
Sumenep||angkatberita – Dugaan penyelewengan bantuan sapi Tahun Anggaran 2024 di Kecamatan Pasongsongan semakin mencuat dan memantik sorotan publik. Nama Abd. Adim, eks Ketua Kelompok Tani (Poktan) Batu Langit asal Lebeng Barat, disebut-sebut sebagai sosok paling dominan dalam pengelolaan program tersebut.
Ironisnya, secara administratif jabatan ketua pelaksana tercatat atas nama Kholid. Namun berdasarkan informasi dari sumber internal kelompok, peran itu diduga hanya formalitas.
“Sepengetahuan saya, yang paling banyak mengatur teknis sampai pengelolaan bantuan itu Adim. Kholid hanya tertulis sebagai ketua pelaksana,” ujar salah satu sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Sumber menyebut, mulai dari pendataan, distribusi hingga keputusan internal terkait bantuan ternak lebih banyak berada di bawah kendali Adim, meskipun statusnya bukan lagi ketua aktif. Kondisi ini memunculkan dugaan adanya pengaruh kuat eks ketua dalam proyek bantuan pemerintah tersebut.
Tak hanya soal kendali, isu ketimpangan pembagian hasil juga mengemuka.
“Informasinya, pembagian hasilnya lebih besar ke Adim dibanding Kholid,” ungkap sumber tersebut.
Berdasarkan informasi yang beredar di internal kelompok, Poktan Batu Langit menerima sekitar 11 ekor sapi bantuan pada 2024. Namun kini disebut hanya tersisa lima ekor. Ke mana enam ekor lainnya? Siapa saja penerima resmi yang tercatat? Hingga kini belum ada penjelasan terbuka.
Padahal, dalam skema bantuan ternak pemerintah, setiap penyaluran wajib disertai daftar penerima manfaat, berita acara serah terima, serta dokumentasi fisik ternak di lapangan.
Sejumlah anggota kelompok bahkan disebut tidak mengetahui secara pasti jumlah riil sapi yang diterima maupun mekanisme pembagiannya. Kondisi ini memperkuat dugaan bahwa bantuan tersebut tidak dikelola secara transparan.
Situasi internal Poktan Batu Langit pun dikabarkan retak. Kholid disebut sudah tidak lagi sejalan dengan sebagian anggota kelompok, memunculkan dugaa






Komentar