Proyek Rabat Beton Desa Rapa Daya Disorot, Keretakan dan Kurangnya Transparansi Pelaksanaan

- Redaksi

Selasa, 13 Agustus 2024 - 07:57 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sampang||angkatberita.com – Proyek pembangunan infrastruktur yang dibiayai oleh dana desa di Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, kembali menjadi sorotan publik setelah sebelumnya ditemukan permasalahan di Desa Rapa Laok.

Kali ini perhatian tertuju pada Desa Rapa Daya, khususnya di Dusun Ampenang dan Ambulu. Proyek rabat beton yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas infrastruktur desa justru menuai kritik tajam dari warga setempat.

Warga Dusun Ampenang dan Ambulu mengungkapkan keprihatinan mereka terhadap hasil pengerjaan rabat beton yang baru saja selesai. Padahal baru berumur seminggu, proyek yang seharusnya membawa perubahan positif bagi desa tersebut sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan. Keretakan muncul di berbagai titik jalan beton tersebut, mengundang kekhawatiran bahwa infrastruktur yang dibangun dengan dana desa tidak akan bertahan lama.

Baca Juga :  Bupati Tanjabbar Lantik Pejabat Eselon II Hingga IV dan Fungsional, Ini Daftar Lengkap Nama dan Jabatannya

“Beton ini baru saja selesai, tapi sudah ada retakan di mana-mana. Bagaimana bisa seperti ini? Dana desa itu kan untuk kesejahteraan kita, tapi hasilnya seperti ini, tentu kami sangat kecewa,” ungkap seorang warga Dusun Ampenang yang tidak ingin disebutkan namanya.

Selain keretakan, hasil finishing dari proyek rabat beton ini juga dinilai kurang rapi dan terkesan dikerjakan asal-asalan. Hal ini semakin memperkuat pandangan warga bahwa proyek tersebut tidak dikerjakan dengan serius oleh pihak pelaksana desa. Mereka mempertanyakan kualitas material yang digunakan dan profesionalisme dari pekerja yang terlibat dalam proyek ini.

Kritikan tidak hanya berhenti pada kualitas pengerjaan, tetapi juga terhadap transparansi pelaksanaan proyek. Hingga saat ini, tidak ada prasasti atau plakat yang dipasang di lokasi proyek, yang biasanya digunakan sebagai penanda dan informasi mengenai detail proyek seperti anggaran dan pihak pelaksana. Ketiadaan prasasti ini menimbulkan pertanyaan besar di kalangan warga mengenai keterbukaan dan akuntabilitas penggunaan dana desa.

Baca Juga :  Ratusan Ormas Hadiri Apel Siaga Kamtibmas, Polres Jakbar Ajak Jaga Jakarta Secara Harmonis

Saat dimintai tanggapan, pihak pelaksana Desa Rapa Daya hanya berkilah bahwa keretakan tersebut disebabkan oleh faktor cuaca. “Itu karena faktor cuaca, Mas,” kilahnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak pemerintah Desa Rapa Daya terkait keretakan dan ketiadaan prasasti tersebut. Warga berharap ada langkah konkret yang segera diambil oleh pihak berwenang untuk memperbaiki kerusakan dan memastikan proyek tersebut dapat diselesaikan dengan baik, serta mendesak adanya transparansi dalam pelaksanaan proyek di masa mendatang.

Berita Terkait

Empat Orang Satu Keluarga Terjatuh di Jalan Imam Bonjol Sampang, Diduga Akibat Tumpahan Minyak
Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas
Besi Tulangan Proyek SPAM Murtajih Terukur 11,2 Milimeter, DPRKP Pamekasan Belum Beri Penjelasan
Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga
“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru
Proyek Pelebaran Jembatan dan Jalan Pantura bProbolinggo-lumajang diduga Tanpa Mikirkan Hajat Pengguna Jalan.
Dua Kali Mangkir Pemeriksaan, Direktur PT SBP SH Bakal Dijemput Paksa Polisi
Layangan Kembali Menghiasi Langit Kuala Tungkal, 130 Peserta Ramaikan Lomba Sauk’an

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 19:05 WIB

Empat Orang Satu Keluarga Terjatuh di Jalan Imam Bonjol Sampang, Diduga Akibat Tumpahan Minyak

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:30 WIB

Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas

Kamis, 13 Agustus 2026 - 18:54 WIB

Besi Tulangan Proyek SPAM Murtajih Terukur 11,2 Milimeter, DPRKP Pamekasan Belum Beri Penjelasan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:49 WIB

Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga

Kamis, 13 Agustus 2026 - 06:23 WIB

“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru

Berita Terbaru