Eks Ketua Diduga Kendalikan Bantuan Sapi 2024 di Pasongsongan, 11 Ekor Kini Tersisa 5?

- Redaksi

Sabtu, 21 Februari 2026 - 21:37 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 

Eks Ketua Kelompok Tani Batu Langit diduga masih cawe-cawe dan lebih mendominasi pengelolaan proyek yang diduga bermasalah, Sabtu Malam (21/2/2026).

Sumenep||angkatberita – Dugaan penyelewengan bantuan sapi Tahun Anggaran 2024 di Kecamatan Pasongsongan semakin mencuat dan memantik sorotan publik. Nama Abd. Adim, eks Ketua Kelompok Tani (Poktan) Batu Langit asal Lebeng Barat, disebut-sebut sebagai sosok paling dominan dalam pengelolaan program tersebut.

 

Ironisnya, secara administratif jabatan ketua pelaksana tercatat atas nama Kholid. Namun berdasarkan informasi dari sumber internal kelompok, peran itu diduga hanya formalitas.

 

“Sepengetahuan saya, yang paling banyak mengatur teknis sampai pengelolaan bantuan itu Adim. Kholid hanya tertulis sebagai ketua pelaksana,” ujar salah satu sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Baca Juga :  Polantas Menyapa, Satlantas Polres Sumenep Kedepankan Teguran Humanis demi Keselamatan Bersama

 

Sumber menyebut, mulai dari pendataan, distribusi hingga keputusan internal terkait bantuan ternak lebih banyak berada di bawah kendali Adim, meskipun statusnya bukan lagi ketua aktif. Kondisi ini memunculkan dugaan adanya pengaruh kuat eks ketua dalam proyek bantuan pemerintah tersebut.

 

Tak hanya soal kendali, isu ketimpangan pembagian hasil juga mengemuka.

 

“Informasinya, pembagian hasilnya lebih besar ke Adim dibanding Kholid,” ungkap sumber tersebut.

 

 

Berdasarkan informasi yang beredar di internal kelompok, Poktan Batu Langit menerima sekitar 11 ekor sapi bantuan pada 2024. Namun kini disebut hanya tersisa lima ekor. Ke mana enam ekor lainnya? Siapa saja penerima resmi yang tercatat? Hingga kini belum ada penjelasan terbuka.

Baca Juga :  Di Hadapan Para Empu, Wabup Sumenep Tegaskan Jamasan Pusaka Punya Nilai Filosofi Luar Biasa

 

Padahal, dalam skema bantuan ternak pemerintah, setiap penyaluran wajib disertai daftar penerima manfaat, berita acara serah terima, serta dokumentasi fisik ternak di lapangan.

 

Sejumlah anggota kelompok bahkan disebut tidak mengetahui secara pasti jumlah riil sapi yang diterima maupun mekanisme pembagiannya. Kondisi ini memperkuat dugaan bahwa bantuan tersebut tidak dikelola secara transparan.

 

Situasi internal Poktan Batu Langit pun dikabarkan retak. Kholid disebut sudah tidak lagi sejalan dengan sebagian anggota kelompok, memunculkan dugaa

Berita Terkait

Aset Tanah Pemkab Sampang Dijual, DPRD Mengaku Tak Pernah Membahas
80 Tahun Indonesia Merdeka, PUDAM Bangkalan Perkuat Semangat Pelayanan
HMI Dorong Evaluasi IPAL 22 Puskesmas di Bangkalan
Perkuat Kolaborasi dengan Kemenaker, Wabup Katamso Usulkan Modernisasi BLK dan Perluasan Program Magang
Layangan Kembali Menghiasi Langit Kuala Tungkal, 130 Peserta Ramaikan Lomba Sauk’an
Dugaan Pelanggaran POJK, KB Bukopin Pamekasan Tahan SK Pensiun Nasabah Setahun Lebih
Pentas Budaya Minang dan India Warnai Malam Kebersamaan di Kuala Tungkal
Jangan Sampai Ketinggalan! Ini Kata Kasat Lantas Sumenep Soal Pemutihan Pajak 2026 di RRI

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 23:19 WIB

Aset Tanah Pemkab Sampang Dijual, DPRD Mengaku Tak Pernah Membahas

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

80 Tahun Indonesia Merdeka, PUDAM Bangkalan Perkuat Semangat Pelayanan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

HMI Dorong Evaluasi IPAL 22 Puskesmas di Bangkalan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

Perkuat Kolaborasi dengan Kemenaker, Wabup Katamso Usulkan Modernisasi BLK dan Perluasan Program Magang

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

Layangan Kembali Menghiasi Langit Kuala Tungkal, 130 Peserta Ramaikan Lomba Sauk’an

Berita Terbaru