
SAMPANG||ANGKAT BERITA – Proyek HIPPA Air Barokah di Desa Bancelok tengah menuai sorotan tajam setelah ditemukan dugaan penyalahgunaan dana yang melibatkan sejumlah pekerjaan yang tidak memenuhi standar kualitas yang ditetapkan.
Material yang digunakan dalam proyek ini, seperti pasir dan batu, terkesan tidak sesuai dengan spesifikasi yang seharusnya. Bahkan, ada beberapa titik pekerjaan yang dikerjakan ulang seolah-olah hanya pembaruan dari pekerjaan lama, menimbulkan kecurigaan bahwa dana proyek telah diselewengkan.
Yang semakin mencurigakan, dari pantauan media di lapangan, terlihat bahwa pekerjaan tersebut sudah menunjukkan keretakan di beberapa bagian, khususnya di ujung dan di tengah struktur, padahal pekerjaan belum sepenuhnya selesai.
Keretakan yang muncul pada tahap awal ini menjadi tanda tanya besar mengenai kualitas pengerjaannya. Hal ini semakin memperkuat dugaan bahwa proyek ini tidak dikerjakan sesuai dengan prosedur dan standar yang berlaku.
Penjelasan yang diberikan oleh pekerja yang ada ditempat proyek pun semakin mengundang kekhawatiran, pekerja proyek mengungkapkan bahwa campuran semen dan pasir yang digunakan dalam pekerjaan ini adalah dengan perbandingan 1:8, yang jauh dari standar yang seharusnya.
Campuran yang tidak sesuai ini bisa menjadi salah satu penyebab utama keretakan yang terjadi, serta mencerminkan betapa rendahnya perhatian terhadap kualitas dan kelayakan material yang digunakan.
Yang semakin mengundang perhatian adalah respons Ketua HIPPA Air Barokah, Muhammad Muhlis, yang ketika dimintai tanggapan terkait temuan ini, justru mengalihkan tanggung jawab kepada PAW Kepala Desa Bancelok, Yanto.
Alih-alih memberikan klarifikasi langsung, Muhlis terkesan menghindar dari pertanyaan yang mengarah langsung kepada dirinya. Yang lebih mencurigakan, Muhlis dengan cepat mengarahkan tanggung jawab kepada Yanto, kepala desa yang baru, seakan-akan ia tidak terlibat sama sekali dalam pengawasan proyek ini.
Namun, justru inilah yang menimbulkan pertanyaan lebih besar. Apa sebenarnya peran Klebun (Kepala Desa) Bancelok dalam proyek ini? Apakah ia hanya bertanggung jawab dalam mendukung administrasi semata, ataukah dia turut memiliki kendali langsung dalam pelaksanaan proyek tersebut? Mengingat keterlibatannya dalam mengarahkan tanggung jawab kepada pihak lain, banyak pihak yang mempertanyakan apakah Yanto memiliki kuasa lebih dalam proyek ini atau sekadar menjadi figur administratif belaka.
Tindakan Muhlis yang terlihat menghindar dari klarifikasi justru menambah kecurigaan adanya permainan di balik layar yang melibatkan sejumlah pihak. Pengawasan yang lemah dan ketidakjelasan tanggung jawab dalam proyek ini dapat mengarah pada penyalahgunaan dana yang merugikan masyarakat Desa Bancelok.
Sebagai respons terhadap temuan ini, Team Garuda08 yang dikenal sebagai kelompok pengawas dan aktivis, berencana untuk mengambil langkah tegas dengan menyurati Ketua HIPPA Air Barokah serta Balai Besar BBWS P3-TGAI. Surat tersebut akan mengingatkan kedua pihak tersebut tentang pentingnya pengawasan yang lebih ketat dan transparansi dalam proyek ini, mengingat dugaan penyalahgunaan dana dan kualitas pekerjaan yang meragukan.
Tak hanya itu, Team Garuda08 juga mengungkapkan bahwa mereka akan melanjutkan pelaporan ini ke Aparat Penegak Hukum (APH), agar dugaan penyalahgunaan dana dan kualitas proyek yang buruk ini segera diselidiki lebih lanjut







Komentar