
SAMPANG (ANGKAT BERITA) — Proyek Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) Desa Meteng, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, tahap I, dengan nilai anggaran Rp195.000.000, menuai masalah.
Pekerjaan yang belum setahun selesai dikerjakan tersebut sudah menunjukkan kondisi memprihatinkan dan memunculkan dugaan kuat adanya penyimpangan anggaran yang mengarah pada praktik memperkaya diri.
Hasil pantauan di lokasi memperlihatkan bangunan saluran irigasi dikerjakan tidak sesuai standar teknis, susunan batu tampak asal ditumpuk, bercampur tanah, minim adukan semen, bahkan sebagian struktur terlihat ambrol.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan serius terkait kualitas pekerjaan dan penggunaan anggaran ratusan juta rupiah tersebut.
Sejumlah warga menilai mutu pekerjaan sangat tidak sebanding dengan nilai anggaran, mereka menduga pekerjaan dilakukan sekedar formalitas demi pencairan dana, tanpa memperhatikan kualitas dan daya tahan bangunan, dugaan pengurangan volume, spesifikasi, hingga kualitas material pun menguat dan dinilai berpotensi merugikan keuangan negara.
Saat dikonfirmasi sebelumnya, Imam yang disebut sebagai TPM HIPPA dari BBWS justru mengarahkan wartawan kepada Mujalli selaku pelaksana pekerjaan, setelah dikonfirmasi terkait ambrolnya proyek saluran Desa Meteng, Mujalli akhirnya memberikan tanggapan singkat.
“Iya mas, itu akibat kemarin karena hujan deras,” ujar Mujalli melalui pesan singkat. Selasa (06/01)
Namun, pernyataan tersebut justru menuai tanda tanya baru, masyarakat menilai alasan hujan deras tidak dapat dijadikan pembenaran jika konstruksi dikerjakan sesuai spesifikasi teknis dan standar mutu, pasalnya, bangunan irigasi yang dibiayai negara seharusnya dirancang untuk tahan terhadap kondisi cuaca ekstrem, termasuk hujan dengan intensitas tinggi.
Sikap minim klarifikasi teknis dan tidak adanya penjelasan rinci terkait spesifikasi pekerjaan, pengawasan, serta langkah perbaikan pasca-ambrol dinilai semakin memperkuat dugaan adanya praktik tidak sehat dalam pelaksanaan proyek.
Publik kini mendesak BBWS dan instansi pengawas terkait untuk tidak tinggal diam, evaluasi menyeluruh terhadap administrasi, kualitas fisik, serta pertanggungjawaban keuangan proyek HIPPA Desa Meteng dinilai mendesak untuk dilakukan secara terbuka dan transparan.
Jika tidak ada penjelasan komprehensif dan tindakan korektif yang nyata, sejumlah pihak menyatakan akan melaporkan proyek HIPPA Desa Meteng senilai Rp195 juta ini kepada Aparat Penegak Hukum (APH) guna mengusut dugaan korupsi dan upaya memperkaya diri yang berpotensi merugikan negara. Media menegaskan akan terus mengawal kasus ini hingga terang benderang.

Komentar