Akal-Akalan Oknum Petugas untuk “Memeras”, Pengambilan BB Laka Dipersulit

- Redaksi

Sabtu, 16 November 2024 - 14:57 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep ( ANGKAT BERITA)  – Menari di atas luka. Pribahasa itu tampaknya sesuai untuk menggambarkan oknum polisi yang bertugas di Bagian Laka Satlantas Polres Sumenep. Pasalnya, untuk pengambilan kendaraan bermotor milik korban saja dipersulit.

Jelimetnya pengurusan barang bukti (BB) ditengarai hanya menjadi akal-akalan oknum petugas yang menginginkan uang tebusan. Tak pelak kalau fenomena tersebut viral di Video TikTok (Vidtok) @aminmaxgym, 15 November 2024.

Hingga berita ini diturunkan, sebanyak 8,8 juta yang menonton video itu dengan 64, 6 ribu komentar netizen. Mereka kompak menunjukan kekecewaannya terhadap penanganan Lakalantas di Satlantas Polres Sumenep.

Baca Juga :  Bungkam dan Membisu, Polsek Tambelangan Dinilai Tidak Transparan Tangani Kasus Narkoba

“Tidak ada critanya gratis, klo dah berurusan dng polisi”. Komentar salah satu akun TikTok @luwakpreng yang mendapatkan like hingga 17,5 ribu.

Sementara, pemilik akun TikTok @aminmaxgym dalam video itu menyatakan, bahwa pihaknya selaku keluarga korban menyayangkan perisriwa lakalantas menjadi bancakan oknum petugas.

Menurutnya, meski kedua belah pihak yang terlibat dalam kasus kecelakaan sudah damai secara kekeluargaan, tapi pengurusan di Bagian Laka Satlantas Polres Sumenep tetap saja dipersulit.

Baca Juga :  Syamsiah, Korban yang Dikorbankan: Fakta Persidangan Bongkar Rekayasa Kotor di Balik Kasus Penipuan

“Saya kecewa penanganan pengambilan kendaraan motor saudara saya ini dipersulit, karena dua belah pihak ini sudah damai,” kata pemilik akun TikTok Aminmxgym.

Berdasar informasi salah satu petugas, sudah biasa di Bagian Laka dari dulu “memeras” pihak-pihak yang terlibat dalam kecelakaan. Biasanya, oknum petugas berkomunikasi dengan sesama oknum petugas lainnya dengan singkatan TO (target operasi).

;;;;;;;

Berita Terkait

Perempuan di Sampang Diduga Dianiaya dan Disiram Sambal, Polisi Turun Tangan
Ditetapkan Tersangka, SPDP Kasus Dugaan Pencabulan Disabilitas Warga Camplong Diterima Kejari Sampang
Sengketa hak asuh anak di Pasuruan Berlanjut ke MA, LPA dan GM FKPPI Minta Pertimbangkan Fakta Persidangan
Terbitkan Surat Sehat Tanpa Periksa Pasien, Oknum Dokter Puskesmas Menggala Disorot Tajam LPK-GPI
Dua Kali Mangkir Pemeriksaan, Direktur PT SBP SH Bakal Dijemput Paksa Polisi
Manajemen SPBU 54.612.08 Diduga Tak Responsif, Aktivitas Pengisian Berulang Disebut Berlanjut dengan Pola Jam Berubah
Dugaan Pelanggaran POJK, KB Bukopin Pamekasan Tahan SK Pensiun Nasabah Setahun Lebih
Marak Dugaan Perjudian di Desa Kalibendo, Warga Pasirian Desak Polres Lumajang Tindak Tegas Penyelenggara

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 16:49 WIB

Perempuan di Sampang Diduga Dianiaya dan Disiram Sambal, Polisi Turun Tangan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

Sengketa hak asuh anak di Pasuruan Berlanjut ke MA, LPA dan GM FKPPI Minta Pertimbangkan Fakta Persidangan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

Terbitkan Surat Sehat Tanpa Periksa Pasien, Oknum Dokter Puskesmas Menggala Disorot Tajam LPK-GPI

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

Dua Kali Mangkir Pemeriksaan, Direktur PT SBP SH Bakal Dijemput Paksa Polisi

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

Manajemen SPBU 54.612.08 Diduga Tak Responsif, Aktivitas Pengisian Berulang Disebut Berlanjut dengan Pola Jam Berubah

Berita Terbaru