Puluhan Barang Inventaris SMPN 1 Bangkalan Raib Dicuri, Polisi Lakukan Penyelidikan

- Redaksi

Minggu, 5 Januari 2025 - 23:04 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Scrensot SMPN 1 Bangkalan

BANGKALAN|| ANGKAT BERITA – Kasus pencurian di lingkungan sekolah kembali mencuri perhatian publik. Kali ini, SMPN 1 Bangkalan menjadi korban, di mana puluhan barang inventaris yang disiapkan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar siswa hilang tanpa jejak. Kejadian ini menjadi pukulan berat, terutama bagi dunia pendidikan yang sedang berupaya meningkatkan kualitas sarana dan prasarana.

Barang-barang yang hilang meliputi 10 pasang komputer (CPU dan monitor), 7 unit AC lengkap dengan mesin dan blower, serta 9 unit LCD. Hilangnya barang tersebut pertama kali diketahui saat pihak sekolah hendak memindahkannya ke gedung boarding school yang baru selesai dibangun. Namun, barang-barang yang sebelumnya disimpan di perpustakaan sekolah itu sudah raib, menyisakan kardus kosong.

Pj Bupati Bangkalan, Arief M Edie, menjelaskan bahwa barang-barang tersebut telah dibeli sejak tahun 2023 sebagai bagian dari persiapan operasional gedung boarding school. “Barang-barang itu sudah ada sejak 2023 karena awalnya gedung tersebut direncanakan selesai di tahun yang sama. Namun, karena ada kendala, pembangunannya baru rampung pada 2024,” ujarnya, Minggu (5/1/2025).

Baca Juga :  Terbitkan Surat Sehat Tanpa Periksa Pasien, Oknum Dokter Puskesmas Menggala Disorot Tajam LPK-GPI

Ia juga mengungkapkan bahwa pada April 2024, barang-barang tersebut masih dalam kondisi lengkap saat diperiksa oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Namun, saat barang hendak digunakan pada Desember 2024, semuanya sudah hilang.

Pihak sekolah telah melakukan upaya internal, termasuk berdiskusi dengan kepala sekolah, guru, hingga satpam yang bertugas menjaga sekolah siang dan malam. Namun, pencarian tidak membuahkan hasil.

“Saya sudah meminta Dinas Pendidikan dan pihak sekolah untuk segera melaporkan kasus ini ke kepolisian. Saat ini, kasusnya sedang dalam proses penyelidikan,” terang Arief.

Baca Juga :  Terdakwa Korupsi Berjamaah Proyek Lapen Sampang Sebut Nama Pemberi Perintah dan Penerima Uang

Ia menegaskan pentingnya barang-barang tersebut bagi kelancaran proses belajar mengajar. “Kami sangat berharap pelaku segera mengembalikan barang-barang tersebut. Jika tidak, proses hukum akan terus berjalan, termasuk mencari penadah dan semua pihak yang terlibat. Ini adalah aset negara yang dipergunakan untuk mencerdaskan anak bangsa. Jangan mencuri dari tempat yang seharusnya menjadi bagian dari keluarga besar kita sendiri,” tegasnya.

Kasus ini kini menjadi perhatian serius masyarakat dan pemerintah daerah. Kepolisian diharapkan segera mengungkap pelaku pencurian demi menjaga kepercayaan publik serta memastikan keamanan fasilitas pendidikan di masa mendatang.

 

(Tim Redaksi)

Berita Terkait

Berlarut-Larut Kasus Sengketa Tanah Dengan PDAM Gresik Ahli Waris Gandeng LBH Brawijaya Majapahit Nusantara Sidoarjo
Ada Apa dengan Laporan Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Polres Pelabuhan Belawan? Hampir Tiga Pekan, SP2HP Belum Diterima Pelapor
Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas
Rayakan HUT ke-25, Demokrat Muratara Turun ke Desa Gelar Gotong Royong dan Cek Kesehatan Gratis
Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga
“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru
Aset Tanah Pemkab Sampang Dijual, DPRD Mengaku Tak Pernah Membahas
80 Tahun Indonesia Merdeka, PUDAM Bangkalan Perkuat Semangat Pelayanan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 21:25 WIB

Berlarut-Larut Kasus Sengketa Tanah Dengan PDAM Gresik Ahli Waris Gandeng LBH Brawijaya Majapahit Nusantara Sidoarjo

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 21:22 WIB

Ada Apa dengan Laporan Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Polres Pelabuhan Belawan? Hampir Tiga Pekan, SP2HP Belum Diterima Pelapor

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:30 WIB

Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:01 WIB

Rayakan HUT ke-25, Demokrat Muratara Turun ke Desa Gelar Gotong Royong dan Cek Kesehatan Gratis

Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:49 WIB

Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga

Berita Terbaru