Dugaan Markup Harga Pengadaan Barang dan jasa Dinkes Sampang Mencuat ” Ada Nama CV Gatra “

- Redaksi

Kamis, 9 Januari 2025 - 18:01 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Screenshot Dinkes Sampang

SAMPANG|| ANGKAT BERITA – Pengadaan barang dan Jasa di Dinas Kesehatan Kabupaten Sampang menjadi sorotan tajam.

Pasalnya selama satu tahun berturut-turut, proyek pengadaan ini diduga hanya diberikan kepada dua perusahaan, CV Nagaslaya dan CV Gatra, Sebesar kurang lebih 5 M dalam setahun melalui penunjukan langsung yang dianggap melanggar aturan.

Praktik ini memicu kecurigaan adanya pelanggaran terhadap Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Dalam aturan tersebut, penunjukan langsung hanya diperbolehkan jika memenuhi syarat tertentu, seperti keadaan darurat atau barang/jasa yang hanya bisa disediakan oleh satu penyedia.

Namun, pengadaan barang dan jasa yang melibatkan dua CV ini berlangsung rutin perbulan tanpa alasan yang jelas, sehingga memunculkan dugaan monopoli dan ketidaktransparanan.

Baca Juga :  Bea Cukai Madura Bergaya Otoriter, Pers Dihalang Halangi Saat Akan Meliput Audensi

Selain hal diatas ditemukan ketidakwajaran harga disetiap item barang, jika dibandingkan dengan E Catalog merk yang sama pada penyedia berbeda, ditemui perbandingan harga yang cukup signifikan, dengan nama dan jenis produk yang sama diketahui lebih mahal.

Saat dimintai tanggapan, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan (Kabid Yankes) Dinas Kesehatan Sampang menolak memberikan penjelasan.

Ia berdalih bahwa dirinya tidak memiliki kewenangan untuk menjawab pertanyaan wartawan.

Sementara itu, Direktur CV Gatra, juga memilih bungkam tanpa memberikan klarifikasi atas dugaan ini. Rabu (08/01)

Baca Juga :  Baru Dibangun, Puskesmas Mandangin Sudah Bocor: Proyek Miliaran Diduga Asal Jadi

Jika terbukti ada pelanggaran, maka pihak-pihak yang terlibat harus bertanggung jawab secara hukum.

“Kami melihat ini sebagai bentuk monopoli terselubung yang menguntungkan segelintir pihak. Pengadaan ini adalah sektor vital, dan tidak boleh ada penyimpangan sekecil apa pun,” tegas salah satu aktivis di Sampang.

Praktik seperti ini tidak hanya melanggar aturan pengadaan barang/jasa, tetapi juga berpotensi merugikan keuangan negara dan menutup peluang bagi pelaku usaha lainnya.

Dugaan kuat adanya unsur kolusi atau penyalahgunaan wewenang pun mencuat, yang harus segera diselidiki oleh pihak berwenang.

Berita Terkait

Berlarut-Larut Kasus Sengketa Tanah Dengan PDAM Gresik Ahli Waris Gandeng LBH Brawijaya Majapahit Nusantara Sidoarjo
Ada Apa dengan Laporan Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Polres Pelabuhan Belawan? Hampir Tiga Pekan, SP2HP Belum Diterima Pelapor
Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas
Rayakan HUT ke-25, Demokrat Muratara Turun ke Desa Gelar Gotong Royong dan Cek Kesehatan Gratis
Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga
“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru
Aset Tanah Pemkab Sampang Dijual, DPRD Mengaku Tak Pernah Membahas
Dugaan Pelanggaran POJK, KB Bukopin Pamekasan Tahan SK Pensiun Nasabah Setahun Lebih

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 21:25 WIB

Berlarut-Larut Kasus Sengketa Tanah Dengan PDAM Gresik Ahli Waris Gandeng LBH Brawijaya Majapahit Nusantara Sidoarjo

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 21:22 WIB

Ada Apa dengan Laporan Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Polres Pelabuhan Belawan? Hampir Tiga Pekan, SP2HP Belum Diterima Pelapor

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:30 WIB

Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:01 WIB

Rayakan HUT ke-25, Demokrat Muratara Turun ke Desa Gelar Gotong Royong dan Cek Kesehatan Gratis

Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:49 WIB

Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga

Berita Terbaru