Investigasi Mendalam Terkait Pembangunan Jalan Usaha Tani: Potensi Penyalahgunaan Dana Desa?

- Redaksi

Selasa, 25 Juni 2024 - 12:21 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tanjung Jabung Barat, -angkatberita.id

Pembangunan Jalan Usaha Tani di Desa Rawang Kempas, Kecamatan Batang Asam Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi, yang didanai oleh Dana Desa (ADD) dari Anggaran Pendapatan Daerah (APBD), menjadi sorotan tajam warga setempat. Proyek senilai Rp. 54.500.000,- ini mengundang pertanyaan serius terkait transparansi dan pelaksanaannya.Selasa (25/6/2024)

Dalam investigasi yang dilakukan, terungkap bahwa plang proyek tidak mencantumkan nama pelaksana proyek dan konsultan pengawas kerja (PPK), meninggalkan kekosongan yang mencurigakan. Warga juga mempertanyakan ukuran jalan yang hanya 3×200 meter, seolah-olah tidak sebanding dengan nilai anggaran yang dikeluarkan, memunculkan spekulasi akan kemungkinan penyalahgunaan anggaran.

Baca Juga :  Pimpin Upacara Bendera Bulanan, Ini Pesan Kapolres Langkat

Kepala desa setempat saat ini belum dapat memberikan klarifikasi yang memuaskan terkait proyek kontroversial ini. Hal ini menimbulkan kebutuhan mendesak bagi aparat penegak hukum dan instansi terkait untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh guna memastikan keberadaan proyek dan transparansi penggunaan dana publik.

Baca Juga :  Dalam upaya meningkatkan kualitas kinerja serta pelayanan kepada masyarakat, Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Langkat

Dengan demikian, masyarakat menuntut jawaban yang jelas dan tindakan yang tegas untuk menjaga integritas dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana desa demi kepentingan bersama.(Roni)

Berita Terkait

Empat Orang Satu Keluarga Terjatuh di Jalan Imam Bonjol Sampang, Diduga Akibat Tumpahan Minyak
Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas
Besi Tulangan Proyek SPAM Murtajih Terukur 11,2 Milimeter, DPRKP Pamekasan Belum Beri Penjelasan
Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga
“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru
Proyek Pelebaran Jembatan dan Jalan Pantura bProbolinggo-lumajang diduga Tanpa Mikirkan Hajat Pengguna Jalan.
Dua Kali Mangkir Pemeriksaan, Direktur PT SBP SH Bakal Dijemput Paksa Polisi
Kelurahan Kraton Sajikan Konsep Kerohanian Warnai HUT RI ke-81.

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 19:05 WIB

Empat Orang Satu Keluarga Terjatuh di Jalan Imam Bonjol Sampang, Diduga Akibat Tumpahan Minyak

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:30 WIB

Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas

Kamis, 13 Agustus 2026 - 18:54 WIB

Besi Tulangan Proyek SPAM Murtajih Terukur 11,2 Milimeter, DPRKP Pamekasan Belum Beri Penjelasan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:49 WIB

Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga

Kamis, 13 Agustus 2026 - 06:23 WIB

“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru

Berita Terbaru