Breaking News

Ketidaksesuaian Proyek P3-TGAI Karya Muda Desa Apaan, Tenaga Ahli “Jika Tak Sesuai Spesifikasi Harus Dibongkar”

Kami tidak akan membiarkan pekerjaan yang tidak memenuhi spesifikasi, prinsipnya, kualitas harus menjadi prioritas karena bangunan ini mengg

Angkat Berita - Redaksi
2 menit baca•411 tayangan

 

SAMPANG (ANGKAT BERITA) Tenaga Ahli (TA) Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas, Roif Fitrianto, ST, menegaskan setiap pekerjaan P3-TGAI yang terbukti tidak sesuai dengan spesifikasi teknis wajib diperbaiki, bahkan dibongkar apabila hasil verifikasi menunjukkan adanya ketidaksesuaian.

“Kalau memang hasil pemeriksaan membuktikan pekerjaan tidak sesuai spesifikasi teknis, tentu harus diperbaiki, bahkan jika diperlukan harus dibongkar dan dikerjakan kembali sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Roif Fitrianto saat dimintai tanggapan terkait dugaan ketidaksesuaian pelaksanaan proyek P3-TGAI di Desa Apaan, Kecamatan Pangarengan, Kabupaten Sampang.

Menurut Roif, seluruh pekerjaan P3-TGAI yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) wajib mengacu pada petunjuk teknis, gambar kerja, serta spesifikasi yang telah ditetapkan, hal itu dilakukan agar hasil pembangunan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya para petani pengguna jaringan irigasi. 

Program P3-TGAI sendiri merupakan program padat karya berbasis swakelola masyarakat yang dilaksanakan oleh kelompok petani penerima manfaat sesuai pedoman Kementerian Pekerjaan Umum, ia menegaskan, penggunaan material, kedalaman pondasi, dimensi bangunan, hingga volume pekerjaan menjadi bagian yang harus diperiksa apabila muncul laporan atau temuan dugaan ketidaksesuaian di lapangan.

“Kami tidak akan membiarkan pekerjaan yang tidak memenuhi spesifikasi, prinsipnya, kualitas harus menjadi prioritas karena bangunan ini menggunakan dana negara dan akan dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang,” ujarnya. Senin (13/07)

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul temuan tim media di proyek P3-TGAI Desa Apaan yang mengindikasikan dugaan penggunaan material di bawah standar serta pekerjaan pondasi yang diduga belum sesuai spesifikasi teknis. 

Roif menambahkan, pengawasan terhadap pelaksanaan P3-TGAI dilakukan secara berjenjang, setiap laporan dari masyarakat maupun media akan menjadi bahan evaluasi untuk memastikan pekerjaan benar-benar sesuai dengan ketentuan teknis yang berlaku.

Hingga berita ini ditulis, media masih berupaya memperoleh klarifikasi dari HIPPA Karya Muda selaku pelaksana kegiatan serta Pemerintah Desa Apaan terkait temuan di lapangan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Nasional

Artikel Populer