Sumenep||https://Angkatberit.id-“Bukannya Bu Dir bercerita ibadah haji saat di Makkah, tapi ngomel-ngomel karena rumah sakit viral semenjak ditinggalkannya,” kata salah satu pegawai yang berkunjung ke rumah Direktur RSUD Dr H Moh Anwar Sumenep Erliyati, 19 Juni 2025.
Erliyati merupakah salah satu jamaah haji yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 23. Perempuan asal Desa Pangarangan, Kecamatan Kota itu tiba di Sumenep bersama jamaah lainnya pada Rabu malam, 18 Juni 2025.
Keesokan harinya, sejumlah karyawan RSUD asajere (berkunjung) silih berganti ke rumahnya di Jalan KH Mansyur. Tak heran kalau setiap karyawan tak luput dari omelannya.
Sementara, Sekretaris Derah (Sekda) Sumenep Edy Rasyadi enggan berkomentar mengenai keberadaan pegawai Ikatan Kerja Sama (IKS) di RSUD. Edy minta supaya menunggu Erliyati masuk kantor.
“Terkait hal itu (pegawai IKS), sampean tunggu direkturnya dulu biar balance (berimbang),” katanya.
Edy juga terkesan cari aman terkait keberadaan pegawai “titipan” yang penggajiannya disamarkan pada pegawai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).
“Kalau non-PNS bukan kewenangan kami, dan yang dikelola oleh BKPSDM hanya PNS, PPPK, dan BLUD. Makanya nanti tanyakan ke Direktur RSUD, saya kan tidak tahu ceritanya, baru tahu dari sampean Mas,” kelitnya.
Seperti diberitakan, terdapat 51 pegawai yang masuk jalur IKS hingga pertengahan 2025. Informasinya, total gaji pegawai IKS yang disamarkan pada gaji pegawai BLUD sekitar Rp 318 juta tiap bulannya.(Asm)






Komentar