Breaking News

Digerebek di Rumah Janda, Sekdes di Sampang Diduga Nikah Siri Tanpa Sepengetahuan Istri Sah

Sementara itu, sebagaimana dikutip dari salah satu media online yang lebih dulu melansir peristiwa tersebut, saat dikonfirmasi terpisah Fath

Angkat Berita - Redaksi
2 menit baca•7 tayangan

Sampang (ANGKAT BERITA) – Dugaan keterlibatan oknum Sekretaris Desa (Sekdes) di Kabupaten Sampang, Jawa Timur, berinisial FR, dalam peristiwa penggerebekan di rumah seorang perempuan berstatus janda di Jalan Kerinci, Kelurahan Rongtengah, Rabu (4/2/2026) malam, memicu sorotan tajam publik. 

Selain polemik pernikahan ulang yang difasilitasi warga, status pengetahuan istri sah FR hingga kini belum jelas, FR yang diketahui bernama Fathur Rosi, Sekdes Komis, Kecamatan Kedungdung, disebut telah menikah siri dengan perempuan berinisial Lailatul Maghfiroh sekitar 15 hari sebelum kejadian. 

Warga kemudian meminta dilakukan pernikahan ulang di lingkungan setempat dengan alasan menghindari fitnah karena yang bersangkutan kerap terlihat keluar masuk rumah perempuan tersebut, hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi apakah istri sah FR mengetahui atau memberikan persetujuan atas pernikahan tersebut. 

Ketidakjelasan itu memunculkan pertanyaan hukum, mengingat aturan perkawinan di Indonesia mensyaratkan izin istri pertama serta penetapan pengadilan bagi suami yang hendak menikah lagi.

Dari sisi jabatan, tindakan yang memicu kegaduhan sosial dinilai berpotensi melanggar etika aparatur desa, jika terbukti melanggar norma jabatan dan mencoreng wibawa pemerintah desa, sanksi administratif hingga pemberhentian dapat menjadi konsekuensi.

Pemerhati Kebijakan Publik Agus Sugito menilai kasus tersebut tidak bisa dipandang sekadar persoalan pribadi.

“Jika benar dilakukan tanpa prosedur hukum dan tanpa kejelasan posisi istri sah, maka ini berpotensi menjadi pelanggaran etika jabatan, pemerintah daerah dan DPMD harus segera melakukan klarifikasi dan pemeriksaan,” ujarnya.

Ia menegaskan, ketegasan pemerintah diperlukan guna menjaga integritas penyelenggara pemerintahan desa di tengah sorotan publik.

Sementara itu, sebagaimana dikutip dari salah satu media online yang lebih dulu melansir peristiwa tersebut, saat dikonfirmasi terpisah Fathur Rosi membenarkan adanya kejadian tersebut, namun menyebut sebagian informasi yang beredar tidak sepenuhnya benar dan akan memberikan klarifikasi lebih lanjut.

“Iya mas, kejadian itu ada, tapi beritanya tidak benar semua, nanti klarifikasi langsung saja,” ujarnya singkat, seperti dilansir media tersebut. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Nasional

Artikel Populer