Tidak Ada Papan Nama, Material Tak Sesuai RAB Proyek SDN Ragung 2 Berbau Masalah

- Redaksi

Sabtu, 7 Desember 2024 - 09:34 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sampang ( ANGKAT BERITA) -Pengerjaan proyek rehabilitasi ruang kelas SDN Ragung 2 di Kecamatan Pangarengan, Kabupaten Sampang, yang didanai dari DAU APBD 2024 sebesar Rp299.928.590,41, menuai kritik tajam. Proyek yang dipercayakan kepada CV. Samsu Indah Abadi seharusnya meningkatkan fasilitas pendidikan, namun justru memunculkan kekhawatiran akan kualitas dan ketepatan penyelesaiannya.

Pantauan di lapangan pada Jumat (7/12/2024) mengungkapkan berbagai kejanggalan serius. Tidak ada papan nama proyek sebagai bentuk transparansi kepada publik. Lebih parah lagi, pekerjaan tanah dan pondasi belum terlihat, sementara pengerjaan kusen, pintu, dan jendela sama sekali belum dimulai. Secara keseluruhan, progres pekerjaan baru mencapai 40%. Dengan sisa waktu yang terbatas sebelum masa kontrak berakhir pada 16 Desember 2024, besar kemungkinan proyek ini tidak akan selesai tepat waktu.

Baca Juga :  BADKO HMI JATIM Gelar FGD Tentang Sisi Terang & Gelap BUMD Pemprov Jatim

Tidak hanya itu, material yang digunakan seperti pasir dan batu disinyalir tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Hal ini memunculkan kekhawatiran akan kualitas bangunan yang dihasilkan, yang seharusnya menjadi fasilitas pendidikan yang layak dan aman bagi para siswa.

Ketua investigasi Team Garuda08, Maz Ulul, menyoroti ketidakberesan ini dengan tegas. “Proyek ini jauh dari standar yang ditetapkan. Tidak hanya progresnya lambat, kami juga menduga adanya penyimpangan pada kualitas material yang digunakan. Jika ini terus dibiarkan, pelaksana proyek bisa masuk daftar hitam (blacklist),” ujar Maz Ulul.

Baca Juga :  Bantu Warga Musibah Kebakaran, Polsek Stabat Gelar Bakti Sosial

Hingga berita ini diturunkan, pihak pelaksana belum dapat dihubungi untuk memberikan klarifikasi. Minimnya transparansi dan dugaan penyimpangan ini mengundang desakan dari berbagai pihak agar pemerintah daerah segera turun tangan untuk melakukan inspeksi mendalam dan memastikan tidak ada penyalahgunaan dana publik dalam proyek ini.

Proyek ini menjadi ujian bagi pemerintah Kabupaten Sampang dalam menjaga akuntabilitas penggunaan anggaran, sekaligus memastikan bahwa kepentingan masyarakat, terutama dalam bidang pendidikan, tidak dikorbankan.

;;;;;;;

Berita Terkait

Empat Orang Satu Keluarga Terjatuh di Jalan Imam Bonjol Sampang, Diduga Akibat Tumpahan Minyak
Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas
Besi Tulangan Proyek SPAM Murtajih Terukur 11,2 Milimeter, DPRKP Pamekasan Belum Beri Penjelasan
Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga
“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru
Proyek Pelebaran Jembatan dan Jalan Pantura bProbolinggo-lumajang diduga Tanpa Mikirkan Hajat Pengguna Jalan.
Dua Kali Mangkir Pemeriksaan, Direktur PT SBP SH Bakal Dijemput Paksa Polisi
80 Tahun Indonesia Merdeka, PUDAM Bangkalan Perkuat Semangat Pelayanan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 19:05 WIB

Empat Orang Satu Keluarga Terjatuh di Jalan Imam Bonjol Sampang, Diduga Akibat Tumpahan Minyak

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:30 WIB

Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas

Kamis, 13 Agustus 2026 - 18:54 WIB

Besi Tulangan Proyek SPAM Murtajih Terukur 11,2 Milimeter, DPRKP Pamekasan Belum Beri Penjelasan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:49 WIB

Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga

Kamis, 13 Agustus 2026 - 06:23 WIB

“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru

Berita Terbaru