Breaking News

Dari Kwowok untuk Sorong Selatan: Sejarah Lahirnya Moto “FLELI SISI, FRANA SISI, FS’YOK SISI”

Dengan semakin luasnya penggunaan moto ini, IPMAK Kwowok menilai penting adanya penghargaan moral terhadap organisasi dan tokoh-tokoh intele

Angkat Berita - Redaksi
2 menit baca•267 tayangan

SORONG SELATAN (ANGKAT BERITA) – Salah satu intelektual dari Himpunan Pemuda, Pelajar, dan Mahasiswa Kampung Kwowok (IPMAK), Distrik Saifi, Kabupaten Sorong Selatan, menegaskan bahwa moto “FLELI SISI, FRANA SISI, FS’YOK SISI” merupakan identitas perjuangan yang lahir dari organisasi IPMAK dan memiliki sejarah yang harus dihargai oleh seluruh masyarakat, khususnya Suku Besar Tehit.

Pernyataan tersebut disampaikan sebagai bentuk penegasan atas asal-usul moto yang kini telah digunakan secara luas di berbagai ruang sosial, pemerintahan, adat, hingga gereja di Sorong Selatan.

Menurutnya, sejarah moto tersebut bermula pada 30 Oktober 2021, saat deklarasi dan pelantikan Badan Pengurus Ikatan Pemuda, Pelajar, dan Mahasiswa Kampung Kwowok (IPMAK) secara resmi dilaksanakan. 

Dalam agenda tersebut, bukan hanya struktur organisasi yang dibentuk, tetapi juga nama organisasi, visi-misi, serta moto resmi himpunan turut dideklarasikan di hadapan berbagai unsur penting daerah.

Kegiatan itu dihadiri oleh Sekretaris Distrik Saifi, tokoh adat Distrik Saifi, Ketua Badan Formatur Himpunan Mahasiswa Sawiat Raya, perwakilan lima badan pengurus ikatan dari lima distrik, serta Kepala Kampung Kwowok.

Dari forum itulah, moto “FLELI SISI, FRANA SISI, FS’YOK SISI” mulai dikenal dan kemudian dicatat oleh salah satu intelektual Sawiat Raya untuk dibawa ke forum yang lebih besar, yakni Himpunan Mahasiswa Lima Distrik Sawiat Raya.

Moto tersebut kemudian kembali muncul dalam Musyawarah Besar (MUBES) pertama Himpunan Mahasiswa Lima Distrik Sawiat Raya yang digelar pada 28 Oktober 2022 di Gedung Putih, dalam kota Sorong Selatan.

Kegiatan besar tersebut dibuka langsung oleh Bupati Sorong Selatan, Samsudin Anggiluli, S.E., M.Tr.AP. Sementara itu, sosok yang kini menjabat sebagai Ibu Bupati Sorong Selatan, yang saat itu masih aktif sebagai Kepala Dinas BKPSD, juga disebut berperan sebagai penasehat dan turut membawakan materi pengantar dalam MUBES tersebut.

Sejak saat itu, moto tersebut semakin luas dikenal dan digunakan dalam berbagai momentum penting, termasuk disebut menjadi bagian dari semangat sosial-politik di Sorong Selatan.

Moto yang berbunyi:

FLELI SISI — Duduk sama-sama

FRANA SISI — Bicara sama-sama

FS’YOK SISI — Bekerja bersama-sama

dinilai bukan sekedar slogan, melainkan simbol persatuan, kebersamaan, dan semangat kolektif masyarakat.

Intelektual IPMAK Kwowok pun mengingatkan bahwa penggunaan moto tersebut oleh berbagai pihak hendaknya tetap disertai penghormatan terhadap sejarah dan pencetus awalnya.

“Ini bukan soal popularitas kata-kata, tetapi soal menghargai sejarah, gagasan, dan perjuangan anak-anak Kwowok yang melahirkan moto pemersatu ini,” tegasnya.

Ia berharap masyarakat Sorong Selatan, terutama generasi muda, tidak melupakan akar sejarah organisasi yang telah melahirkan semangat persatuan tersebut.

Dengan semakin luasnya penggunaan moto ini, IPMAK Kwowok menilai penting adanya penghargaan moral terhadap organisasi dan tokoh-tokoh intelektual yang pertama kali merumuskannya, agar nilai persatuan yang terkandung di dalamnya tetap terjaga dan tidak kehilangan makna sejarah.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Nasional

Artikel Populer