Lambannya Pembangunan Puskesmas Mandangin, Ketua DPRD Sampang Komisi IV: CV Harus Diblacklist!

- Redaksi

Rabu, 18 Desember 2024 - 14:44 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SAMPANG (ANGKAT BERITA) – Proyek pembangunan Puskesmas Pulau Mandangin terus menuai sorotan tajam. Dengan anggaran sebesar Rp 6.331.275.000,00 yang dikelola Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana, pelaksanaan proyek yang dipercayakan kepada CV Andien tampak jauh dari kata profesional.

Progres pekerjaan yang seharusnya mendekati penyelesaian hanya mencapai 64%, padahal kontrak proyek akan berakhir pada 24 Desember 2024.

Ketua DPRD Komisi IV, Mahfud, dengan nada keras menyatakan ketidakpuasannya terhadap kinerja kontraktor.

Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa pihaknya telah memanggil seluruh pihak terkait untuk meminta penjelasan atas keterlambatan ini.

“Sudah kami panggil semua, termasuk kontraktor. Kami tidak mau tahu soal prosesnya. Jangan sampai keterlambatan ini memunculkan masalah hukum di kemudian hari. Kami sudah meminta Inspektorat untuk menindaklanjuti, dan proyek ini juga sudah menjadi Atensi Kejaksaan,” ujar Mahfud dengan nada tajam.

Ia menambahkan bahwa jika pekerjaan tidak sesuai perjanjian, termasuk dari segi kualitas dan tenggat waktu, kontrak harus segera diputus. “Kalau tidak sesuai kontrak, ya harus diputus. Apa boleh buat! Kembalikan saja tanggung jawab ini kepada dinas terkait dan penegak hukum. Kami sudah maksimal menjalankan fungsi kontrol, tapi kontraktor yang tidak serius harus ditindak, Jangan main-main dengan uang rakyat!” tegasnya.Rabu (18/12/24)

Baca Juga :  Ormas MADAS dan Warga Audensi ke Dinas Usaha Kecil Menengah dan Tenaga Kerja.

Kekecewaan juga meluas di kalangan masyarakat Mandangin, yang selama ini berharap proyek ini menjadi solusi atas minimnya layanan kesehatan di wilayah mereka. Namun, lambatnya pelaksanaan justru menjauhkan mereka dari fasilitas kesehatan yang layak.

“Ini proyek vital. Kalau gagal, masyarakat yang akan jadi korban. Masyarakat banyak yang ngeluh, “pelaksana saya telpon sudah saya ingatkan terkait bahan, biar tidak cepat rusak, nanti takutnya ada yang ngamar pas roboh ,” ujar salah satu warga Mandangin.

Sementara itu, CV Andien hingga kini belum memberikan tanggapan atas keterlambatan ini, meskipun telah dimintai klarifikasi oleh media. Sikap diam ini semakin memicu kekecewaan publik yang menuntut transparansi dan akuntabilitas.

Baca Juga :  Satgas PKH Bongkar Tambang Timah Ilegal, Panglima TNI Turun ke Lokasi

Mahfud juga menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam mengawasi pelaksanaan proyek ini. “Kami mendorong pemerintah untuk tetap konsisten. Jika kontraktor tidak mampu menyelesaikan pekerjaannya dengan baik, maka sanksi tegas, termasuk blacklist, harus diterapkan. Jangan biarkan uang rakyat terbuang percuma!” katanya.

Dengan waktu yang semakin sempit, DPRD Komisi IV memastikan akan terus menekan pihak-pihak terkait untuk menyelesaikan proyek ini sesuai perjanjian. Namun, publik kini hanya bisa berharap agar janji pengawasan dan tindakan tegas ini benar-benar terealisasi.

Redaksi
Kami akan terus memantau perkembangan proyek ini. Transparansi dan akuntabilitas adalah kewajiban, bukan opsi. Masyarakat Mandangin berhak mendapatkan fasilitas kesehatan yang dijanjikan tanpa kompromi!

;;;;;;;

Berita Terkait

Diduga Semua Pekerjaan Proyek Rabat Beton Hasil Pokir DPRD Sampang “KACAU” 
Proyek SPAM Pokir DPRD Sampang Desa Tambak Omben Disorot, APH dan BPK Diminta Tak Tutup Mata.
Al-Farlaky Pimpin Upacara HUT ke-81 RI di Aceh Timur, Ajak Warga Isi Kemerdekaan dengan Kerja Nyata
Empat Orang Satu Keluarga Terjatuh di Jalan Imam Bonjol Sampang, Diduga Akibat Tumpahan Minyak
Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas
Besi Tulangan Proyek SPAM Murtajih Terukur 11,2 Milimeter, DPRKP Pamekasan Belum Beri Penjelasan
Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga
“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 20:32 WIB

Diduga Semua Pekerjaan Proyek Rabat Beton Hasil Pokir DPRD Sampang “KACAU” 

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:42 WIB

Proyek SPAM Pokir DPRD Sampang Desa Tambak Omben Disorot, APH dan BPK Diminta Tak Tutup Mata.

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:15 WIB

Al-Farlaky Pimpin Upacara HUT ke-81 RI di Aceh Timur, Ajak Warga Isi Kemerdekaan dengan Kerja Nyata

Minggu, 16 Agustus 2026 - 19:05 WIB

Empat Orang Satu Keluarga Terjatuh di Jalan Imam Bonjol Sampang, Diduga Akibat Tumpahan Minyak

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:30 WIB

Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas

Berita Terbaru