Warga Heboh! Stempel Desa Beralih Tangan, Siapa Dalang di Baliknya?

- Redaksi

Sabtu, 21 Desember 2024 - 18:18 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Karikatur Balai Desa

Sampang (ANGKAT BERITA) – Warga Desa Anggersek, Kecamatan Camplong Kabupaten Sampang, mengungkapkan keluhan terkait perilaku Penjabat (PJ) Kepala Desa Anggersek, Mahad, yang dianggap tidak menjalankan tugasnya dengan baik.

Warga menyebut bahwa Mahad menyerahkan stempel desa kepada seorang mentor, yang diduga tidak memiliki kewenangan resmi untuk menjalankan tugas administrasi desa, sehingga menimbulkan keresahan.

Salah satu warga inisial M mengungkapkan, “Kami kecewa karena administrasi desa menjadi tidak jelas. Stempel desa itu simbol otoritas, kenapa diserahkan begitu saja ke pihak yang bukan pejabat desa? Hal ini merugikan warga, terutama yang membutuhkan layanan administratif.”

Perlu diketahui Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 84 Tahun 2015 tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja Pemerintah Desa, kepala desa bertanggung jawab penuh terhadap penggunaan stempel desa. Menyerahkan stempel kepada pihak lain tanpa alasan yang sah dapat dianggap sebagai penyalahgunaan wewenang.

Baca Juga :  Kapolres Langkat, Sosok Pemimpin yang Dekat dan Penuh Cinta pada Anak-Anak

Selain itu, dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, Pasal 26 Ayat (4) menyatakan bahwa kepala desa bertanggung jawab atas penyelenggaraan pemerintahan desa, termasuk administrasi dan distribusi bantuan sosial.

Pelanggaran terhadap tanggung jawab ini dapat dikenakan sanksi administratif hingga pemberhentian dari jabatan, sebagaimana diatur dalam Pasal 30 undang-undang tersebut.

Guna menjaga keseimbangan informasi, tim media telah mencoba menghubungi Mahad, PJ Kepala Desa Anggersek, untuk meminta tanggapan terkait keluhan warga. Namun, hingga berita ini diterbitkan, Mahad belum memberikan konfirmasi. Kami tetap membuka ruang bagi Mahad untuk memberikan klarifikasi atas persoalan yang diadukan oleh warga ini.

Baca Juga :  Semarak Kemerdekaan RI ke 80 Warga Perum Graha Mentari Gelar Puluhan Lomba Hingga Karaoke dan Kuliner

Warga berharap pemerintah kecamatan Camplong maupun kabupaten Sampang segera mengambil tindakan tegas untuk mengevaluasi kinerja Mahad sebagai PJ Kepala Desa, sesuai prosedur yang berlaku.

“Masalah ini tidak boleh dibiarkan karena menyangkut hak-hak masyarakat. Kami ingin keadilan dan perbaikan tata kelola desa,” tegas salah seorang warga. Sabtu 21/12

;;;

Berita Terkait

Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas
Besi Tulangan Proyek SPAM Murtajih Terukur 11,2 Milimeter, DPRKP Pamekasan Belum Beri Penjelasan
Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga
“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru
Proyek Pelebaran Jembatan dan Jalan Pantura bProbolinggo-lumajang diduga Tanpa Mikirkan Hajat Pengguna Jalan.
Dua Kali Mangkir Pemeriksaan, Direktur PT SBP SH Bakal Dijemput Paksa Polisi
80 Tahun Indonesia Merdeka, PUDAM Bangkalan Perkuat Semangat Pelayanan
Kolaborasi Budaya Melayu-Tionghoa Tutup Meriah Pentas Bhineka Kebangsaan, Tanjab Barat Teguhkan Semangat Persatuan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:30 WIB

Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas

Kamis, 13 Agustus 2026 - 18:54 WIB

Besi Tulangan Proyek SPAM Murtajih Terukur 11,2 Milimeter, DPRKP Pamekasan Belum Beri Penjelasan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:49 WIB

Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga

Kamis, 13 Agustus 2026 - 06:23 WIB

“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru

Rabu, 12 Agustus 2026 - 18:50 WIB

Proyek Pelebaran Jembatan dan Jalan Pantura bProbolinggo-lumajang diduga Tanpa Mikirkan Hajat Pengguna Jalan.

Berita Terbaru