Mahasiswa Untag Surabaya Ciptakan Alarm Darurat untuk Wujudkan Tambaksari Bebas Kejahatan

- Redaksi

Minggu, 22 Desember 2024 - 15:35 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Mahasiswa UNTAG SURABAYA

Surabaya (ANGKAT BERITA) – Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya yang tergabung dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN Non-Reguler) di Kelurahan Gading RW 10 Tambaksari meluncurkan inovasi berupa alarm emergency. Inovasi ini dirancang untuk meningkatkan keamanan warga dalam menghadapi situasi darurat, seperti kebakaran, bencana alam, atau tindak kejahatan.

Program ini melibatkan mahasiswa dari berbagai jurusan di Untag Surabaya yang bekerja sama dengan warga setempat dan perangkat desa untuk mengembangkan teknologi sederhana yang efektif dan efisien.

Angga Dwi Permadi, selaku Sie Acara dalam pelaksanaan KKN ini, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut didukung oleh rekan-rekannya, yaitu Shinta Rahma Diana, Natanael Ivan, Mochammad Ricky Dwi Yulianto, dan Rafly Dhannie Aldiant.

Selain itu, kegiatan ini juga didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan, Ibu Dia Puspitasari, S.Sosio., M.Si, yang telah mengarahkan kegiatan ini hingga tuntas.

Melalui program ini, mahasiswa berkolaborasi dengan warga setempat untuk:

1. Merancang dan Menyebarkan Alarm Emergency
Sistem alarm dirancang agar mudah digunakan, dengan teknologi sederhana yang terjangkau oleh masyarakat setempat. Alarm ini berbasis sensor dan sirine, di mana sistem akan aktif secara otomatis jika terdeteksi getaran yang menandakan gempa atau jika tombol darurat ditekan oleh warga.

Baca Juga :  ULP Sumenep Pastikan Pasokan Listrik di Gereja dan Fasilitas Umum Jelang Nataru 2024 Aman

2. Sosialisasi dan Pelatihan Masyarakat
Mahasiswa memberikan pelatihan kepada warga mengenai cara mengoperasikan dan merawat alarm tersebut, sekaligus mengedukasi pentingnya tanggap darurat.

3. Pemberdayaan Masyarakat dalam Keamanan Kolektif
Proyek ini mendorong partisipasi aktif warga dalam menjaga lingkungan mereka, sehingga tercipta budaya gotong royong untuk keamanan bersama.

Program ini berlangsung selama bulan November hingga Desember 2024, dengan peresmian alarm emergency yang direncanakan pada minggu ketiga Desember. Inovasi ini diimplementasikan di wilayah Tambaksari, Surabaya, yang merupakan salah satu daerah padat penduduk dengan tingkat risiko kejadian darurat yang cukup tinggi.

Ide inovasi ini dilatarbelakangi oleh kurangnya sistem peringatan dini di Tambaksari, yang sering kali membuat warga terlambat merespons situasi darurat. Hal ini meningkatkan risiko kerugian baik secara material maupun non-material. Dengan adanya alarm emergency, warga di Desa Tambaksari diharapkan dapat lebih cepat bertindak dalam situasi darurat, sehingga meminimalkan dampak negatif.

Baca Juga :  Dana BK Mulus DD Semrawut " DPRD Sampang Komisi 1, DPMD, Kec.Torjun Jadi Sasaran Kritik "

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya atas dukungan penuh yang diberikan selama kegiatan KKN Non-Reguler ini. Bimbingan, arahan, dan fasilitas yang disediakan telah menjadi kunci keberhasilan kami dalam melaksanakan program ini,” ujar salah satu mahasiswa yang terlibat.

Inovasi ini diharapkan tidak hanya berdampak nyata dalam meningkatkan keamanan masyarakat tetapi juga memberdayakan warga melalui penerapan teknologi sederhana. Selain itu, program ini mencerminkan sinergi antara teori yang dipelajari di kampus dengan praktik langsung di lapangan.

Proyek ini juga menjadi inspirasi bagi kelompok KKN lainnya untuk terus berinovasi demi memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat. Diharapkan pula bahwa upaya mahasiswa Untag Surabaya ini menjadi solusi jangka panjang yang dapat meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi berbagai situasi darurat.

Dengan semangat gotong royong yang dikuatkan melalui program ini, warga Tambaksari diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih aman, bebas dari kejahatan, dan tanggap terhadap keadaan darurat.

;;;

Berita Terkait

Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas
Besi Tulangan Proyek SPAM Murtajih Terukur 11,2 Milimeter, DPRKP Pamekasan Belum Beri Penjelasan
Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga
“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru
Proyek Pelebaran Jembatan dan Jalan Pantura bProbolinggo-lumajang diduga Tanpa Mikirkan Hajat Pengguna Jalan.
Dua Kali Mangkir Pemeriksaan, Direktur PT SBP SH Bakal Dijemput Paksa Polisi
80 Tahun Indonesia Merdeka, PUDAM Bangkalan Perkuat Semangat Pelayanan
Kolaborasi Budaya Melayu-Tionghoa Tutup Meriah Pentas Bhineka Kebangsaan, Tanjab Barat Teguhkan Semangat Persatuan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:30 WIB

Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas

Kamis, 13 Agustus 2026 - 18:54 WIB

Besi Tulangan Proyek SPAM Murtajih Terukur 11,2 Milimeter, DPRKP Pamekasan Belum Beri Penjelasan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:49 WIB

Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga

Kamis, 13 Agustus 2026 - 06:23 WIB

“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru

Rabu, 12 Agustus 2026 - 18:50 WIB

Proyek Pelebaran Jembatan dan Jalan Pantura bProbolinggo-lumajang diduga Tanpa Mikirkan Hajat Pengguna Jalan.

Berita Terbaru