
Sampang (ANGKAT BERITA) – Debat publik pertama Pilbup Kabupaten Sampang yang diadakan di Gedung JTV, Surabaya, berlangsung sukses dan menarik perhatian berbagai kalangan. Salah satu momen yang paling disorot adalah closing statement pasangan calon nomor 02, Jimad Sakteh, yang diwakili oleh calon wakil bupati, Ra Mahfud.
Ra Mahfud menutup sesi debat dengan sebuah pantun yang menyentuh hati, menggambarkan kepribadian masyarakat Ketapang di Pantura yang dikenal berakhlak baik dan berhati mulia. Pantun tersebut berbunyi:
“Oreng Ketapang Gus bhegus Atenah, akolek arta’ Ecampor roteh
Karnah Sampang Ampon Abhukteh, Ngireng Pele mer due’ JIMAD SAKTEH.”
Pantun ini mendapat sambutan hangat dari audiens dan pujian dari berbagai tokoh masyarakat. Muhammad Tamam, tokoh muda asal Ketapang, mengungkapkan rasa bangganya. “Saya sangat berterima kasih kepada Ra Mahfud atas pantunnya yang menempatkan warga Ketapang dalam konotasi positif. Hal ini sangat membanggakan dan memberikan kesan baik,” ujarnya.
Ra Mahfud dikenal dengan pembawaan yang kalem dan santun, serta kemampuan menyampaikan orasi politik dengan kesan mendalam. Strategi ini berhasil mencuri perhatian publik dan memperkuat citranya sebagai pemimpin yang matang secara emosional dan dekat dengan masyarakat.
Debat pertama ini didominasi oleh adu argumen antara calon bupati H. Slamet Junaidi dan Ra Mamak. Namun, penampilan Ra Mahfud di sesi penutup berhasil memecah perhatian dan memberikan warna berbeda dalam perhelatan politik tersebut.
Debat publik berikutnya dijadwalkan pada 12 November 2024, dan publik menantikan apakah Ra Mahfud akan kembali menunjukkan kecakapannya dalam menyampaikan argumentasi yang penuh makna dan menarik simpati warga Sampang.
Rilis berita ini diharapkan dapat memberikan gambaran lengkap tentang momen berkesan di debat Pilbub Sampang serta respons positif dari warga setempat.
;;;;;;;







Komentar