Komisi IV DPRD Sumenep Diduga Hanya Jadi “Kambing Hitam” Dinas Pendidikan dalam Polemik Pengadaan Seragam Rp 3 Miliar Lebih

- Redaksi

Minggu, 12 Oktober 2025 - 15:34 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Saat Moh Asmuni, konfirmasi dengan anggota komisi IV DPRD Sumenep, Syamsul Bahri.

Sumenep, angkatberita.id — Polemik pengadaan seragam untuk Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) dengan nilai fantastis lebih dari Rp 3 miliar pada tahun anggaran 2025 terus menuai tanda tanya besar. Proyek yang diinisiasi oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep ini, kini menyeret nama Komisi IV DPRD Sumenep yang justru diduga hanya dijadikan “kambing hitam” dalam pusaran polemik tersebut.

Publik pun kini dibuat geram dan bertanya-tanya — apakah kebijakan ini benar-benar berpihak pada pelaku usaha kecil lokal seperti penjahit dan pedagang kain di Sumenep, atau justru hanya menguntungkan segelintir kontraktor “berdarah proyek” yang punya kedekatan dengan lingkar kekuasaan.

Pada Jumat, 11 Oktober 2025, Komisi IV DPRD Sumenep telah memanggil pihak Disdik untuk meminta klarifikasi. Namun, hasil pertemuan tersebut justru menimbulkan kekecewaan lantaran tak menghasilkan keputusan tegas apa pun.

Baca Juga :  80 Tahun Indonesia Merdeka, PUDAM Bangkalan Perkuat Semangat Pelayanan

Anggota Komisi IV, Syamsul Bahri, menyebut bahwa pihaknya justru mendapat jawaban yang membingungkan dari Ardiansyah, Kepala Bidang (Kabid) SD Disdik Sumenep.

“Mas Ardi tadi bilang pernyataannya adalah bentuk dari miskomunikasi dan salah persepsi. Jadi tidak benar kalau Komisi IV tidak mendukung keterlibatan UMKM dalam pengadaan seragam,” ujar Syamsul di ruang Komisi IV DPRD Sumenep.

Namun di balik klarifikasi tersebut, aroma pengalihan isu makin terasa. Komisi IV seolah dijadikan tameng agar sorotan publik tidak langsung mengarah ke Dinas Pendidikan, padahal segala proses perencanaan, penunjukan, hingga realisasi anggaran berada sepenuhnya di tangan dinas tersebut.

Baca Juga :  Bupati Anwar Sadat Resmikan Ruang Kreatif Pemuda, Siapkan Pusat Ide untuk Wujudkan Berkah Madani

“Kami tidak tahu berapa rinciannya, yang tahu secara detail dan terperinci ya Dinas Pendidikan. Informasinya dari Mas Ardian, katanya anggaran tidak mencukupi jika melibatkan UMKM, dan katanya repot juga kalau harus maintenance-nya,” terang Syamsul.

Ironisnya, ketika disinggung soal adanya pelaku UMKM yang mengaku sanggup memenuhi standar harga dan kualitas sesuai ketentuan pemerintah, Komisi IV justru mengaku tidak memiliki kewenangan lebih jauh.

“Iya, itu dikembalikan ke Dinas Pendidikan, mas. Karena dari perencanaan, penunjukan sampai realisasi, semua ada di sana,” pungkasnya. (Asm)

Berita Terkait

Berlarut-Larut Kasus Sengketa Tanah Dengan PDAM Gresik Ahli Waris Gandeng LBH Brawijaya Majapahit Nusantara Sidoarjo
Ada Apa dengan Laporan Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Polres Pelabuhan Belawan? Hampir Tiga Pekan, SP2HP Belum Diterima Pelapor
Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas
Rayakan HUT ke-25, Demokrat Muratara Turun ke Desa Gelar Gotong Royong dan Cek Kesehatan Gratis
Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga
“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru
Aset Tanah Pemkab Sampang Dijual, DPRD Mengaku Tak Pernah Membahas
80 Tahun Indonesia Merdeka, PUDAM Bangkalan Perkuat Semangat Pelayanan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 21:25 WIB

Berlarut-Larut Kasus Sengketa Tanah Dengan PDAM Gresik Ahli Waris Gandeng LBH Brawijaya Majapahit Nusantara Sidoarjo

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 21:22 WIB

Ada Apa dengan Laporan Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Polres Pelabuhan Belawan? Hampir Tiga Pekan, SP2HP Belum Diterima Pelapor

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:30 WIB

Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:01 WIB

Rayakan HUT ke-25, Demokrat Muratara Turun ke Desa Gelar Gotong Royong dan Cek Kesehatan Gratis

Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:49 WIB

Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga

Berita Terbaru