
Bangkalan.angkatberita.id
Alumni SMAN 1 Bangkalan (Smansaba) angkatan 1993 menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam (SAW) dengan penuh khidmat dan semarak. Acara ini berlangsung di Pendopo Panji, Jalan Pemuda Kaffa No.141 Bangkalan, tepatnya di kediaman Hj. Sisa, salah satu alumni Smansaba ’93, Minggu, (28/9)
Peringatan Maulid kali ini menghadirkan penceramah KH. Ahmad Fauzi Sakdulloh Hadi yang membawakan tausiyah bertema “Akhlak Mulia Warisan Abadi Rasulullah.” Dalam ceramahnya, beliau menekankan pentingnya ibadah sosial sebagai amal yang paling dicintai Allah.
“Yang paling dicintai Allah adalah ibadah sosial yang mampu membantu orang dalam kesusahan, khususnya fakir miskin dan mereka yang membutuhkan pertolongan. Rasulullah bersabda, saya lebih suka membantu menyelesaikan problematika orang lain. Ibadah sosial adalah yang paling utama, tanpa mengurangi nilai ibadah shalat dan lainnya,” ujar KH. Ahmad Fauzi.
Menurut beliau, melalui silaturahmi dan kepedulian sosial, alumni Smansaba ’93 diharapkan dapat memperkokoh persaudaraan sekaligus meneladani akhlak Rasulullah dengan harapan kelak dapat dipertemukan kembali di surga.
Acara yang dipandu oleh moderator Eka Yuliastutik ini berlangsung meriah. Hadir para alumni Smansaba ’93 baik laki-laki maupun perempuan, diantaranya Rizal Morris, Siti Azizeh, Watik, Nanang, Mia, Ledi Diana, Nasrin Insyiah, Iwan Kristianto, Jauhari, Ach. Komari, Sufianto, Muhaimin, Syahabuddin, Rony, Harun, Edy yang semuanya kini sudah mencapai karir masing-masing.
Suasana penuh keakraban makin terasa ketika nostalgia masa sekolah terlintas di antara canda dan tawa para alumni yang kini telah memasuki usia setengah abad.
Selain tausiyah, acara juga dimeriahkan oleh penampilan hadrah Majelis Az-Zahra yang menambah kekhidmatan suasana. Kehangatan semakin bertambah dengan adanya doorprize yang menggembirakan dan membawa keceriaan tersendiri bagi para peserta.
Momentum Maulid Nabi ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus pengingat bagi para alumni akan pentingnya menjaga nilai kebersamaan, persaudaraan, dan amal sosial. Semangat itu diharapkan terus terjaga sebagai warisan abadi yang ditinggalkan Rasulullah.
Robin







Komentar