SUMENEP||angkatberita – Bakat seni rupa istimewa ditunjukkan oleh Ana Syifaul Millah, siswi kelas VI SDIT Al Hidayah Sumenep. Di usia yang masih belia, siswi asal Desa Saronggi, Kecamatan Saronggi itu berhasil mencuri perhatian setelah lukisannya yang menggambarkan gedung BPRS Sumekar mendapat apresiasi langsung dari Direktur Utama BPRS Sumekar Sumenep, Hairil Fajar, kamis (10/9)
Siswi yang akrab disapa Syifa ini memang bukan sosok baru di dunia seni rupa Sumenep. Kegemarannya menggambar sudah terlihat sejak usia dini. Berawal dari hobi sederhana, bakat tersebut terus diasah secara serius melalui latihan rutin, bimbingan, serta keikutsertaan aktif dalam berbagai perlombaan seni.
Kerja keras itu membuahkan hasil. Syifa telah mengantongi sejumlah prestasi di bidang seni lukis dan gambar. Bahkan, berdasarkan keterangan keluarga, beberapa karya terbaiknya pernah dikoleksi oleh dua pejabat di Kabupaten Sumenep.
Jam terbang Syifa di dunia seni pun terus bertambah. Ia tercatat pernah tampil dalam Pameran Muda-Mudi Sumenep dan pameran kaligrafi se-Madura. Ajang tersebut menjadi ruang penting baginya untuk mengasah mental dan memperkenalkan karyanya ke publik yang lebih luas.
Puncak apresiasi terbaru datang dari BPRS Sumekar Sumenep. Bank milik Pemerintah Kabupaten Sumenep itu memberikan kepercayaan khusus kepada Syifa untuk melukis tampak depan gedung kantor pusat BPRS Sumekar.
Dengan ketekunan dan detail yang mengagumkan untuk ukuran anak sekolah dasar, Syifa berhasil menyelesaikan lukisan tersebut menjadi sebuah karya yang membanggakan.
Bagi Syifa dan keluarga, kepercayaan ini bukan sekadar tugas melukis, melainkan sebuah penghargaan yang luar biasa. Di usia SD, ia sudah dipercaya mengabadikan salah satu ikon gedung BUMD di Sumenep.
Ayah Syifa, Moh. Adi, mengaku bangga melihat perkembangan putrinya. Ia menuturkan bahwa sejak kecil Syifa memang tidak bisa lepas dari pensil dan buku gambar.
“Sejak kecil Syifa memang senang menggambar. Sebagai orang tua, saya terus mendukung dengan mengikutkan di berbagai ajang perlombaan agar bakatnya semakin terasah,” ujar Moh. Adi.
Dukungan serupa juga mengalir dari pihak sekolah. Kepala sekolah beserta para ustaz dan ustazah SDIT Al Hidayah Sumenep secara konsisten memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan potensi masing-masing, termasuk Syifa. Bimbingan, motivasi, dan ruang untuk berkarya menjadi komitmen sekolah dalam mencetak generasi berprestasi.
Kisah Syifa menjadi semakin inspiratif karena ia tumbuh dari keluarga sederhana di Desa Saronggi. Keterbatasan tidak menyurutkan semangatnya untuk bermimpi besar. Baginya, menggambar bukan sekadar mengisi waktu luang, melainkan media untuk menuangkan gagasan, mengekspresikan diri, dan mengembangkan kreativitas.
Menanggapi karya tersebut, Direktur Utama BPRS Sumekar Sumenep, Hairil Fajar, memberikan apresiasi tinggi. Ia terkesan dengan detail dan ketekunan Syifa dalam menyelesaikan lukisan gedung BPRS Sumekar.
Hairil pun menitipkan pesan khusus agar Syifa tidak cepat berpuas diri.
“Terus berkarya, terus belajar, dan terus menginspirasi,” pesan Hairil Fajar kepada Syifa.

Komentar