Sampang||angkatberita.id – Proyek rabat beton di Desa Mambulu Barat, yang dibiayai dengan Dana Desa sebesar Rp141.974.500, menuai perhatian publik setelah media melakukan dua kali monitoring terhadap kondisi proyek tersebut.
Dalam jangka waktu dua bulan, proyek yang seharusnya meningkatkan infrastruktur desa ini justru mengalami kerusakan parah, memicu dugaan adanya penyimpangan anggaran hingga korupsi.
Pada 19 September 2024, media pertama kali melakukan monitoring terhadap proyek ini dan menemukan kondisi jalan yang memprihatinkan. Meskipun baru dua bulan sejak proyek ini selesai, rabat beton yang diharapkan dapat memperbaiki akses infrastruktur desa justru rusak parah. Dari hasil pemantauan, kualitas pengerjaan dinilai sangat buruk, sehingga proyek tersebut dianggap gagal.
Ketika dikonfirmasi, pelaksana kegiatan, yang merupakan mantan Kepala Desa Mambulu Barat, Darwis tidak memberikan respons yang jelas. Sikap tidak kooperatif ini menimbulkan kecurigaan bahwa pelaksana proyek lebih mengutamakan kepentingan pribadi daripada kepentingan masyarakat.
Hingga media ini menghubungi Samsul camat tambelangan, Samsul berjanji akan menyampaikan temuan tersebut kepada yang bersangkutan, dan dalam waktu dekat pekerjaan tersebut akan di perbaiki.
Dugaan adanya praktik korupsi semakin kuat, mengingat kualitas pengerjaan yang tidak sesuai dengan anggaran besar yang telah dialokasikan
Media ini kembali melakukan monitoring pada Hari ini 3 Oktober 2024, tepat 15 hari setelah janji perbaikan dari Camat Tambelangan.
Alih-alih mengalami perbaikan, kondisi rabat beton justru semakin rusak. Hal ini menambah kekecewaan masyarakat dan mempertanyakan tanggung jawab serta pengawasan dari Camat Tambelangan yang memiliki kewajiban mengawasi pelaksanaan proyek pembangunan di wilayahnya.
Saat pelaksana proyek dihubungi kembali terkait perkembangan perbaikan, Darwis dengan santainya menyatakan bahwa perbaikan belum dilakukan karena para pekerja “masih sibuk dengan acara muludan.” Sikap pelaksana proyek yang terkesan tidak peduli ini semakin menguatkan dugaan bahwa keuntungan pribadi lebih diutamakan daripada tanggung jawab kepada masyarakat.
Warga kini mempertanyakan peran Camat Tambelangan dalam pengawasan proyek ini. Meski telah berjanji akan meminta perbaikan dilakukan, kenyataannya tidak ada tindakan nyata di lapangan. Tanggapan Camat yang hanya berupa janji “akan menindaklanjuti” dianggap tidak tegas dan lamban, menambah kekecewaan warga terhadap lemahnya pengawasan yang dilakukan.
Seiring dengan semakin buruknya kondisi proyek ini, desakan masyarakat agar Camat Tambelangan dan pelaksana proyek segera bertanggung jawab semakin kuat. Dugaan bahwa dana desa digunakan untuk kepentingan pribadi semakin mengemuka. “Mana mungkin desa bisa maju kalau pemimpinnya stagnan, cuma mementingkan diri sendiri,” ungkap seorang warga dengan nada kecewa.
Jika dugaan korupsi ini benar, harapan warga Desa Mambulu Barat untuk memajukan infrastruktur desanya dengan Dana Desa hanya tinggal angan-angan.
Masyarakat menuntut adanya transparansi dalam penggunaan anggaran, perbaikan segera, dan tindakan tegas dari pihak terkait agar praktik semacam ini tidak terus berulang.







Komentar