Kepala Puskesmas Jeddih Bantah Dugaan Pungli Kenaikan Pangkat: “Saya Tidak Pernah Terima Uang!”

- Redaksi

Selasa, 14 Oktober 2025 - 20:04 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bangkalan. angkatberita.id

Kepala Puskesmas Jeddih, Kecamatan Socah, Bangkalan Purwanti, menegaskan bahwa dirinya menolak tegas segala bentuk praktik pungutan liar (pungli) dalam proses kenaikan pangkat Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan kerjanya.

“Saya pribadi tidak menerima uang tersebut. Nanti akan saya tanyakan ke operator kami,” ujarnya singkat saat dikonfirmasi awak media di ruang kerjanya, Selasa (14/10).

Purwanti juga memastikan, apabila terbukti ada staf atau operator yang melakukan pungli, pihaknya akan mengambil langkah tegas dengan mengembalikan uang tersebut kepada ASN yang bersangkutan serta memberikan sanksi berupa Surat Peringatan (SP).

“Ya, tentunya uang itu akan dikembalikan dan operator akan saya berikan sanksi berupa SP,” tegasnya.

Pernyataan itu diperkuat oleh Sari Asih Larasati, selaku operator Puskesmas Jeddih. Ia menjelaskan bahwa pada tahun ini terdapat empat ASN yang diusulkan untuk proses kenaikan pangkat. Dari jumlah tersebut, hanya dua orang yang lolos uji kompetensi (Ukom), sementara dua lainnya tidak memenuhi syarat karena nilai angka kredit kurang dari 100.

Baca Juga :  Kidul Dalam Bershalawat Merayakan Maulid Nabi Muhammad Penuh Khidmat dan Kekompakan Warga

“Dua orang yang tidak lolos adalah perawat terampil ke perawat mahir, sedangkan dua yang lolos merupakan bidan mahir ke bidan penyelia,” jelas Asih.

Menurutnya, penilaian uji kompetensi telah mengacu pada peraturan Menteri PAN-RB dan dilakukan secara sistematis melalui aplikasi berbasis digital.

“Ketentuan itu sudah disesuaikan dengan Permenpan. Penilaian UKOM sekarang otomatis melalui sistem, bukan manual,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Tata Usaha (KaTU) Puskesmas Jeddih, Leli Mubarohah, menambahkan bahwa seluruh proses pengusulan kenaikan pangkat jabatan fungsional kini telah berbasis aplikasi e-Kinerja (E-Kin).

Baca Juga :  Dikerjakan Setengah Hati, Warga Kecam Perbaikan Jalan Nasional Kalianget yang Tebang Pilih

“Semua tahapan sudah melalui sistem aplikasi. Nilai muncul otomatis setelah ujian, jadi tidak ada celah manipulasi,” terang Leli.

Ia juga membantah keras tudingan pungli yang diarahkan ke pihaknya.

“Alhamdulillah, sampai saat ini kami belum pernah menerima uang sepeserpun dari ASN yang naik pangkat,” tegasnya.

Leli menjelaskan, pihak Puskesmas hanya berperan sebagai pengumpul dan pengantar berkas ke bagian kepegawaian di Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan.

“Dinas hanya memberi arahan soal berkas yang perlu dilengkapi untuk mengikuti uji kompetensi. Kami hanya memfasilitasi pengiriman berkas, bukan menentukan hasil,” pungkasnya.

Berita Terkait

Berlarut-Larut Kasus Sengketa Tanah Dengan PDAM Gresik Ahli Waris Gandeng LBH Brawijaya Majapahit Nusantara Sidoarjo
Ada Apa dengan Laporan Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Polres Pelabuhan Belawan? Hampir Tiga Pekan, SP2HP Belum Diterima Pelapor
Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas
Rayakan HUT ke-25, Demokrat Muratara Turun ke Desa Gelar Gotong Royong dan Cek Kesehatan Gratis
Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga
“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru
Aset Tanah Pemkab Sampang Dijual, DPRD Mengaku Tak Pernah Membahas
HMI Dorong Evaluasi IPAL 22 Puskesmas di Bangkalan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 21:25 WIB

Berlarut-Larut Kasus Sengketa Tanah Dengan PDAM Gresik Ahli Waris Gandeng LBH Brawijaya Majapahit Nusantara Sidoarjo

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 21:22 WIB

Ada Apa dengan Laporan Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Polres Pelabuhan Belawan? Hampir Tiga Pekan, SP2HP Belum Diterima Pelapor

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:30 WIB

Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:01 WIB

Rayakan HUT ke-25, Demokrat Muratara Turun ke Desa Gelar Gotong Royong dan Cek Kesehatan Gratis

Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:49 WIB

Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga

Berita Terbaru