

Bangkalan. Angkatberita.id
Upaya mencari sumber air bersih justru berujung temuan tak biasa. H. Mahmud, warga Desa Nyaksagen, Kecamatan Klampis, Kabupaten Bangkalan, mengaku mendapati cairan berbau menyengat yang diduga minyak bumi saat melakukan pengeboran sumur di halaman rumahnya.
H. Mahmud menuturkan, pengeboran tersebut awalnya dilakukan semata-mata untuk memenuhi kebutuhan air bersih yang selama ini sulit didapat, terutama saat musim kemarau. Proses pengeboran berlangsung sekitar 12 hari hingga mencapai kedalaman kurang lebih 105 meter.
“Awalnya yang keluar memang air. Tapi setelah itu muncul cairan lain, baunya seperti minyak dan warnanya agak kebiru-biruan, mirip pertalite,” ujar H. Mahmud saat ditemui di kediamannya, Minggu (11/1).
Fenomena tersebut membuat H. Mahmud menghentikan sementara aktivitas pengeboran. Ia kemudian berkoordinasi dengan Kepala Desa setempat agar temuan itu ditindaklanjuti secara resmi dan tidak menimbulkan risiko bagi warga sekitar.
Menurut pengakuannya, sejumlah pihak dari Pemerintah Kabupaten Bangkalan telah turun ke lokasi untuk melakukan peninjauan langsung. Bahkan, sampel cairan yang keluar dari sumur tersebut telah diambil untuk diuji di laboratorium guna memastikan kandungan dan keamanannya.
“Saya sudah menyampaikan ini kepala desa, DPR setempat, camat, sampai pihak kabupaten. Saya serahkan sepenuhnya bagaimana langkah terbaiknya,” imbuhnya.
H. Mahmud berharap, apabila hasil uji laboratorium membuktikan bahwa cairan tersebut benar mengandung minyak bumi dan berpotensi dikelola, pemerintah daerah dapat mengambil peran secara maksimal dengan tetap mengedepankan kepentingan masyarakat.
Ia juga menyampaikan harapan adanya kompensasi sosial bagi warga sekitar apabila eksplorasi atau pengelolaan dilakukan. Kompensasi tersebut diharapkan dapat berupa perbaikan infrastruktur dasar dan fasilitas umum.
“Kalau memang ini rezeki dan bisa dikelola, saya hanya minta jalan di sini diperbaiki, air bersih difasilitasi, serta mushola dan madrasah yang ada bisa direnovasi. Biar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkasnya.
Hingga berita ini beredar, hasil uji laboratorium terhadap cairan tersebut masih menunggu kepastian resmi dari pihak berwenang.





Komentar