Kelangkaan LPG 3 Kg Saat Ramadan, LPKNI, YBH Pegasus dan Media Soroti Distribusi di SPPBE Banyuwangi

- Redaksi

Kamis, 12 Maret 2026 - 22:15 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Banyuwangi ( ANGKAT BERITA ) Kelangkaan tabung gas LPG 3 kg bersubsidi mulai dikeluhkan masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Banyuwangi menjelang dan selama bulan Ramadan. Kondisi ini membuat warga kesulitan memenuhi kebutuhan memasak, terutama untuk persiapan sahur dan berbuka puasa.

Menindaklanjuti banyaknya keluhan masyarakat, tim dari LPKNI bersama YBH Pegasus dan sejumlah awak media turun langsung melakukan penelusuran lapangan pada Kamis, 12 Maret 2026.

Tim melakukan pengecekan di beberapa toko dan pengecer di wilayah Singojuruh dan Gendoh. Dari hasil penelusuran tersebut diketahui bahwa sejumlah pengecer mengaku sudah hampir satu minggu tidak menerima pasokan LPG 3 kg.

Salah satu pemilik toko menyampaikan bahwa pengiriman terakhir diterima pada hari Jumat, dan hingga saat ini belum ada pengiriman kembali sehingga stok LPG 3 kg di tingkat pengecer benar-benar kosong.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat terkait kelancaran distribusi gas bersubsidi yang menjadi kebutuhan utama masyarakat kecil.

Untuk memastikan kondisi di lapangan, tim juga mendatangi lokasi SPPBE PT Bumi Jaya Mandiri di wilayah Gambor, Banyuwangi. Dari pantauan di lokasi, terlihat sejumlah truk pengangkut LPG 3 kg dalam kondisi sudah terisi penuh tabung gas.

Baca Juga :  Kasat Lantas Polresta Sumenep Gelar Polisi Sahabat Anak di SDN Paberasan 1, Edukasi Tertib Lalin Sejak Dini

Namun, berdasarkan keterangan yang dihimpun di lapangan, terdapat truk yang sudah terisi LPG tetapi belum didistribusikan hingga beberapa hari.

Dalam klarifikasi yang disampaikan oleh pihak manajemen SPPBE yang berinisial Alex, disebutkan bahwa kondisi kelangkaan LPG 3 kg kerap terjadi setiap tahun menjelang Ramadan karena meningkatnya kebutuhan masyarakat.

Meski demikian, pernyataan tersebut justru menimbulkan pertanyaan dari tim investigasi. Pasalnya, apabila kondisi ini sudah menjadi kejadian rutin setiap tahun, seharusnya pihak terkait dapat melakukan langkah antisipasi agar kelangkaan tidak sampai terjadi di tengah masyarakat.

Tim juga menyoroti adanya dugaan kurangnya transparansi dalam proses distribusi LPG 3 kg, terutama ketika di lapangan ditemukan kendaraan pengangkut yang sudah terisi penuh namun belum segera didistribusikan, sementara masyarakat di tingkat pengecer mengalami kekosongan stok.

 

Baca Juga :  Bupati Anwar Sadat Tinjau Kebakaran Asrama Pesantren Al Baqiyatus Shalihat, Serahkan Bantuan untuk 40 Korban

Atas kondisi tersebut, LPKNI bersama YBH Pegasus dan media meminta penjelasan resmi dari pihak Pertamina terkait mekanisme distribusi LPG bersubsidi di wilayah Banyuwangi.

LPKNI juga mendesak agar:

1.Distribusi LPG 3 kg segera dinormalisasi agar masyarakat tidak terus mengalami kesulitan. 2.Pengawasan distribusi diperketat guna mencegah kemungkinan adanya penimbunan atau permainan distribusi di lapangan. 3.Pihak terkait meningkatkan transparansi dalam sistem distribusi LPG bersubsidi. Sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial, LPKNI, YBH Pegasus dan media menyatakan akan terus melakukan pemantauan terhadap distribusi LPG 3 kg di Banyuwangi.

“Kami tidak ingin masyarakat kecil menjadi korban akibat kelangkaan LPG bersubsidi, apalagi di bulan Ramadan. Jika setiap tahun terjadi, seharusnya ada langkah antisipasi. Jangan sampai distribusi terkesan tidak transparan sementara masyarakat kesulitan mendapatkan gas,” tegas perwakilan tim investigasi.

LPKNI dan YBH Pegasus juga membuka kemungkinan untuk menyampaikan laporan resmi kepada pihak terkait apabila dalam pemantauan selanjutnya ditemukan indikasi pelanggaran dalam distribusi LPG bersubsidi.

Redaksi//

Angkatberita.id 

Investigasi 

Berita Terkait

Aset Tanah Pemkab Sampang Dijual, DPRD Mengaku Tak Pernah Membahas
Pentas Budaya Minang dan India Warnai Malam Kebersamaan di Kuala Tungkal
80 Tahun Indonesia Merdeka, PUDAM Bangkalan Perkuat Semangat Pelayanan
HMI Dorong Evaluasi IPAL 22 Puskesmas di Bangkalan
Perkuat Kolaborasi dengan Kemenaker, Wabup Katamso Usulkan Modernisasi BLK dan Perluasan Program Magang
Layangan Kembali Menghiasi Langit Kuala Tungkal, 130 Peserta Ramaikan Lomba Sauk’an
Dugaan Pelanggaran POJK, KB Bukopin Pamekasan Tahan SK Pensiun Nasabah Setahun Lebih
Jangan Sampai Ketinggalan! Ini Kata Kasat Lantas Sumenep Soal Pemutihan Pajak 2026 di RRI

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 23:19 WIB

Aset Tanah Pemkab Sampang Dijual, DPRD Mengaku Tak Pernah Membahas

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

Pentas Budaya Minang dan India Warnai Malam Kebersamaan di Kuala Tungkal

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

80 Tahun Indonesia Merdeka, PUDAM Bangkalan Perkuat Semangat Pelayanan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

HMI Dorong Evaluasi IPAL 22 Puskesmas di Bangkalan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

Perkuat Kolaborasi dengan Kemenaker, Wabup Katamso Usulkan Modernisasi BLK dan Perluasan Program Magang

Berita Terbaru