Breaking News

Bantuan Pemerintah Revitalisasi SDN 12 Simpang Pematang  Rawan Dikorupsi

Bantuan Pemerintah Revitalisasi SDN 12 Simpang Pematang  Rawan Dikorupsi

Angkat Berita - Redaksi
2 menit baca•90 tayangan

Mesuji Lampung (ANGKAT BERITA) Program  Revitalisasi Satuan Pendidikan (SD Negeri 12 Simpang Pematang) Sumber Dana: APBN 2025 Nilai Kontrak: Rp 1.355.381.120  Bantuan Pemerintah Revitalisasi SDN 12 Simpang Pematang  Rawan Dikorupsi. Material tidak sesuai SNI. Kepala sekolah (Kiswadi) sangat tertutup saat ditanya siapa pelaksana/pelanggung jawab.  Potensi Penyimpangan Material Non SNI  Bisa berupa baja ringan ketebalan di bawah 0,75 mm, besi tulangan Ø 6 inci (15 cm) padahal RAB sebut Ø 13 mm, atau beton mutu rendah (K‑175 vs K‑225).

Kurang  nya Transparansi Kepala sekolah yang tidak mau memberi informasi, besar kemungkinan ada hal yang ditutupi dari Publik maupun awak media yang sedang meliput kegiatan tersebut.  Ini menunjukan adanya  kejagngalan, dimana dalam penggunaan Uang Negara yang harus  transparan  dan kualitas baik dalam sebuah pembangunan yanh bersumber dari uang Negara satu rupiah pun harus digunakan sebaik baiknya

demi menujang fasilitas dunia Pendidikan yang layak bagi anak murid lebih nyaman untuk  belajar.  Selaian itu  pihak pengawas Pengawasan juga dianggap  Lemah.Seharus nya pihak  Konsultan pengawas atau dinas harus secara berkala  melakukan uji mutu material di lapangan. Agar tidak terjadi buruk dikemukakan hari.

Ada beberpa contoh material yang sudah dambil di lapangan guna memastikan apakah matrial yang terpasang sudah sesuai dengan Anggran RP. 1.355.381. 120. Baik sampel besi maapun sisa baja ringan , apakah ketebalan sudah sesuai standar yang di harapkan.

Kami dari awak media menemukan beberapa pengerjaan yang diduga tidak sesuai Spek dan   asal-asalan j dalam pengerjaan, dari mulai pengerjaan Pondasi tidak menggunakan lantai  yang terlihat tidak di berikan adukan semen terlebih dahulu sebelum di pasang batu.  Dan ini  dikawatirkan pondasi tidak kokoh,termasuk kolom besi yang berjarak tidak beraturan dari mulai  15-20  cm.

Kemudian kami dari Awak Media konfirmasi kepada salah  team panitia di lapangan dia mengatakan ia mas saya betul ditunjuk  menjadi ketua panitia pelaksana dilapangan, tapi saya sudah mengundurkan diri jadi sekarang tidak ada ketua panitia  semua nya di kelola oleh kepala sekolah dan bendahara  ucapnya.  Dengan ada rasa ketakutan bahkan oknum panitia tersebut mintak kepada kami awak.media untuk merahaisakan namanya.

Di tempat terpisah datang tanggapan dari LPK-GPI Provinsi Lampung yang sangat menyayangkan bilamana ini benar terjadi dilapangan,  tentunya ini akan menjadi perhatian khusus kami sebagai Lembaga Swadaya Masyarakat   kami juga akan mengumpulkan semua temuan di bawah ,” Ujar Ketua Umum LPK-GPI  kepada awak.media .

Masih lanjut Ketua Umum LPK-GPI. Tentunya kami akan berkoordinasi dengan para pihak , khsusunya KKajati Lampung yang masih gencar-gencarnya  untuk mengungkap dalam segi apapun yang menyalahkan gunakan Uang Negara, “Tegas Ketua Umum LPK-GPI.

Redaksi//

Angatberita.id 

Kaprwil jawa timur 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Nasional

Artikel Populer