
Sumenep, angkatberita.id – Respons cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep kembali diuji setelah menerima laporan adanya angin puting beliung yang menerjang kawasan Desa Lapa Laok, Kecamatan Dungkek. Laporan tersebut pertama kali disampaikan oleh aktivis Pembela Wong Cilik, Ahmad Amin Rifa’i, yang dikenal aktif menyuarakan persoalan masyarakat di pelosok desa.
Meski akses menuju lokasi terdampak cukup terjal dan sulit dilalui kendaraan, BPBD Sumenep bergerak sigap melakukan asesmen dan peninjauan kerusakan. Tim langsung menembus jalan berbatu dan menanjak demi memastikan kondisi warga dan memverifikasi dampak bencana, Sabtu Malam (15/11/2025).
Kepala pelaksana BPBD Sumenep Ach Laili Maulidy mengapresiasi peran penting Ahmad Amin Rifa’i dalam menyampaikan informasi awal secara cepat dan akurat.
“Informasi dari saudara Ahmad Amin Rifa’i sangat membantu kami melakukan respons cepat. Aktivis seperti beliau memberi kontribusi nyata bagi keselamatan masyarakat,” ujarnya.
Ahmad Amin Rifa’i sendiri selama ini dikenal sebagai aktivis yang selalu berada di garis depan ketika masyarakat kecil mengalami musibah. Tanpa menunggu, ia turun ke lokasi, mendata kerusakan, dan memastikan laporan segera diterima pihak terkait.
Menurutnya, laporan cepat bukan sekadar tugas aktivis, tetapi panggilan moral untuk memastikan masyarakat tidak dibiarkan menghadapi bencana sendirian.
“Yang kami lakukan hanyalah membantu menyampaikan kondisi warga secepat mungkin. Alhamdulillah BPBD sangat responsif,” kata Amin.
Setibanya di lokasi, sekaligus memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka. Upaya pendataan masih terus dilakukan, termasuk mempersiapkan langkah-langkah bantuan lanjutan.
Kehadiran BPBD yang bergerak cepat, ditambah peran aktif aktivis sosial seperti Ahmad Amin Rifa’i, menjadi bukti bahwa sinergi antara masyarakat dan pemerintah daerah sangat menentukan dalam penanganan bencana di wilayah pelosok. (Sf)








Komentar