penerima manfaat yang enggan disebutkan namanya.

Waktu distribusi juga menjadi sorotan. Paket B3 tersebut baru dibagikan sekitar pukul 15.00 hingga 15.30 WIB, keterlambatan ini dinilai berisiko menurunkan kualitas makanan, khususnya menu berkuah yang rentan basi jika tidak ditangani dengan standar penyimpanan yang tepat.

Sejumlah warga menilai kondisi ini tidak bisa dianggap kejadian tunggal, melainkan indikasi masalah dalam proses distribusi dan pengawasan mutu paket B3. Jika terjadi secara berulang di banyak penerima, maka kualitas layanan program patut dipertanyakan.

Upaya konfirmasi telah dilakukan kepada Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Sampang Ratna Nur Handayani, namun hingga berita ini diterbitkan, pihak Korwil belum memberikan tanggapan.

Sementara itu Sekretaris satgas MBG Kabupaten Sampang Sudarmanta menyampaikan untuk tidak segan segan Penerima manfaat supaya melapor, biar ditindak lanjuti.

“Tidak apa apa selama itu benar penerima manfaat melaporkan biar nanti kita tindak lanjuti, tapi kalau tidak benar sebaiknya jangan, kasihan yang punya dapur, ucapnya

Warga berharap ada evaluasi ketat agar kejadian serupa tidak terulang dan makanan yang disalurkan benar-benar layak konsumsi.

Hingga kini, redaksi masih berupaya memperoleh klarifikasi dari pihak terkait guna memastikan tindak lanjut atas temuan tersebut.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Nasional

Artikel Populer