Sudah 1 Bulan Lebih! Jembatan Ambruk di Sampang Belum Tersentuh Perbaikan

- Redaksi

Selasa, 10 Desember 2024 - 17:34 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sampang ( ANGKAT BERITA) – Warga Dusun Bung Carba, Desa Karangpenang Oloh, Kecamatan Karangpenang, dibuat geram dengan sikap lamban pihak terkait dalam menangani jembatan yang ambruk di wilayah mereka. Padahal, jembatan tersebut menjadi akses vital bagi aktivitas warga sehari-hari.

H. Hasib, tokoh masyarakat Karangpenang, mengungkapkan bahwa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Forkopimcam telah turun ke lokasi pada November lalu. “Mereka sudah datang, melihat langsung, bahkan menaruh police line di sekitar lokasi. Tapi, setelah itu, tidak ada kabar sama sekali,” ujarnya dengan nada kecewa, Senin (10/12/2024).

Ambruknya jembatan ini tak hanya menghambat mobilitas warga, tetapi juga mengancam keselamatan mereka. Kini, kekhawatiran semakin meningkat karena sudah memasuki musim hujan, yang membuat kondisi jalan alternatif semakin licin dan berbahaya. “Setiap hari, warga terpaksa mencari jalan alternatif yang jauh lebih berisiko. Dengan cuaca seperti ini, potensi kecelakaan meningkat. Kami sudah menunggu terlalu lama, tapi belum ada tindakan nyata dari BPBD,” tambah H. Hasib.

Baca Juga :  Pelaksanaan Musdesus Desa Poreh Dipertanyakan, Tidak Dihadiri PJ Kades

Warga menilai tindakan BPBD yang hanya memasang garis polisi tanpa tindak lanjut merupakan bentuk ketidakpedulian terhadap keselamatan masyarakat. “Kami butuh tindakan, bukan janji! Sampai kapan jembatan ini dibiarkan ambruk?” seru salah satu warga dengan nada emosi.

Baca Juga :  Peringati HAB ke-78, Plt Bupati Langkat Ajak Jaga Kerukunan Umat di Pemilu

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Dinas BPBD belum memberikan tanggapan terkait persoalan ini. Sementara itu, warga terus mendesak agar pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi permasalahan ini sebelum situasi semakin memburuk.

Musim hujan yang terus berlangsung menjadi ancaman serius bagi warga setempat, terutama jika perbaikan jembatan terus tertunda. Kondisi ini menjadi cermin betapa pentingnya pemerintah mendengarkan aspirasi masyarakat dan memberikan solusi cepat untuk masalah infrastruktur yang berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari. Apakah jembatan ini akan terus dibiarkan menjadi “monumen ketidakpedulian”? Warga menunggu jawabannya.;;;;;;;

Berita Terkait

Empat Orang Satu Keluarga Terjatuh di Jalan Imam Bonjol Sampang, Diduga Akibat Tumpahan Minyak
Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas
Besi Tulangan Proyek SPAM Murtajih Terukur 11,2 Milimeter, DPRKP Pamekasan Belum Beri Penjelasan
Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga
“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru
Proyek Pelebaran Jembatan dan Jalan Pantura bProbolinggo-lumajang diduga Tanpa Mikirkan Hajat Pengguna Jalan.
Dua Kali Mangkir Pemeriksaan, Direktur PT SBP SH Bakal Dijemput Paksa Polisi
Pentas Budaya Minang dan India Warnai Malam Kebersamaan di Kuala Tungkal

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 19:05 WIB

Empat Orang Satu Keluarga Terjatuh di Jalan Imam Bonjol Sampang, Diduga Akibat Tumpahan Minyak

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:30 WIB

Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas

Kamis, 13 Agustus 2026 - 18:54 WIB

Besi Tulangan Proyek SPAM Murtajih Terukur 11,2 Milimeter, DPRKP Pamekasan Belum Beri Penjelasan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:49 WIB

Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga

Kamis, 13 Agustus 2026 - 06:23 WIB

“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru

Berita Terbaru