Sampang||angkatberita.com – Proyek pembangunan infrastruktur yang dibiayai oleh dana desa di Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, kembali menjadi sorotan publik setelah sebelumnya ditemukan permasalahan di Desa Rapa Laok.
Kali ini perhatian tertuju pada Desa Rapa Daya, khususnya di Dusun Ampenang dan Ambulu. Proyek rabat beton yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas infrastruktur desa justru menuai kritik tajam dari warga setempat.
Warga Dusun Ampenang dan Ambulu mengungkapkan keprihatinan mereka terhadap hasil pengerjaan rabat beton yang baru saja selesai. Padahal baru berumur seminggu, proyek yang seharusnya membawa perubahan positif bagi desa tersebut sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan. Keretakan muncul di berbagai titik jalan beton tersebut, mengundang kekhawatiran bahwa infrastruktur yang dibangun dengan dana desa tidak akan bertahan lama.
“Beton ini baru saja selesai, tapi sudah ada retakan di mana-mana. Bagaimana bisa seperti ini? Dana desa itu kan untuk kesejahteraan kita, tapi hasilnya seperti ini, tentu kami sangat kecewa,” ungkap seorang warga Dusun Ampenang yang tidak ingin disebutkan namanya.
Selain keretakan, hasil finishing dari proyek rabat beton ini juga dinilai kurang rapi dan terkesan dikerjakan asal-asalan. Hal ini semakin memperkuat pandangan warga bahwa proyek tersebut tidak dikerjakan dengan serius oleh pihak pelaksana desa. Mereka mempertanyakan kualitas material yang digunakan dan profesionalisme dari pekerja yang terlibat dalam proyek ini.
Kritikan tidak hanya berhenti pada kualitas pengerjaan, tetapi juga terhadap transparansi pelaksanaan proyek. Hingga saat ini, tidak ada prasasti atau plakat yang dipasang di lokasi proyek, yang biasanya digunakan sebagai penanda dan informasi mengenai detail proyek seperti anggaran dan pihak pelaksana. Ketiadaan prasasti ini menimbulkan pertanyaan besar di kalangan warga mengenai keterbukaan dan akuntabilitas penggunaan dana desa.
Saat dimintai tanggapan, pihak pelaksana Desa Rapa Daya hanya berkilah bahwa keretakan tersebut disebabkan oleh faktor cuaca. “Itu karena faktor cuaca, Mas,” kilahnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak pemerintah Desa Rapa Daya terkait keretakan dan ketiadaan prasasti tersebut. Warga berharap ada langkah konkret yang segera diambil oleh pihak berwenang untuk memperbaiki kerusakan dan memastikan proyek tersebut dapat diselesaikan dengan baik, serta mendesak adanya transparansi dalam pelaksanaan proyek di masa mendatang.






Komentar