
Bangkalan.angkatberita.id
Perselingkuhan kerap menjadi bom waktu dalam rumah tangga. Tidak sedikit kasus perceraian yang bermula dari hilangnya kepercayaan antara suami dan istri. Sejumlah tanda kerap menjadi sinyal awal bahwa sebuah hubungan tengah berada di ujung tanduk.
Fenomena ini, menurut pendapat salah satu pengamat, Kuncir, yang mengaku pernah mengalami kegagalan dalam berumah tangga karena istrinya sering selingkuh dan bukan kejadian sekali waktu.
Beberapa indikasi yang diungkap dan sering muncul di antaranya adalah jarangnya komunikasi antara pasangan, meningkatnya intensitas pertengkaran, hingga perubahan sikap istri yang enggan menatap wajah suami saat berbicara. Tidak jarang pula, muncul kecenderungan menjelekkan nama baik keluarga maupun pasangan.
“Jika pola tersebut berulang, potensi perselingkuhan bisa semakin besar dan hanya tinggal menunggu waktu untuk terungkap.” Jelas Kuncir mengungkapkan pengalamannya. Senin (18/8)
Selain faktor internal dalam rumah tangga, Kuncir juga memaparkan penyebab seorang istri sering melakukan perselingkuhan.
“Ada pula penyebab eksternal yang mendorong istri selingkuh, seperti tuntutan ekonomi juga salah satu pemicunya.” Tambahnya.
Keterbatasan pendapatan suami di tengah gaya hidup mewah yang diinginkan sebagian perempuan menurut Kuncir, kerap menimbulkan ketidakpuasan dalam hidupnya.
“Lifestyle diutamakan dan tidak sesuai keadaan ekonominya,” imbuhnya.
Sekian banyak alasan yang diungkap oleh Kuncir, menurut dia, kebutuhan biologis yang tidak terpenuhi terutama bagi wanita dengan dorongan seksual lebih tinggi yang menjadi alasan mendasar seorang istri berselingkuh. “Hiper sex bro” terangnya, seraya menunjukkan jari tangannya dengan simbul hubungan sex.
Al-Qur’an sendiri telah memberi peringatan bahwa sikap durhaka seorang istri kepada suami, termasuk keberanian melawan dan mengkhianati, merupakan perilaku tercela yang bisa menyeretnya pada kesudahan yang buruk.
Kuncir menegaskan, menjaga keharmonisan rumah tangga harus berangkat dari komunikasi terbuka, pemahaman mendalam tentang kebutuhan masing-masing, serta kesadaran bahwa pernikahan adalah komitmen suci yang menuntut kesetiaan.
Pada akhirnya, perselingkuhan tidak hanya merobek hubungan pribadi antara suami dan istri, tetapi juga meninggalkan luka mendalam bagi anak-anak dan keluarga besar.








Komentar