
Bangkalan. angkatberita.id
Patut diacungkan jempol, inisiatif para wali murid Madrasah Nurul Yaqin, Desa Dumajah, Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan memberikan edukasi kepada putra putri nya memperkenalkan sejarah para wali. Dengan semangatnya sejumlah emak-emak menggandeng putra-putri mereka untuk mengenal lebih dekat jejak para tokoh penyebar Islam di tanah Jawa dan Madura melalui kegiatan wisata religi, Jumat (25/7).
Sebuah travel mini bus lokal, perjalanan dimulai siang hari dari Dumajah menuju Pesarean Syaikhona Moh. Kholil Bangkalan di desa Martajasah. Di tempat ini, mereka beribadah serta anak-anak diperkenalkan pada sosok ulama besar yang menjadi panutan umat Islam di Madura. Tak sekadar berziarah, mereka juga diberi edukasi tentang sejarah perjuangan dakwah Syaikhona Kholil serta pentingnya meneladani akhlak dan ilmunya.
Dari Bangkalan, rombongan melanjutkan perjalanan ke Surabaya, tepatnya ke kawasan religi Sunan Ampel. Di sini, suasana spiritual begitu terasa. Anak-anak disuguhi kisah-kisah inspiratif tentang kehidupan dan perjuangan Sunan Ampel sebagai salah satu Wali Songo dalam menyebarkan Islam di Tanah Jawa.
Perjalanan tak berhenti di sana. Rombongan emak-emak dan anak-anak ini juga menyempatkan diri mengunjungi makam Mbah Boto Putih di daerah Pegirian. Situs ini dikenal sebagai salah satu tempat yang sarat dengan nilai historis dan spiritual dalam perkembangan Islam di Surabaya.
Sebagai penutup kegiatan, mereka menikmati suasana santai di Taman Kota Surabaya sebelum akhirnya kembali pulang ke Dumajah. Meski lelah, wajah-wajah kecil yang ceria dan penuh tanya menjadi bukti bahwa perjalanan ini telah meninggalkan kesan mendalam.
Menurut salah satu ustadzah yang lebih akrab disapa Neng menjelaskan, kegiatan ini dilakukan sebagai upaya memperkenalkan anak-anak pada nilai-nilai religi sejak usia dini.
“Kami ingin anak-anak mengenal kisah ulama dan tokoh Islam secara langsung. Biar mereka tidak hanya tahu dari buku, tapi juga tahu dan merasakan sendiri suasananya,” ujarnya.
Terpisah, Ririn mewakili beberapa wali murid yang ada menambahkan, kegiatan ini menunjukkan bahwa pendidikan tidak harus terbatas di ruang kelas. Namun pengetahuan bisa diperoleh dari pengalaman langsung di lapangan.
“Dengan pendekatan seperti ini, orang tua telah membuka jendela pemahaman spiritual anak, membentuk karakter yang kuat dalam bingkai nilai keislaman dan kebangsaan.” Jelasnya dengan senyum tipisnya.







Komentar