3 Proyek P3-TGAI Hampir Rp600 Juta di Desa Aengdake Diduga Salah Sasaran, Bangunan Lebih Mirip Drainase

- Redaksi

Sabtu, 6 September 2025 - 20:29 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: 3 bangunan proyek P3-TGAI di Desa Aengdake yang diduga asal-asalan.

Sumenep, angkatberita.id– Tiga proyek Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di Desa Aengdake, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, kini menjadi sorotan publik. Alih-alih berfungsi sebagai saluran irigasi untuk mengairi sawah, bangunan senilai hampir Rp600 juta tersebut justru lebih menyerupai drainase atau parit pembuangan air.

Proyek yang masing-masing menelan anggaran sekitar Rp195 juta ini digarap melalui kelompok Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) Batu Emas, dengan dana yang digelontorkan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas, Kementerian PUPR. Sejak awal pengerjaan, indikasi kejanggalan sudah tercium, mulai dari perencanaan hingga realisasi di lapangan.

Baca Juga :  Personel Polres Langkat Laksanakan Binrohtal Rutin. Untuk tingkatkan kebersamaan Dan profesionalisme

Pantauan Angkat Berita pada Jumat (5/9/2025) di tiga titik proyek memperlihatkan sejumlah persoalan serius:

• Fondasi galian dangkal dan dikerjakan secara asal-asalan.

• Saluran irigasi tidak terhubung dengan sumber mata air, baik sungai maupun bendungan.

• Konstruksi hanya mengandalkan air hujan (tadah hujan), yang jelas tidak akan berfungsi optimal.

• Sebagian saluran hanya mengelilingi lahan tertentu sehingga lebih mirip parit drainase ketimbang irigasi produktif.

Dengan kondisi tersebut, besar kemungkinan proyek ini tidak akan memberikan manfaat nyata bagi petani. Sebaliknya, berpotensi menjadi pemborosan anggaran negara hingga ratusan juta rupiah.

Baca Juga :  Tragis...! Siswa SDN Demangan 1 Bangkalan Tewas Tertimpa Pohon Trembesi di Tengah Acara Jalan Santai

Menanggapi hal ini, aktivis muda Sumenep, Bagas Arrazy, menilai proyek P3-TGAI di Desa Aengdake sarat kejanggalan dan terkesan dipaksakan.

“Saya duga proyek tersebut hanyalah formalitas untuk meraup keuntungan pribadi. Sangat disayangkan program yang seharusnya membantu petani malah diduga menjadi ajang permainan oknum,” tegas Bagas.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pengawas proyek P3-TGAI maupun instansi terkait belum memberikan klarifikasi resmi. Upaya konfirmasi Angkat Berita juga mengalami kendala. (Asm)

Berita Terkait

Berlarut-Larut Kasus Sengketa Tanah Dengan PDAM Gresik Ahli Waris Gandeng LBH Brawijaya Majapahit Nusantara Sidoarjo
Ada Apa dengan Laporan Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Polres Pelabuhan Belawan? Hampir Tiga Pekan, SP2HP Belum Diterima Pelapor
Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas
Rayakan HUT ke-25, Demokrat Muratara Turun ke Desa Gelar Gotong Royong dan Cek Kesehatan Gratis
Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga
“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru
Aset Tanah Pemkab Sampang Dijual, DPRD Mengaku Tak Pernah Membahas
80 Tahun Indonesia Merdeka, PUDAM Bangkalan Perkuat Semangat Pelayanan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 21:25 WIB

Berlarut-Larut Kasus Sengketa Tanah Dengan PDAM Gresik Ahli Waris Gandeng LBH Brawijaya Majapahit Nusantara Sidoarjo

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 21:22 WIB

Ada Apa dengan Laporan Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Polres Pelabuhan Belawan? Hampir Tiga Pekan, SP2HP Belum Diterima Pelapor

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:30 WIB

Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:01 WIB

Rayakan HUT ke-25, Demokrat Muratara Turun ke Desa Gelar Gotong Royong dan Cek Kesehatan Gratis

Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:49 WIB

Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga

Berita Terbaru