GASI Ungkap Dugaan Mark Up Dana Menu Bergizi di Yayasan Darunnajah Jrengik

- Redaksi

Kamis, 30 Oktober 2025 - 12:49 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sampang ( ANGKAT BERITA) Lagi-lagi program Menu Bergizi (MBG) di Yayasan Darunnajah Jrengik menjadi sorotan publik, setelah kemaren di keluhkan ikan ayam bau, dan tidak sesuai budget, siswa kembali diduga tidak menerima menu sesuai hak dan anggaran pemerintah.

Pada Kamis (30/10/2025), jatah makanan yang diterima siswa hanya berupa mie, sedikit tumisan sayur, dua buah siomay, satu buah salak, dan satu minuman sari kacang hijau kemasan. Menu tersebut jauh dari standar kecukupan gizi untuk pelajar.

Ketua GASI Achmad, menyebut temuan ini bukan yang pertama.

“Lagi-lagi hak anak diduga dipangkas. Dengan anggaran Rp10 ribu per siswa, ini sangat tidak masuk akal, kami menduga ada mark up SPJ dan pemotongan hak siswa, Kami sudah kantongi bukti bukti perhari nya” tegas Achmad

Baca Juga :  Aksi Mulia di Malaysia! Mahasiswa STIT Usymuni dan PTIQ Bantu Pemulangan Jenazah WNI

Menurut informasi yang dihimpun, dari anggaran Rp15.000 per siswa:

Rp 2.000 disebut sebagai profit yayasan

Rp 3.000 untuk tenaga kerja

Rp10.000 seharusnya untuk makanan siswa

Namun kenyataannya, nilai konsumsi yang diberikan diduga tidak mencapai porsi Rp10.000.

Karena itu, GASI akan melayangkan surat resmi kepada penanggung jawab program MBG di BGN agar audit dan evaluasi segera dilakukan.

Baca Juga :  Refleksi Setahun Kepemimpinan, Bupati Anwar Sadat Tegaskan Komitmen Pelayanan dan Program Pro-Rakyat

“Kalau ditemukan kerugian negara atau pelanggaran, kami akan dorong aparat penegak hukum turun tangan,” tambahnya.

Di sisi lain, tim media telah berkali-kali berupaya meminta kontak Ketua MBG Yayasan Darunnajah untuk memperoleh hak jawab, namun tidak ada jawaban hingga berita ini diturunkan, camat Jrengik selaku pengawas wilayah juga telah dimintai tanggapan, namun tidak merespon.

Program MBG seharusnya menjadi instrumen peningkatan gizi siswa, bukan sarana mengurangi hak anak demi keuntungan oknum tertentu. GASI memastikan akan terus mengawal dan membuka dugaan penyimpangan ini secara terang benderang.

Berita Terkait

Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga
“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru
Aset Tanah Pemkab Sampang Dijual, DPRD Mengaku Tak Pernah Membahas
HMI Dorong Evaluasi IPAL 22 Puskesmas di Bangkalan
Perkuat Kolaborasi dengan Kemenaker, Wabup Katamso Usulkan Modernisasi BLK dan Perluasan Program Magang
Layangan Kembali Menghiasi Langit Kuala Tungkal, 130 Peserta Ramaikan Lomba Sauk’an
Dugaan Pelanggaran POJK, KB Bukopin Pamekasan Tahan SK Pensiun Nasabah Setahun Lebih
Pentas Budaya Minang dan India Warnai Malam Kebersamaan di Kuala Tungkal

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:49 WIB

Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga

Kamis, 13 Agustus 2026 - 06:23 WIB

“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru

Rabu, 12 Agustus 2026 - 23:19 WIB

Aset Tanah Pemkab Sampang Dijual, DPRD Mengaku Tak Pernah Membahas

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

HMI Dorong Evaluasi IPAL 22 Puskesmas di Bangkalan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

Perkuat Kolaborasi dengan Kemenaker, Wabup Katamso Usulkan Modernisasi BLK dan Perluasan Program Magang

Berita Terbaru