Breaking News

Viral TikTok! Kafe Asmaraloka Camplong, Dikatain Katain Jorok, Netizen Keluhkan Pelayanan, Satpol PP Diminta Cek PBG

Masyarakat kini menanti, apakah pemerintah akan bertindak cepat dan tegas, atau kembali terkesan lamban setelah kasus viral?

Angkat Berita - Redaksi
2 menit baca•3 tayangan

SAMPANG (ANGKAT BERITA) – Kafe Asmaraloka yang berlokasi di Desa Sejati Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, baru baru ini mendadak menjadi perbincangan hangat publik setelah video keramaian di lokasi tersebut viral di TikTok. Rabu (18/03)

Dalam video yang beredar luas, terlihat kondisi kafe dipadati pengunjung hingga memicu kerumunan, narasi dalam video bahkan menyebutkan harapan agar “kafe Asmaraloka cepat membaik”, yang mengindikasikan adanya persoalan di balik operasional tempat tersebut.

Tak butuh waktu lama, kolom komentar pun dipenuhi beragam reaksi netizen, mulai dari kritik pelayanan hingga dugaan manajemen yang amburadul.

Sejumlah komentar menyuarakan kekecewaan terhadap pelayanan di lokasi, salah satu akun menyebut:

“Biasakan booking dulu, jangan langsung masuk pas mesen…”

Namun komentar tersebut langsung dibantah oleh pemilik unggahan yang mengaku sudah melakukan pemesanan sebelumnya.

Keluhan lebih tajam datang dari netizen lain yang mengaku mengalami keterlambatan ekstrem:

“Jam 5 mesen makan minum, sampai jam 8 malam belum keluar sama sekali… ditanya jawabnya malah lupa… cukup sekali, rumah makan terburuk.”

Komentar-komentar ini memperkuat dugaan adanya masalah serius dalam sistem pelayanan dan pengelolaan kafe.

Di tengah ramainya sorotan publik, muncul pertanyaan krusial terkait legalitas bangunan dan operasional usaha tersebutt, kafe yang mampu menampung kerumunan besar semestinya telah mengantongi izin lengkap, termasuk Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).

Jika terbukti belum memiliki PBG, maka operasional kafe tersebut patut dipertanyakan karena berpotensi melanggar aturan yang berlaku.

Masyarakat kini menunggu langkah tegas dari Satpol PP Kabupaten Sampang sebagai penegak Perda, jangan sampai viral di media sosial justru menjadi satu-satunya pemicu tindakan, sementara pelanggaran dibiarkan terjadi.

“Ini bukan sekadar soal pelayanan buruk, tapi juga menyangkut legalitas dan keselamatan, Satpol PP harus turun cek PBG-nya,” ujar salah satu pemerhati publik.

Jika ditemukan pelanggaran, Satpol PP diminta tidak hanya memberikan teguran, tetapi juga melakukan penindakan tegas sesuai aturan, termasuk opsi penyegelan.

Kasus ini menjadi ujian serius bagi Pemerintah Kabupaten Sampang, di satu sisi, geliat usaha memang perlu didukung. Namun di sisi lain, aturan tidak boleh dilanggar.

Masyarakat kini menanti, apakah pemerintah akan bertindak cepat dan tegas, atau kembali terkesan lamban setelah kasus viral?

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Nasional

Artikel Populer