Parah..! RSUD Sumenep Diduga Manipulasi Anggaran Belanja Pegawai, Komisi IV Kecolongan

- Redaksi

Sabtu, 31 Mei 2025 - 08:14 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP||angkatberita-Keberadaan pegawai “siluman” di RSUD Dr H Moh Anwar Sumenep, Jawa Timur terus menuai sorotan. Setelah pengangkatannya yang diduga tidak prosedural, oknum pejabat rumah sakit pelat merah itu juga ditengarai memanipulasi anggaran belanja pegawai.

Gaji pegawai Ikatan Kerjasama (IKS) memakai kode rekening kegiatan belanja gaji pegawai BLUD (Badan Layanan Umum Daerah). Hal itu untuk memuluskan rencana penganggaran, sehingga dewan bisa langsung ketok palu.

Berdasarkan informasi yang diterima Angkat Berita, total gaji pegawai IKS yang disamarkan pada pegawai BLUD sekitar Rp 318 juta untuk 51 orang (satu orang berhenti) tiap bulannya pada 2025.

Baca Juga :  DPRD Tanjung Jabung Barat Gelar Rapat Paripurna Bahas LKPJ Bupati Tahun Anggaran 2024

Hanya saja, tidak ada ketentuan resmi mengenai jumlah gaji yang harus dibayarkan. Besarannya diukur secara subjektif.

Berbeda dengan dokter spesialis yang berkisar puluhan juta rupiah, rentang gaji untuk tenaga teknis antara Rp 1,8-5 juta per orang tiap bulannya.

Salah satunya berinisial BNL yang digaji Rp 2,2 juta tiap bulannya. Perempuan yang ditegarai bawaan pimpinan RSUD itu bekerja sebagai staf tata usaha (TU). Dia bekerja sejak 2021 dengan gelar akademik SKM (Sarjana Kesehatan Masyarakat).

Berbeda dengan BNL, pegawai IKS berinisial S digaji hingga Rp 5 juta. Pria itu merupakan petugas komputer rumah sakit dengan gelar akademik Sarjana Komputer (S.Kom).

Baca Juga :  Rusak Lingkungan, Penambangan Pasir Pantai di Sumenep Disorot Warga

Apakah pegawai IKS benar-benar dibutuhkan RSUD? Melihat dari pola rekrutmen dan komposisinya, sejatinya pegawai IKS sudah ada pada komposisi pegawai BLUD. Terdapat sekitar 100 orang yang berstatus pegawai BLUD.

Pegawai IKS ditengarai hanya sebagai kedok untuk menampung para pegawai titipan. Ironisnya, Komisi IV DPRD kecolongan dalam penganggaran gajinya.

Wawancara dengan Angkat Berita sebelumnya, Ketua Komisi IV DPRD Sumenep Mulyadi mengaku tidak tahu menahu soal pengangkatan hingga penggajian pegawai IKS.

Namun pihaknya berjanji akan memanggil pejabat RSUD untuk menanyakan persoalan tersebut. (Asm)

Berita Terkait

Merdeka di Bendera; Kemerdekaan yang Dirayakan, Keadilan yang Dipertanyakan
HMI Dorong Evaluasi IPAL 22 Puskesmas di Bangkalan
Abdul Majid, Wartawan Muratara, Raih Top Juara D’Star Dangdut IMTV Competition di Jakarta
Ini Perjalanan Karier Pembalap Internasional M Zidan Keluar Juara Umum Motocross Grasstrack Open 2026 Muratara
Wabup Muratara Buka Ajang Bergensi Tingkat Nasional Super Grasstrack Open 2026 di Sirkuit pratama
Juknis Tunjangan Guru Dirombak, Pencairan Kini Lebih Cepat Mulai April 2026
Dugaan Mark Up Sapi Bantuan Rp7,5 M Mengemuka, Publik Desak Polda Aceh Turun Tangan
Dana Sapi Meugang Rp 7,5 Miliar di Aceh Timur Disorot, APH Didesak Selidiki

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 21:56 WIB

Merdeka di Bendera; Kemerdekaan yang Dirayakan, Keadilan yang Dipertanyakan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

HMI Dorong Evaluasi IPAL 22 Puskesmas di Bangkalan

Senin, 20 Juli 2026 - 10:16 WIB

Abdul Majid, Wartawan Muratara, Raih Top Juara D’Star Dangdut IMTV Competition di Jakarta

Minggu, 24 Mei 2026 - 22:17 WIB

Ini Perjalanan Karier Pembalap Internasional M Zidan Keluar Juara Umum Motocross Grasstrack Open 2026 Muratara

Sabtu, 23 Mei 2026 - 19:37 WIB

Wabup Muratara Buka Ajang Bergensi Tingkat Nasional Super Grasstrack Open 2026 di Sirkuit pratama

Berita Terbaru