FMPK Desak Kejari Sumenep Segera Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Logistik KPU

- Redaksi

Rabu, 1 Oktober 2025 - 15:14 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dok: FMPK saat lakukan audiensi di Kejari

Sumenep, angkatberita.id – Front Mahasiswa Pembela Keadilan (FMPK) mendesak Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep untuk tidak berlarut-larut dalam menangani dugaan korupsi pengadaan logistik Pemilu 2024 di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumenep. Audiensi yang digelar pada Selasa (30/9/2025) itu menyoroti lambannya progres penyidikan meski perkara ini telah resmi naik ke tahap penyidikan sejak 17 Juli 2025.

Kasus dengan nilai anggaran sebesar Rp1,2 miliar tersebut hingga kini belum menampakkan titik terang. Belum ada satu pun pihak yang ditetapkan sebagai tersangka, padahal publik menanti kepastian hukum yang tegas dan transparan.

Baca Juga :  Anak Hilang di Batang Serangan Ditemukan Selamat di Riau

“Kejari Kabupaten Sumenep harus serius dan tegak lurus dalam menangani kasus ini. Jika sudah memenuhi dua alat bukti yang sah, segera tetapkan pihak-pihak yang terlibat sebagai tersangka,” tegas Koordinator FMPK, Tolak Amir, di hadapan pihak kejaksaan.

Baca Juga :  Satlantas Polres Sumenep Intensifkan “Polantas Menyapa” Jelang Ops Keselamatan Semeru 2026

FMPK menilai, kelambanan penetapan tersangka hanya akan memperlebar ruang spekulasi publik dan berpotensi menggerus kepercayaan terhadap integritas aparat penegak hukum. Karena itu, mahasiswa menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kasus ini hingga tuntas.

“Kami tidak akan tinggal diam. Dugaan korupsi pengadaan logistik Pemilu 2024 ini harus dibongkar sampai ke akar-akarnya. Semua pihak yang terlibat harus bertanggung jawab secara hukum,” pungkas Tolak Amir. (Asm)

Berita Terkait

Meriahkan Agustusan Jalan Sehat Dusun Krikilan Desa Ngembeh Bertabur Doorprize Utama Kulkas dan Sepeda Gunung
Ada Apa dengan Laporan Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Polres Pelabuhan Belawan? Hampir Tiga Pekan, SP2HP Belum Diterima Pelapor
Berlarut-Larut Kasus Sengketa Tanah Dengan PDAM Gresik Ahli Waris Gandeng LBH Brawijaya Majapahit Nusantara Sidoarjo
Ada Apa dengan Laporan Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Polres Pelabuhan Belawan? Hampir Tiga Pekan, SP2HP Belum Diterima Pelapor
Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas
Rayakan HUT ke-25, Demokrat Muratara Turun ke Desa Gelar Gotong Royong dan Cek Kesehatan Gratis
Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga
“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 11:29 WIB

Meriahkan Agustusan Jalan Sehat Dusun Krikilan Desa Ngembeh Bertabur Doorprize Utama Kulkas dan Sepeda Gunung

Minggu, 16 Agustus 2026 - 09:30 WIB

Ada Apa dengan Laporan Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Polres Pelabuhan Belawan? Hampir Tiga Pekan, SP2HP Belum Diterima Pelapor

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 21:25 WIB

Berlarut-Larut Kasus Sengketa Tanah Dengan PDAM Gresik Ahli Waris Gandeng LBH Brawijaya Majapahit Nusantara Sidoarjo

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:30 WIB

Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:01 WIB

Rayakan HUT ke-25, Demokrat Muratara Turun ke Desa Gelar Gotong Royong dan Cek Kesehatan Gratis

Berita Terbaru