Penyedia Mobil Dinas Dirugikan, Pemkab Bangkalan Diduga Tunggak Sewa Rp 21 Juta Lebih

- Redaksi

Kamis, 14 Agustus 2025 - 13:36 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bangkalan.angkatberita.id

Persoalan pembayaran sewa mobil dinas yang difasilitasi oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan menuai polemik. Pihak ketiga selaku penyedia jasa rental mengaku dirugikan akibat adanya tunggakan pembayaran senilai total Rp 21.160.000.

Berdasarkan keterangan penyedia, sebut RN, awalnya Pemkab Bangkalan melalui pihak berinisial HS menyewa unit Toyota Innova Reborn dengan total biaya sewa Rp 20.450.000. Kemudian, kendaraan tersebut ditukar dengan unit Avanza Veloz. Namun, beberapa bulan terakhir, biaya sewa Avanza Veloz tidak dilunasi sehingga pihak rental menarik kendaraan tersebut dari pengguna.

“Terpaksa mobil Avanza tersebut kami tarik dari rumahnya di sekitar kota, dan sampai sekarang belum melunasi uang sewanya,” ujar salah satu sumber yang menarik mobil Avanza tersebut inisial AB.

Baca Juga :  Gegerkan Warga Kalisangka, Dua Anak Ditemukan Tak Bernyawa Dipantai Mamburit Kepulauan Kangean.

Dalam catatan pihak rental, untuk unit Avanza Veloz, Pemkab melalui HS hanya membayar Rp 5.000.000. Kekurangan sisa sewa ditambah klaim biaya bahan bakar minyak (BBM) dan perbaikan spion yang rusak mencapai total Rp 21.160.000.

Menariknya, saat ditemui, pengguna mobil Avanza Veloz yang diduga pegawai Bawaslu Bangkalan berinisial RD mengaku seluruh biaya sewa telah dibayarkan kepada HS.

“Yang jelas Om (sebutan kepada media, red)) mobil yang pernah saya pakai pembayarannya sudah lunas entah bagaimana ini bisa terjadi,” katanya menjelaskan. Rabu (13/8)

Baca Juga :  Potensi Seni di Bangkalan Terabaikan Pemerintah Dinilai Tutup Mata

Pernyataan ini berbanding terbalik dengan fakta yang disampaikan pihak rental, yang menyebut masih ada kekurangan pembayaran signifikan untuk kedua unit kendaraan tersebut

Hingga berita ini diturunkan, upaya media untuk mengonfirmasi HS belum membuahkan hasil. Sebelumnya, klarifikasi sempat dilakukan melalui salah satu staf pemda berinisial ER yang menyatakan persoalan akan segera diselesaikan. Namun, hingga kini belum ada kepastian terkait pembayaran maupun keterangan resmi dari HS.

 

(Robin)

 

Berita Terkait

Berlarut-Larut Kasus Sengketa Tanah Dengan PDAM Gresik Ahli Waris Gandeng LBH Brawijaya Majapahit Nusantara Sidoarjo
Ada Apa dengan Laporan Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Polres Pelabuhan Belawan? Hampir Tiga Pekan, SP2HP Belum Diterima Pelapor
Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas
Rayakan HUT ke-25, Demokrat Muratara Turun ke Desa Gelar Gotong Royong dan Cek Kesehatan Gratis
Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga
“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru
Aset Tanah Pemkab Sampang Dijual, DPRD Mengaku Tak Pernah Membahas
Layangan Kembali Menghiasi Langit Kuala Tungkal, 130 Peserta Ramaikan Lomba Sauk’an

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 21:25 WIB

Berlarut-Larut Kasus Sengketa Tanah Dengan PDAM Gresik Ahli Waris Gandeng LBH Brawijaya Majapahit Nusantara Sidoarjo

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 21:22 WIB

Ada Apa dengan Laporan Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Polres Pelabuhan Belawan? Hampir Tiga Pekan, SP2HP Belum Diterima Pelapor

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:30 WIB

Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:01 WIB

Rayakan HUT ke-25, Demokrat Muratara Turun ke Desa Gelar Gotong Royong dan Cek Kesehatan Gratis

Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:49 WIB

Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga

Berita Terbaru