
Sumenep (angkatberita) — Dugaan praktik pemerasan kembali mencoreng wajah pemerintahan desa di Kabupaten Sumenep. Kali ini, sorotan publik tertuju pada oknum Kepala Desa Jebe’en, Kecamatan Manding, berinisial H, yang diduga meminta uang kepada korban kasus penggelapan sepeda motor dengan dalih agar perkara tersebut bisa diproses hingga ke kepolisian.
Informasi yang dihimpun dari warga setempat menyebutkan, kasus ini bermula saat seorang warga meminjamkan sepeda motornya kepada pelaku. Namun, motor tersebut justru digelapkan dan tidak pernah dikembalikan. Merasa dirugikan, korban melapor hingga akhirnya pelaku berhasil diamankan oleh Polsek Manding.
Ironisnya, di tengah proses hukum yang berjalan, korban mengaku didatangi oknum Kades H dan dimintai uang sebesar Rp500 ribu. Permintaan tersebut disampaikan dengan alasan agar kasus penggelapan motor itu “bisa diteruskan” ke pihak kepolisian. Bahkan, uang tersebut diklaim akan diserahkan kepada aparat penegak hukum.
“Korban diminta Rp500 ribu katanya untuk polisi supaya kasusnya jalan. Tapi belakangan kami tahu uang itu tidak pernah sampai ke Polsek,” ungkap seorang warga yang enggan disebutkan namanya kepada wartawan.
Pernyataan tersebut kian menguat setelah Kanit Polsek Manding secara tegas membantah menerima uang dalam bentuk apa pun terkait penanganan kasus tersebut. Bantahan ini sekaligus mematahkan klaim oknum kades dan memunculkan dugaan kuat adanya penyalahgunaan wewenang serta praktik pemerasan terhadap warga.
“Dari pengakuan Kanit Polsek Manding, tidak pernah ada uang yang masuk atau diterima pihak kepolisian,” tambah narasumber.
Tak hanya soal dugaan pemerasan, warga Desa Jebe’en juga menyoroti pekerjaan pengerasan jalan senilai Rp215 juta yang berlokasi di Dusun Jungjungan. Hingga kini, proyek tersebut menuai tanda tanya karena dinilai tidak transparan, sementara Kepala Desa H memilih bungkam saat dimintai klarifikasi.
Warga mendesak inspektorat dan aparat penegak hukum untuk turun tangan melakukan audit menyeluruh terhadap proyek tersebut, sekaligus mengusut tuntas dugaan pemerasan yang menyeret nama kepala desa.
“Kami minta aparat jangan tutup mata. Audit proyek pengerasan dan usut dugaan pemerasan ini sampai tuntas,” tegas warga.







Komentar