Kontroversi Bangunan Ibadah Menyerupai Ka’bah di Sampang: Ulama Tegaskan Sikap

- Redaksi

Sabtu, 4 Januari 2025 - 15:20 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Surat ke dua AUMA yang ditujukan Kepada Habib Abdurrahman khered, serta bangunan ibadah yang menyerupai Ka'bah

SAMPANG|| ANGKAT BERITA – Pembangunan  tempat ibadah menyerupai Ka’bah di Dusun Jiken, Desa Taman, Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang, menjadi sorotan masyarakat dan ulama.

Kontroversi ini memunculkan sejumlah respons, termasuk dari Habib Abdurrahman Khered, Ketua Front Persaudaraan Islam (FPI) Kabupaten Sampang, yang memberikan tanggapan terkait surat kedua dari Aliansi Ulama Madura (AUMA) yang ditujukan kepadanya.

Habib Abdurrahman khered, menjelaskan, informasi terkait proyek rumah ibadah yang menyerupai Ka’bah itu awalnya diterima dari kontraktor dan manajer proyek yang meminta bantuan untuk dapat bertemu dengan ketua AUMA Abuya kiai Karrar Sinhaji, Pihaknya kemudian menyampaikan permohonan tersebut kepada Abuya Kiai Ali Karrar Sinhaji.

Dan saat itu juga Abuya merespons dengan memberikan jawaban dalam bentuk surat resmi yang isinya

“AUMA hanya menyampaikan sikap dan saran dari masyaikh yang hadir dan bertanda tangan dalam musyawarah Senin 30/12/24

Maka demi kemaslahatan bersama silahkan jalankan saran dan masukan tersebut dan jika tidak kami lepas tanggung jawab seandainya terjadi sesuatu yang tidak kami harapkan” begitu bunyi dalam surat tersebut.

Baca Juga :  Dinas Pendidikan Sampang Terlambat Cairkan Insentif, Dewan Pendidikan Soroti Lemahnya Kordinasi

Surat tersebut ditanda tangani oleh ketua umum KH. Karrar Sinhaji dan sekretaris umum Drs KH Fadholi Moh Runam M.Si

Selanjutnya, pelaksana dan manajer  pembangunan tempat ibadah yang menyerupai Ka’bah tersebut  menyempatkan diri bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Al-Haromain Duwa’ Pote.

Dalam pertemuan tersebut, mereka bertemu Kiai Izzat Hasan Iraqi untuk meminta bantuan menjembatani komunikasi antara pihak pelaksana dan Abuya Kiai Ali Karrar. Awalnya, Kiai Izzat menyanggupi untuk membantu, tetapi rencana itu batal setelah mengetahui adanya surat balasan dari Abuya kiai Karrar.

“Kiai Izzat memutuskan untuk membatalkan upayanya setelah mengetahui adanya surat kedua terkait sikap dan saran masaikh terhadap pembangunan tempat ibadah yang menyerupai Ka’bah tersebut,” ujar Habib Abdurrahman. Sabtu (04/01/25)

Habib Abdurrahman menambahkan bahwa terkait adanya pemberitaan disalah satu media online yang menyebut ulama dan umaro mendukung pembangunan tempat ibadah yang menyerupai Ka’bah tersebut tidak benar.

Ia mengungkapkan bahwa sejumlah ulama secara tegas menolak bentuk bangunan itu meskipun tidak menolak fungsinya sebagai masjid/Mushalla atau tempat ibadah.

Baca Juga :  Polres Sumenep Turun Gunung Jelang Ramadhan, Pidsus Pastikan Harga Sembako di Pasar Anom Tetap Terkendali

“Yang ditolak adalah bentuk bangunannya, bukan tempat ibadahnya. Para ulama menyarankan untuk melakukan modifikasi, seperti menambah atap, mengubah warna cat, atau melakukan perubahan lainnya agar tidak menyerupai Ka’bah,” tambahnya.

Para ulama mengkhawatirkan bahwa bangunan menyerupai Ka’bah ini dapat menimbulkan persepsi keliru di masyarakat. Ka’bah adalah simbol sakral dalam Islam yang seharusnya dijaga kesuciannya. Pembangunan replika dengan bentuk serupa dikhawatirkan dapat mereduksi makna simbolis tersebut.

Habib Abdurrahman khered mengajak semua pihak untuk menjaga suasana kondusif dan menghormati nilai-nilai Islam. Ia berharap solusi terbaik dapat ditemukan melalui komunikasi yang baik antara pihak proyek, masyarakat, dan ulama.

“Penting untuk menjunjung musyawarah dan mencari jalan tengah. Kita berharap bangunan ini dapat dimodifikasi tanpa mengurangi fungsi utamanya sebagai masjid atau tempat ibadah,” tutupnya.

Kontroversi ini menjadi pengingat akan pentingnya komunikasi terbuka dan konsultasi dengan ulama sebelum mengambil langkah yang dapat memengaruhi nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat.

Berita Terkait

Berlarut-Larut Kasus Sengketa Tanah Dengan PDAM Gresik Ahli Waris Gandeng LBH Brawijaya Majapahit Nusantara Sidoarjo
Ada Apa dengan Laporan Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Polres Pelabuhan Belawan? Hampir Tiga Pekan, SP2HP Belum Diterima Pelapor
Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas
Rayakan HUT ke-25, Demokrat Muratara Turun ke Desa Gelar Gotong Royong dan Cek Kesehatan Gratis
Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga
“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru
Aset Tanah Pemkab Sampang Dijual, DPRD Mengaku Tak Pernah Membahas
Dugaan Pelanggaran POJK, KB Bukopin Pamekasan Tahan SK Pensiun Nasabah Setahun Lebih

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 21:25 WIB

Berlarut-Larut Kasus Sengketa Tanah Dengan PDAM Gresik Ahli Waris Gandeng LBH Brawijaya Majapahit Nusantara Sidoarjo

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 21:22 WIB

Ada Apa dengan Laporan Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Polres Pelabuhan Belawan? Hampir Tiga Pekan, SP2HP Belum Diterima Pelapor

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:30 WIB

Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:01 WIB

Rayakan HUT ke-25, Demokrat Muratara Turun ke Desa Gelar Gotong Royong dan Cek Kesehatan Gratis

Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:49 WIB

Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga

Berita Terbaru