BANGKALAN. Angkatberita.id
Kasus dugaan penggelapan satu unit sepeda motor milik warga oleh salah satu oknum anggota DPRD Bangkalan berinisial AS memasuki babak baru. Motor jenis Yamaha Jupiter milik Doel, yang sebelumnya diduga dibawa kabur oleh AS, akhirnya dikembalikan ke tangan pemiliknya pada Minggu siang (20/7).
Doel mengaku, sebelum motor tersebut kembali, pihak keluarga AS sempat menawarkan solusi sementara berupa peminjaman satu unit motor Beat yang ada di rumah mereka. Namun saat Doel mendatangi kediaman AS untuk mengambil motor pengganti tersebut, ia gagal membawa kendaraan itu lantaran kunci motor diduga dibawa oleh istri AS yang hingga kini keberadaannya belum diketahui.
“AS sempat menghubungi saya dan bilang kalau motor saya sudah ada di Bangkalan. Dia meminta saya untuk mengambilnya di salah satu hotel dengan membawa motor Beatnya. Karena saya takut dibohongi, saya tolak dan minta supaya motor itu diantar ke rumah saya,” ujar Doel saat dikonfirmasi pada Minggu (20/7) pukul 10.00 WIB.
Tak lama berselang, motor Yamaha Jupiter tersebut ternyata telah diantar ke rumah AS oleh salah satu temannya diduga TF. Doel pun akhirnya mengambil langsung motor itu di salah satu perumahan elit di Bangkalan, tepat di kediaman AS.
Dengan kembalinya kendaraan tersebut, Doel menyatakan rasa syukur dan mengurungkan niatnya untuk melaporkan AS ke pihak berwajib. Meski demikian, publik tetap menyoroti tindakan tidak pantas yang dilakukan oleh AS yang masih aktif menjabat sebagai anggota legislatif.

Motor milik Doel sudah dikembalikan dan diambil ke rumah AS
Perilaku AS dinilai telah mencoreng marwah DPRD Bangkalan sebagai lembaga perwakilan rakyat. Alih-alih memberikan teladan, tindakan AS justru dianggap sebagai bentuk pengkhianatan terhadap amanah publik. Kasus ini bahkan sempat viral di media sosial dan menimbulkan pertanyaan besar, “Kok bisa ya…?”
Sebagai bagian dari tugas kontrol sosial dan fungsi pers dalam mengawasi jalannya pemerintahan, redaksi media akan terus mendalami kasus ini. Jika nantinya ditemukan unsur pelanggaran hukum atau dugaan tindak pidana, maka pelaporan kepada aparat penegak hukum akan dilakukan guna menegakkan keadilan dan mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.
Media berharap, kejadian ini menjadi pembelajaran penting bagi seluruh pejabat publik agar senantiasa menjaga integritas, tanggung jawab, dan menjadi contoh yang baik bagi masyarakat.






Komentar