Bangkalan: Antara Slogan dan Realita di Lapangan

- Redaksi

Minggu, 17 Agustus 2025 - 18:02 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bangkalan.angkatberita.id

Kabupaten Bangkalan Madura belakangan ini menjadi perbincangan hangat. Bukan karena prestasi, melainkan karena rentetan kasus yang mencoreng nama daerah.

Mulai dari kasus korupsi yang menjerat sejumlah oknum di tubuh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) hingga menyeret mereka ke meja hijau. Di sisi lain, aparat kepolisian terus berjibaku menghadapi maraknya peredaran narkoba. Tidak sedikit, pengedar maupun pengguna sabu digiring ke kantor polisi dari berbagai wilayah di Bangkalan.

Seakan belum cukup, aksi begal motor juga menghantui masyarakat di beberapa titik, menambah daftar panjang keresahan publik. Situasi ini membuat wajah Bangkalan semakin buram di mata masyarakat, bahkan hingga tingkat nasional.

Baca Juga :  Nama Pemilik Mulai Terkuak, Kasus Kecelakaan Rokok Bodong di Sampang, Nyali Bea Cukai Madura Diuji

Ironi terjadi ketika identitas religius tetap dikampanyekan lewat slogan besar di pintu masuk kota dari arah Jembatan Suramadu: “Selamat Datang di Bangkalan, Kota Dzikir dan Shalawat”. Namun kenyataan di lapangan seolah mengingkari pesan yang terpampang di gapura megah tersebut.

 

“Kalau kita lihat fakta hari ini, Bangkalan jauh dari sebutan kota religius. Slogan hanya jadi hiasan, sementara rakyat hidup dalam bayang-bayang korupsi, narkoba, dan begal. Inilah kenyataan pahit yang tidak bisa ditutup-tutupi lagi,” ungkap Kuncir (samaran), seorang warga sekaligus pemerhati sosial di Bangkalan, Minggu (17/8).

Baca Juga :  Puskesmas Tanah Merah Terapkan Alur Pelayanan Mobile, Warga Tak Lagi Bingung

 

Kontradiksi antara identitas spiritual yang diagungkan dengan realitas yang terjadi justru memunculkan stigma baru: Bangkalan sedang bersembunyi di balik topeng religiusitas. Tantangan besar kini ada di tangan penegak hukum dan pemerintah daerah: apakah mampu mengembalikan marwah Bangkalan sebagai kota yang benar-benar layak menyandang predikat Kota Dzikir dan Shalawat, atau justru membiarkan masyarakat terus tenggelam dalam lingkaran kebohongan yang berkepanjangan.

Berita Terkait

Berlarut-Larut Kasus Sengketa Tanah Dengan PDAM Gresik Ahli Waris Gandeng LBH Brawijaya Majapahit Nusantara Sidoarjo
Ada Apa dengan Laporan Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Polres Pelabuhan Belawan? Hampir Tiga Pekan, SP2HP Belum Diterima Pelapor
Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas
Rayakan HUT ke-25, Demokrat Muratara Turun ke Desa Gelar Gotong Royong dan Cek Kesehatan Gratis
Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga
“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru
Aset Tanah Pemkab Sampang Dijual, DPRD Mengaku Tak Pernah Membahas
80 Tahun Indonesia Merdeka, PUDAM Bangkalan Perkuat Semangat Pelayanan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 21:25 WIB

Berlarut-Larut Kasus Sengketa Tanah Dengan PDAM Gresik Ahli Waris Gandeng LBH Brawijaya Majapahit Nusantara Sidoarjo

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 21:22 WIB

Ada Apa dengan Laporan Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Polres Pelabuhan Belawan? Hampir Tiga Pekan, SP2HP Belum Diterima Pelapor

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:30 WIB

Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:01 WIB

Rayakan HUT ke-25, Demokrat Muratara Turun ke Desa Gelar Gotong Royong dan Cek Kesehatan Gratis

Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:49 WIB

Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga

Berita Terbaru