Breaking News

Bukan Sekadar Gotong Royong, Bupati Sumenep Tantang Koperasi Jadi Motor Ekonomi Rakyat yang Modern dan Tangguh

Dalam momentum tersebut, Bupati menantang koperasi untuk bertransformasi menjadi lembaga ekonomi rakyat yang modern, transparan, dan tangguh

Angkat Berita - Redaksi
2 menit baca•196 tayangan

SUMENEP || angkatberita.id – Koperasi tidak boleh lagi hanya dimaknai sebagai wadah gotong royong semata. Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menantang seluruh insan koperasi untuk bertransformasi menjadi motor ekonomi rakyat yang modern, transparan, dan berdaya saing tinggi.

Tantangan keras itu disampaikan Bupati Fauzi saat memimpin Apel Peringatan Hari Koperasi (Harkop) ke-79 Tahun 2026 di Halaman Kantor Bupati Sumenep, Senin kemarin (13/07/2026).

Menurut Bupati, di tengah persaingan ekonomi yang semakin kompetitif dan serba digital, koperasi dituntut untuk naik kelas. Prinsip kekeluargaan tetap menjadi DNA, namun harus diperkuat dengan tata kelola yang profesional dan inovasi yang berkelanjutan.

“Gotong royong itu adalah fondasi. Tapi hari ini koperasi tidak cukup hanya bermodal semangat kebersamaan. Koperasi harus modern, harus inovatif, harus tangguh secara manajerial agar mampu menjadi lokomotif ekonomi kerakyatan yang sesungguhnya,” tegas Achmad Fauzi Wongsojudo di hadapan Forkopimda, pimpinan OPD, serta ratusan pengurus dan anggota koperasi.

Ia menegaskan, kunci untuk mewujudkan koperasi yang modern ada pada dua hal. Pertama, penguatan tata kelola organisasi yang transparan, akuntabel, dan profesional. Tanpa tata kelola yang baik, mustahil koperasi mendapatkan kepercayaan dari anggota dan masyarakat.

“Kepercayaan adalah mata uang utama koperasi. Jika tata kelolanya beres, transparan dan akuntabel, maka koperasi tidak hanya akan bertahan, tapi akan melesat dan mampu bersaing di sektor usaha apapun,” ujarnya.

Kedua, adalah keberanian untuk berinovasi dan membangun jejaring kolaborasi. Bupati Fauzi mendorong koperasi di Sumenep untuk melek teknologi, memperluas kemitraan dengan dunia usaha, perbankan, dan pelaku UMKM.

Terkait hal itu, Pemerintah Kabupaten Sumenep menegaskan komitmennya untuk terus hadir. Berbagai program pembinaan, pelatihan manajemen, pendampingan usaha, hingga fasilitasi akses permodalan dan pasar akan terus digencarkan agar koperasi tumbuh sehat dan berkelanjutan.

Bupati Fauzi berharap, peringatan Harkop ke-79 ini menjadi titik balik kebangkitan koperasi di Sumenep.

“Jangan jadikan peringatan ini hanya seremonial tahunan. Ini momentum pembaruan. Saya ingin koperasi di Sumenep menjadi contoh, menjadi entitas bisnis yang modern, tangguh, dan menjadi pilar utama kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Nasional

Artikel Populer